Press "Enter" to skip to content

Proyek Rehabilitasi Pipa PDAM Merawang”Tersangka” Kembalikan Kerugian Negara Senilai 1.9 M

Pangkalpinang

Garuda-News.Id

Kepala Kejati BaBel,Aditya Warman.SH melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel,Roy Arland.SH membenarkan jika para tersangka, Rabu(3/10/2018) siang telah melakukan pegembalian sisa uang kerugian negara terkait Proyek Rehabilitasi Pipa Tranmisi PDAM Merawang senilai Rp.600 juta dari total seluruhnya Rp.1.9 M,Selasa(2/10/2018) kemarin didampingi penasehat hukum para tersangka.

Laporan dari Wartawan Garuda News.id, bahwa kegiatan Proyek Rehabilitasi Pipa PDAM Merawang dalam pengerjaannya dilaksanakan oleh PT.Rian Jaya Makmur(PJM) dibawah naungan instansi Satker SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA),Sumatera VII Provinsi Babel senilai Rp.4.7 M bersumberkan dari dana APBN Tahun Anggaran 2016.

Dari informasi yang dapat dihimpun oleh media ini, dalam berita sebelumnya yang pernah dilansir oleh Media Bangkapos.com menyatakan jika sebelumnya pihak Penyidik Pidsus Kejati Babel sempat memeriksa sejumlah saksi lainnya baik dari kalangan instansi terkait maupun pihak pelaksana kegiatan pekerjaan rehabilitasi jaringan Pipa PDAM Merawang.

Namun sangat disayangkan para tersangka yang tersangkut perkara tipikor ini justru tidak dilakukan penahanan oleh Penyidik Pidsus Kejati Babel, tetapi Roy berdalih berdalih jika alasan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap para tersangka lantaran pihak tersangka bersikap kooperatif, “Ungkap Roy Kepada Awak Media saat ditemui dalam ruangan kerjanya di Gedung Kejati Babel.

“Lanjutnya,Para Terangka tidak dilakukan penahanan lantaran atas pertimbangan Penyidik Pidsus jika mereka sudah bersikap kooperatif,”Katanya.

Saat disinggung mengenai jumlah total kerugian keuangan negara sebesar Rp.1,9 M itu sudah sesuai menurut perhitungan sementara dari pihak Penyidik Pidsus Kejati Babel dan BPK.RI tapi belum termasuk hitungan yang akan di putuskan oleh Hakim; “Ungkap Roy.

Adapun Terkait Perkara Kasus itu pula pihak Penyidik Pidsus Kejati Babel sebelumnya telah menetapkan sedikitnya ada 4 orang tersangka masing-masing Roni(AR), mantan Kasatker PJPA Wilayah Sumatera VII Provinsi Babel selaku kuasa pengguna anggaran (KPA),Mulyono (MU) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pepen selaku Direktur PT.Rian Jaya Makmur dan Yudas Alias Aloi (selaku pihak pelaksana kegiatan); “Sambutnya.**

Penulis : Acep

Editor : Debintang

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *