Press "Enter" to skip to content

Sedulang Jaya Terpilih Jadi BumDes Terbaik Se-Belitung Timur

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sedulang Jaya Desa Lalang Jaya Kecamantan Manggar terpilih menjadi BUMDes Terbaik di Kabupaten Belitung Timur Tahun 2018. Dengan pemasukan rata-rata Rp 360 juta per tahun, BUMDes yang baru berdiri sejak tahun 2016 lalu itu berhasil mengalahkan 34 BUMDes lainnya se-Kabupaten Beltim.

Unit usaha dalam bidang usaha peternakan ayam petelur dan perdagangan. Bahkan bisnis telur ayam itu membuat Desa Lalang Jaya mendapat predikat Desa Paling Inovatif di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

Kegiatan pemilihan BUMDes terbaik yang diadakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dirangkai dalam Kegiatan Pelatihan Keterampilan Manajemen, Perintisan, Pembentukan dan Pendampingan BUMDes di Ruang Pertemuan Desa Kurnia Jaya Kecamatan Manggar, Kamis (8/11).

Kepala Dinas Sosial, Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa, Yenni Srihartati mengatakan dipilihnya BUMDes Sedulang Jaya sudah melalui berbagai mekanisme penilaian, baik itu dari segi keuntungan, pemberdayaan masyarakat, sarana prasarana, bentuk promosi pemasaran, serta administrasi.

“Penilaiannya dilakukan dengan berbagai indikator. Jadi sebelum kegiatan ini tim penilai dari berbagai OPD sudah turun ke lapangan melihat langsung BUMDes yang ada,” jelas Yenni.

Menurut Yenni, BUMDes itu bukan sekedar hanya mengejar profit semata, tapi harus ada benefit, yakni bagaimana BUMDes mampu memberikan manfaat dan memberdayakan warga lokal serta masyarakat miskin yang ada di desa.

“Benefit itu tidak selalu uang, namun lebih dari itu unit usaha mereka mampu mempekerjakan penduduk lokal, membuka peluang usaha baru serta memberdayakan masyarakat miskin,” kata Yenni.

Terkait belum seluruhnya desa di Kabupaten Beltim yang memiliki BUMDes, Yenni mengatakan hal itu lantaran terkendala dengan keterbatasan anggaran desa dan SDM. Selain itu pula, kendala keterbatasan SDM jugalah yang membuat usaha di BUMDes lainnya kurang berkembang.

“Kebanyakan karena mereka belum berhasil menemukan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengurus BUMDes. Karena setiap BUMDes harus ada direktur yang punya orientasi bisnis, jadi harus ada uji kelayakan dulu,” kata Yenni.**

Niza karyadi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *