oleh

Aneh : Cetak Sawah Tanjung Punai Berubah Fungsi

-DAERAH, NASIONAL-109 views

Muntok,Garuda-news.id – Puluhan hektar sawah yang dibangun Pemda Bangka Barat dicanangkan sebagai penunjang sewasembada pangan masyarakat menyisakan impian belaka, pasalnya sawah yang dibangun dengan dana APBD Provinsi Bangka Belitung sekitar tahun 2013 kini berubah menjadi hamparan sawit, Kamis (12/02/2023).

Salah seorang warga yang tak mau disebut namanya saat ditemui jum’at 06/12/2022 di kediamannya Kampung Tanjung Punai Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat kepada awak media mengatakan, ” memang sebelum lahan tersebut dijadikan. persawahan oleh Pemda Bangka Barat sekitar tahun 2013 lalu, kalau tidak salah seluas 60 hektar, ” katanya mengenang.

lebih lanjut ditambahkan nya, ”
kami masyarakat sudah bertanam padi dilahan tersebut, karena lahan disitu termasuk lahan rawa, hasilnya cukup lumayan untuk menunjang kebutuhan keluarga,

Setelah lahan tersebut dijadikan persawahan untuk menggarap nya dibentuk lah kelompok tani, kebetulan saya yang dipercaya sebagai ketua kelompok tani, ” tambah nya.

” lahan tersebut sebelum dijadikan persawahan kita bertanam padi disana cukup berhasil, tapi setelah dijadikan persawahan malah kita bertanam padi disana tidak ngasil, entah apa penyebabnya kita tidak tahu.

” setelah sekian kali mencoba dan mencoba, tapi hasilnya tetap tidak berhasil, lama kelamaan satu persatu kawan menjadi lemah tidak mau lagi menanam padi di tempat tersebut, kini sawah nya sudah tidak terlihat yang ada hanya hamparan sawit, ” tutup nya.

Ditempat terpisah Drs. Minal Hadi mantan angota DPRD Bangka Barat ketika dijumpai dikediamannya di Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat menuturkan, ” memang untuk menunjang kebutuhan pangan masyarakat umumnya beras, pemerintah daerah Bangka Barat telah mengambil kebijakan dengan membangun persawahan dibeberapa lokasi di Bangka Barat salah satunya di daerah Tanjung Punai Muntok Kabupaten Bangka Barat kalau tidak salah sekitar tahun 2013, saat itu saya masih menjadi Anggota DPRD Bangka Barat dengan menggunakan anggaran Provisi Bangka Belitung, kalau berapa luasnya saya tidak ingat lagi tapi puluhan hektar untuk pastinya bisa ditanyakan dinas terkait, ” kenang Minal.

lebih lanjut dikatakan nya, ” namun sayang nya niat baik pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat dengan bersewa sembada pangan tidak pernah terwujud, pencetakan sawah yang dibangun dengan biaya yang tidak sedikit jadi sia-sia karna tidak berhasil alias gagal, ” jelas Minal.

entah salah siapa, ” lanjut Minal, biasanya setiap proyek apa saja sebelum pelaksanaan, dilakukan kajian misalkan untuk pencetakan sawah sebelumnya harus diteliti debet air nya dari mana sumber nya, kemudian ph tanah nya ph air nya terus apa saja yang diperlukan untuk sarana pendukung, lalu apa solusi bila ada hambatan, kalau semua itu telah terpenuhi, baru soal anggaran kapan dilaksanakan nya, ” tambah Minal.

” kalau sampai gagal, kita dak tau dimana salah nya, seharusnya kalau nanam padi gagal terus tanaman apa saja yang bisa dikembangkan disana, misal kan jenis sayuran, atau palawija, karena dalam tata ruang provinsi atau kabupaten ditempat tersebut masih tetap bersetatus sawah dak bisa berubah, karena menyangkut dana APBD susah menghilangkan nya, jika sekarang diganti dengan tanaman sawit atau yang lainnya
,terus bagai mana dengan masalah tata ruang dan lalu siapa yang memberi izin, ” tegas Minal mengahiri.

pada kesempatan yang sama Penasehat Hukum Bujang Musa SH, MH. saat dikonfirmasi melalui telpon seluler nya menjelaskan, ” kalau masalah pencetakan sawah yang dibangun perintah Daerah Bangka Barat sekitar tahun 2013 ada beberapa tempat di Bangka Barat dan salah satunya di Tanjung Punai, kalau memang persawahan tersebut gagal, seharus bisa diganti tanaman lain, seperti sayur sayuran atau pala wija pokok nya jenis tanaman pertanian,bukan dari jenis tanaman perkebunan, yang terjadi sekarang persawahan tersebut berubah jadi perkebunan sawit,dan aktivitas lain, itu salah besar.(**)

Apri

News Feed