Press "Enter" to skip to content

Tak Mau Lewatkan Nuansa Pegunungan, Cicipi Makanan Gaplek Perdana

KEDIRI, Garuda-News.ID – Makanan khas tempo dulu dan sempat menjadi favorit di era 60an karena kondisi ekonomi masa itu, Dandim Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno bersama Kepala Desa Blimbing, Djoeari, berhenti sejenak, kala melihat tumpukan gaplek yang berada di halaman Suminem, warga RT 12 RW 05. minggu (23/9/2018)

Duduk sejenak dan bercengkerama dengan kelompok emak-emak, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menyempatkan bertanya apa itu gaplek, dari bahan apa dibuatnya dan bagaimana cara pembuatannya kepada Suminem. Dengan santai Suminem bersama Partini yang berstatus tetangganya, sekaligus saudaranya, dan ia menjelaskan bahan yang digunakan untuk pembuatan gaplek hingga bisa dikonsumsi berupa makanan jajanan khas pegunungan.

Djoeari sempat menjelaskan, bahwasannya warga desanya makan gaplek bukan karena kondisi ekonominya yang hampir 11-12 dengan era 60an atau krisis ekonomi, melainkan hanya sebagai makanan jajanan. Sedangkan makanan pokok warganya tetaplah beras, bukan gaplek.

Baginya, gaplek tidak identik dengan kemiskinan dan memakan gaplek bukan karena faktor ekonomi yang minimalis. Bahkan, ada salah satu warganya yang menjadi penjual gaplek skala besar dan pangsa pasarnya diluar daerah Kediri.

Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno mengakui, sepanjang hidupnya hingga menjadi Dandim Kediri, belum pernah sekalipun mengetahui yang namanya gaplek. Hal ini bisa dimaklumi, karena latarbelakang kelahiran dan domisili, tak mengenal atau tak memungkinkan bersentuhan dengan makanan gaplek. Karena gaplek umumnya lebih dikenal orang Jawa dan dimasa saat ini hanya sebagai makanan jajanan, bukan makanan pokok.

Untuk pertama kalinya, gaplek dimakannya dan tentunya gaplek yang berada ditangannya berstatus gaplek perdana. Nikmatnya gaplekpun dirasakan, apalagi kondisi geografis Desa Blimbing yang berada di kawasan pegunungan, menyebabkan rasapun berbeda, walaupun pada kenyataannya, gaplek ialah gaplek, dan begitulah rasanya dari masa ke masa.

Dari penuturan Suminem, ia sudah terbiasa membuat makanan gaplek. Biasanya ia membuat gaplek hampir setiap bulan, tergantung kondisi. Baginya, rasa gaplek bukan diciptakan oleh manusianya, tetapi ubi kayu yang menjadi bahan dasar utamanya.(**)

Penulis : Dodik

Editor : Ary

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *