Press "Enter" to skip to content

Rakor Forkompinda Bahas Giat Gp Ansor Babel Deadlock

PANGKALPINANG

Garuda-News.Id

Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bangka Belitung (Babel) yang membahas rencana kegiatan GP Ansor Babel, difasilitasi oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Babel tidak menghasilkan kesepakatan bersama alias deadlock.

Lantaran Masmuni Ketua GP Ansor enggan memenuhi permintaan dari Gerakan Urang Melayu Bangka Belitung, yang terdiri dari gabungan Ormas, OKP, Toga dan Todat Provinsi Bangka Belitung.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Kamis (4/10) tadi pagi, selain dihadiri Kapolda Babel, tampak Danrem 045/Gaya, Pejabat utama (Pju) Polda Babel, Tokoh Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Ormas Front Jaga Babel (Babel), Laskar Merah Putih (LMP), Front Pembela Islam (FPI), GP Ansor, Pemuda Panca Marga (PPM) Babel, dan Permusi Muslimah Babel.

Rakorda Forkopimda Babel tersebut dilanjutkan dengan diskusi dengan dipandu moderator Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Meganwandi, membahas rencana kegiatan Kirab Nusantara yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 – 13 0ktober mendatang.

Adapun hasil rakorda Forkopimda Babel, GP Ansor tetap akan melaksanakan kegiatan KIRAB namun Gerakan Urang Melayu Bangka Belitung tetap menolak Seluruh rangkaian kegiatan KIRAB.

Digiat Diskusi tersebut, Brigjen Pol Syaiful Zachri menguraikan kembali satu persatu rangkaian kegiatan forum, termasuk di dalamnya sholat zuhur berjamaah dengan berupaya menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan kegiatan tersebut.

Kemudian Ketua Gerakan Urang Melayu Bangka Belitung, Ahmad Rizal menanggapi dengan menyatakan persoalannya bukan pada kegiatannya, tetapi lebih kepada Masmuni dan GP Ansornya yang selama ini telah banyak menyakiti umat Islam seperti pernyataan menolak Habib Rizieq Shihab datang ke Babel, mempersekusi ulama, membubarkan pengajian, membela Ahmadiyah termasuk menyebarkan Idiologi Islam Nusantara. 

“Saya tegaskan kembali persoalannya bukan pada kegiatannya, tapi pada Masmuni dan GP Ansornya, ” tegasnya. 

Selanjutnya, pihak Gerakan Urang Melayu Bangka Belitung mencoba untuk mengalah dan melihat i’tikad baik dari Masmuni & GP Ansor dengan meminta mereka membuat pernyataan tertulis dan terbuka yang berisi meminta maaf kepada Habib Rizieq Shihab, Ulama dan seluruh umat Islam atas sikap mereka yang  telah menghina Habib Rizieq Shihab, mempersekusi Ulama dan membubarkan pengajian.

Kemudian berjanji dan berkomitmen untuk tidak lagi menyakiti umat Islam dengan menghina dan mempersekusi ulama dan tidak membubarkan pengajian lagi serta menolak Islam Nusantara dan tidak akan menyebarkan Islam Nusantara di Bangka Belitung.

Setelah itu, Sekda Babel,  Yan Megawandi selaku moderator meminta para Tokoh dan Ulama berbicara oleh Ketua FKUB Babel H Kamarudin AK, Ust Ali Wafa, Ust Izzudin Zein dan semua yg berbicara intinya meminta semua pihak tetap menjaga kambtibmas di Babel, mereka juga menasehati agar kita bersatu dan saling memahami. 

“Jika ada kesalahan minta maaflah dan yang diminta maaf maafkanlah. Bersatulah, malu kita sesama umat Islam berpecah belah, ” katanya. 

Lalu kemudian Kapolda berbicara dan menanyakan kepada Masmuni apakah bersedia memenuhi permintaan dari Gerakan Urang Melayu Bangka Belitung, namun Masmuni menolak dengan alasan bahwa mereka telah meminta maaf terkait penghinaan terhadap Habib Rizieq Syihab pada saat itu dan menyampaikan bahwa permintaan itu dari hati bukan karena paksaan. 

Sementara permintaan lainnya yang ada di poin 6 diatas tidak ditanggapinya.

Karena sikap Masmuni seperti itulah sehingga pertemuan deadlock. Selanjutnya Kapolda akan berkonsultasi dengan Forkopimda lalu Polda baru memutuskan akan memberi izin kegiatan Kirab atau tidak. (***)

Penulis : Sapta

Editor : Sinyu Pangkal

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *