Press "Enter" to skip to content

SELAMATKAN MAWAR (8 BULAN) DARI VIRUS HIV/AIDS

Jakarta 

Garuda-News.Id

Mawar bukan nama sebenarnya anak usia 8 bulan warga salah satu Desa di Sangihe Sulawesi Utara, bersamaan dengan hari AIDS Sedunia yang jatuh hari ini Sabtu 01 Desember terpaksa terkapar di RS Kandou lantaran menderita kurang gizi dan terinsfeksi virus HIV/AIDS dari orangtuanya.

Akibat dari jeratan kemiskinan, Mawar yang lahir dari pasang muda suami istri, sudah 8 bulan lamanya menderita positif virus HIV/AIDS dan tidak mendapat penanganan kesehatan yang memadai.

Mendengar dan menerima laporan dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi, dua minggu lalu, Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak beraama KADIS PPPA dan KB Kabupaten Sangihe didampingi LPA Sulut, dan LPA Sangihe menyempatkan diri menemui Mawar dan kekuarganya di desa Takalo Sangihe, untuk memberikan dukungan dan advokasi kesehatan.

Hasil kunjungan keluarga itu, sudah disampaikan dan direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe agar Mawar dan keluarganya mendapatkan perhatian dan bantuan perawatan kesehatan…namun karena keterbatasan anggaran pemerintah dan faktor kemiskinan dari keluarga, kondisi Mawar terus dari hari ke hari terus menurun disamping kekurangan gizi, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada Media di Sangihe saat mekakukan kunjungan ke rumah korban.

Sementara itu, Jull Takaliuang selaku Ketua LPA Sulut menjelaskan kepada Media di Sangihe, sesungguhnya pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berupaya untuk memberikan perawatan kesehatan namun karena kondisi Mawar sudah begitu parah, dan membutuhkan waktu lama maka kondisi Mawar dan ibunya terus menurun itulah sebabnya atas dukungan pemerintah dan masyarakat saat ini Mawar dirawat intensif di RS Kandou yang direncanakan satu dua hari ini akan mendapat perawatan di RS Malalayang Manado.

Mengingat kemiskinan keluarga, untuk memberikan dukungan solidaritas kepada Mawar yang saat ini terbaring di RS Kandou, Komisi Nasional Perlindungan Anakbdan LPA di Sulut selaku lembaga independen yang diberikan tugas dan fungsi melakukan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, menghimbau dan meminta warga masyarakat, alim ulama, Tokoh gereja, pengusaha dan mahasiswa untuk berkenan memberikan dukungan dan bantuan berupa susu SGM ANANDA untuk anak usia 8 bulan, pempers, minyak kayu putih/minyak telon, biskuit dan baju anak, Bantuan dapat diserahkan langsung kepada kekuarga korban di RS Kandou demikian imbauan Arist.**

Tim/Red

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *