Press "Enter" to skip to content

Wadaw ! Cabe Makin Pedas Aja Harganya

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Faktor pelemahan mata uang rupiah terhadap kurs dollar berimbas ke banyak segi. Salah satunya kenaikan harga-harga di beberapa pasar tradisional di berbagai pelosok daerah, Minggu 01/07.

Dalam kesempatan wawancara tadi, Irwan (38 tahun) pedagang komoditas cabai di Pasar Tradisional Pangkalpinang mengatakan, kondisi sekarang ini memang dirasa sangat dilematis. “ Karena di pihak pedagang dia harus menaikkan harga jual eceran beberapa komoditas yang naik seperti cabai rawit lokal, cabai merah keriting, gula pasir dan ikan laut, sementara dari sisi pembeli sudah banyak yang mengeluh karena harga melambung tinggi,” ungkap dia.

Sebagai informasi harga cabai rawit merah di Pasar tradisional Pangkalpinang melejit ke kisaran harga Rp 66 400,- perkilogram dari harga sebelumnya di angka Rp 57 500 rupiah/kilogramnya. Atau naik hingga mencapai 15,48%.

Terpisah, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan atau biasa disapa LBP malah mengeluarkan statement melawan arus terhadap kondisi daya beli masyarakat terkait imbas pelemahan rupiah.

Menurut dia, depresiasi rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lainnya. “Tekanan itu (melemahnya rupiah) kan karena global. Dan kita lihat depresiasi rupiah ini masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lain. Jadi enggak ada masalah,” ujar Luhut dikutip okezone, Kamis 28/6/2018.

Berpindah ke harga-harga lainnya, yakni harga berbagai bahan sembako lain dilaman PIHPS Nasional pukul 14 10 Wib, yang berlaku di Pasar Tradisional Pangkalpinang, harga daging sapi kualitas 1 tak mengalami kenaikan, tetap di angka Rp.123 750 per kilogram, gula pasir kualitas premium, juga tetap di harga Rp.13 450 per kilogram.

Dan terakhir, harga daging sapi kualitas 2 super tetap Rp. 101 900 per kilogram, cabai rawit hijau tetap di harga Rp.36 750 per kilogram, untuk gula pasir lokal, harga masih betengger di angka Rp.12 550 per kilogram.

Sampai berita ini diturunkan awak media masih menunggu konfirmasi dari beberapa pihak, terkait adanya gejala pelemahan daya beli masyarakat akibat faktor menguatnya kurs dollar terhadap mata uang rupiah.(haykal)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *