Press "Enter" to skip to content

Pemuda Dan Politik Masih Idealiskah?

BIMA NTB

GARUDA-NEWS.ID

Pemuda merupakan aset bangsa sebagai penerus keberlangsungan dalam suatu Negara, pemuda telah mencatat namanya sebagai aktor penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )dari sejarah awal lahirnya Boedi Utomo pada tahun 1908 sampai pada meletusnya gerakan reformasi 1998 runtuhnya rezim Orde baru soeharto dan sampai dengan sekarang.

Politik merupakan ruang publik dimana kepentingan dan aspirasi rakyat berkuasa. Pada dasarnya sifat manusia adalah keinginan untuk hidup bersama, saling membutuhkan dan tidak dapat eksis tanpa kehadiran yang lain. Inilah esensi politik yang sesungguhnya. Prinsip politik menempatkan keadilan bagi masyarakat bukan keadilan yang selalu di perebutkan untuk kepentingan kelompok elit politik, meminjam ungkapan Aristoteles, beliau memandang politik sebagai kecenderungan alami dan tidak dapat dihindari manusia.

Pemuda sekalipun tidak bisa lepas dari politik itu, pertanyaannya apakah pemuda masih Idealiskah? Penulis pikir rasanya sulit disaat intrik politik masuk dalam rana materialisme yang sedang malanda anak bangsa. Pemuda saat ini tergiur untuk mencari keuntungan dengan mendukung terang-terangan salah satu calon baik itu presiden, gubernur, bupati, walikota dan DPR namun tidak melirik sesuatu yang layak untuk di perjuangkan asalkan kebutuhan terpenuhi apapun tidak perduli hingga akhirnya norma dan prinsip politik di abaikan. Pemuda hari ini saling membentuk kelompok hingga terbentur karena berbeda pilihan, bahkan tidak segan-segan menghujat, caci maki dan bahkan saling melaporkan, Itulah yang terjadi baik di kehidupan diluar maupun dalam dunia maya. Seseorang yang idealis mengandalkan pemahaman pada visi yang jelas, ini melenceng jauh dari pandangan Tan Malaka “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”.

Idealis berkata baku ”íde”, yang artinya gagasan idealis berarti suatu yang tergagas atau mempunyai gagasan orang idealis adalah orang yang menyampaikan gagasannya tersebut untuk diakui dan jika memungkinkan dilaksanakan orang idealis biasanya banyak mengeluarkan pendapat ( vokal ) Idealisme adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18.ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, Istilah Idealisme adalah aliran filsafat yang memandang yang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. Kutipan kamus filsafat jakarta : Gramedia pustaka,utama 2005.

Pemuda seharusnya memaknai politik sebagai alat untuk memperjuangkan keadilan yang selama ini sangat kurang dirasakan rakyat, penerapan politik yang baik akan menciptakan demokrasi sehat artinya tidak kembung karena syarat kepentingan, konsep yang di miliki pemuda harus kemudian di terapkan dalam bentuk kegiatan nyata di tengah masyarakat dengan memberikan pendidikan politik. Pendidikan politik sangat diperlukan saat ini oleh masyarakat mengingat pemahaman mereka dangkal bahwasannya politik adalah uang dan syarat kepentingan.

Idealis pemuda sewajarnya berpegang teguh pada makna yang sebenarnya yang menolak cara kotor, lebih mengutamakan alur sesuai prosedur untuk mendapatkan tujuan. Tentu semua itu tidak mudah untuk dijalankan tanpa ada komitmen dan niat tulus dari pemuda itu sendiri, pemuda saatnya mengawal segala sesuatu yang berbaur politik dan hadir sebagai penengah supaya tidak berbenturan antara kelompok masyarakat. Akhirnya segala bentuk yang kita lakukan tidak terlepas dari politik, kemudian idealis juga ikut serta di dalam nya, siapa yang mampu mengimbangi keduanya maka pertanyaan di atas tidak akan ada.**

Penulis : Amirullah Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara Publik, STISIP Mbojo-Bima

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *