Press "Enter" to skip to content

Percepatan Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Garuda-News.ID Batam – Percepatan pengembangan industri berorientasi ekspor merupakan salah satu strategi penting yang perlu ditempuh untuk mendukung surplus neraca berjalan (current account) dan pada akhirnya akan memperkuat stabilitas makroekonomi dan struktur perekonomian. Kondisi tersebut merupakan prasyarat untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif.

Untuk itu, Pemerintah dan Bank Indonesia terus berkoordinasi dan melakukan berbagai usaha mendorong pengembangan industri berorientasi ekspor melalui perluasan akses pasar dan optimalisasi kawasan industri. Demikian disampaikan Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo seperti dilansir situs resmi bigoid, pada diskusi publik yang dilaksanakan Jumat,13/04, di Batam, Kepulauan Riau.

Diskusi publik merupakan bagian dari rangkaian acara Rapat Koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Rakorpusda) yang diselenggarakan bersama oleh Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sinergi yang semakin baik diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran. Turut hadir sebagai pembicara adalah Menko Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, Sekjen Kementerian Perindustrian, Haris Munandar dan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. Bertindak sebagai moderator adalah Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

Sebagai rangkaian dalam Rakorpusda, Bank Indonesia pada hari ini juga melakukan komunikasi dengan berbagai unsur di Batam, Kepulauan Riau. Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo hadir dalam kegiatan “BI Mengajar”di Universitas Batam.

Dalam paparannya, Perry Warjiyo menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan BI yang dilakukan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BI dan Universitas Batam untuk meningkatkan kerjasama dalam pendidikan, penelitian, kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kebanksentralan.

Selain itu, untuk memperkenalkan transaksi non tunai, Deputi Gubernur BI, Sugeng melakukan peresmian transaksi non tunai di Ponpes Darul Falah, Batam. Sementara dari sisi tunai, Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi bersama dengan Wakil Asisten Operasi Kasal Mabes TNI AL, Laksamana Pertama TNI Yusuf melakukan pelepasan kas keliling ke 6 (enam) pulau terluar di Kepulauan Riau, yaitu Pulau Jumaja, Pulau Tarempa/Anambas, Pulau Sekatung Laut, Pulau Subi, Pulau Serasan dan Pulau Tambelan Besar, setelah sebelumnya menyelenggarakan sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) kepada kalangan pelajar di Batam, Kepulauan Riau

Diharapkan dengan rangkaian kegiatan tersebut, dapat semakin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tugas dan peran Bank Indonesia serta membangun kesadaran setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun perekonomian bangsa.(*)

sumber : Departemen Komunikasi BI

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *