oleh

Kemdikbudristek Adakan Kegiatan Advokasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar untuk Sekolah Menengah Atas se-Pulau Bangka

-DAERAH, NASIONAL-173 views

Pangkalpinang Babel,Garuda-news.id – Kemdikbudristek adakan Advokasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk Sekolah se-Pulau Bangka, Selasa (29/11/22).

Kegiatan bertajuk “Advokasi Pemanfaatan PMM melalui penguatan komunitas belajar pada sekolah penggerak dan sekolah pelaksana kurikulum Merdeka jalur mandiri” ini dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Direktorat Sekolah Menengah Atas yang berkerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi kepulauan Bangka Belitung bertempat di SMA Negeri 1 Sungailiat, Bangka.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ervawi, S.Pd., M.Pd., M.M.. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa guru adalah orang yang harus paham tentang pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa-siswa di sekolah tidak bosan. Belajar sepanjang hayat di kurikulum Merdeka melalui PMM sangatlah membantu sehingga guru bisa saling berkolaborasi, kreatif, inovatif, mandiri sehingga akan terbentuk siswa-siswa yang berkarakter pelajar Pancasila.

“Pemanfaatan PMM membuat guru belajar mengajar berkarya. Guru belajar dari PMM, di sana guru dapat memanfaatkan berbagai fitur-fitur pembelajaran agar guru dapat belajar untuk mengajar yang lebih baik dan PMM mengajak guru untuk aktif berkarya, mempublikasikan hasil mengajar terbaiknya sehingga guru dapat berbagi dengan guru-guru lainnya di seluruh Bangka Belitung bahkan berbagi dengan seluruh guru-guru di Indonesia,” papar Ervawi.

Ervawi juga berharap PMM dapat menjadi partner guru sehingga guru bisa belajar, mengajar, serta berkarya melalui platform tersebut.

Sementara kepala SMA Negeri 1 Sungailiat, Ali Akbar, M.Pd. memberi apresiasi yang luar biasa terhadap kegiatan yang mana pesertanya adalah wakil kurikulum se-Bangka.

“Wakil kurikulum adalah motor penggeraknya pembelajaran di sekolah sehingga perlu banyak belajar mengenai perkembangan informasi terbaru tentang kurikulum,” ucap Ali Akbar.

Ibu Lily dan Ibu Veronica, selaku narasumber di kegiatan Advokasi Pemanfaatan PMM (Platform Merdeka Mengajar) memberikan contoh praktik baik yang telah dilakukan sekolah binaannya. Keduanya berharap semoga dengan PMM semua guru bisa belajar mandiri dan saling berbagi praktik baik sehingga pembelajaran di kurikulum merdeka lebih menyenangkan.

“PMM merupakan Platform Merdeka Mengajar yang disiapkan pemerintah untuk guru yang ingin belajar banyak tentang kurikulum Merdeka, dan guru sebaiknya memanfaatkan PMM,” ucap Lily.

Adapun peserta kegiatan ini adalah para wakil kurikulum dan berkesempatan untuk melakukan praktik baik mengenai pembelajaran berdiferensiasi, bergabung di komunitas belajar sampai mengunggah karya nyata yang telah dilaksanakan di sekolah masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan merefleksikam diri melalui tulisan dan gambar tentang kegiatan advokasi Pemanfaatan PMM. Hasilnya dipajang untuk menjadi bahan refleksi bersama. (r/rz)

News Feed