Press "Enter" to skip to content

Terkait Memberitakan Putri Wartawan MODUSACEH.CO Diteror OTK

A C E H
GARUDA-NEWS.ID

Aceh Timur | Pak Geuchik sapaan akrab Mahyuddin (34) wartawan MODUSACEH.CO mengaku diteror oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pasca ia memberitakan tentang Putri Dewi Nilaratih seorang anak yang dikabarkan sakit perut saat belajar akibat tidak makan.

Ia mengaku OTK itu beberapa kali menelponnya terkait kabar berita yang sempat viral, bahkan penelpon gelap itu juga mengancam akan menjemput dengan mengirimkan anak buahnya jika Mahayuddin tidak mau menjumpainya.

“Kamu tidak perlu tau siapa saya, nanti juga akan tau sendiri siapa saya, saya salah seorang perangkat di kampung yang kau beritakan itu, kamu taukan peraturan didesa orang?, dan setidaknya kamu menghubungi dusun ataupun kepala desa dulu jangn langsung membuat berita itu,” Ancam OTK itu yang tidak mau menyebutkan namanya. Kamis (8/8/2019).

Tidak sampai disitu, penelpon itu juga mengaku mereka telah mendapatkan tegoran dari atasn yang menelpon terlait berita itu. “Kami malu dan masyarakat ada yang tidak terima. Apakah kau mau tanggung jawab bila nanti nama penerima bantuan itu kami coret, jadi lebih baik sekarang juga kamu jumpai saya biar tau siapa saya dan sayapun sudah tidak sabar sekarang,” Sebut sipenelpon dengan menggunakan Bahasa Daerah.

Atas teror tersebut Mahyuddin mengaku merasa terancam dan gelisah
Menurutnya yang dia beritakan itu adalah realita seperti pengakuan Putri saat ditanyai gurunya disekolah. “Saya tersentuh walau tidak mampu berbuat banyak, apa yang saya beritakan spontan memang itu pengakuan putri sedangkan foto rumah dalam kondisi lapuk,” Ujar Mantan Geuchik ini kepada media.

Selain itu OTK tersebut juga mengaku bahwa ia telah mencari tau dimana posisi rumah dan keberadaannnya hari hari. “Saya hanya bermaksud baik, dan jika itu ada pihak- pihak yang merasa dirugikan saya mohon maaf selebihnya saya berpulang sepenuhnya kepada Allah, intinya kebenaran itu harus disampaikan walaupun pahit,” Tambah Mahyuddin.**

Bayu heri irawan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *