Press "Enter" to skip to content

Pembalakan Liar Dan Tambang Ilegal Pada Kawasan DAS, ” HENTIKAN “

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Pembalakan Liar dan Tambang Ilegal Kawasan DAS Sungai Lenggang segera dihentikan, dan ditindak. 

Hal ini disampaikan Asisten Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Pemprop. Babel H. Syahrudin disela-sela pidato singkatnya pada acara Pencanangan gerakan Pemulihan DAS Nasional Tahun 2018 di- Desa Lenggang kecamatan Gantung Beltim Kemaren
H. Syahrudin mengatakan Pencanangan Pemulihan Normalisasi DAS yang dikeruk kemudian dilakukan penanaman, tapi yang ada dihulunya bukit-bukit yang gundul, sementara itu kita biarkan pada saat hujan datang secara tiba-tiba apa yang akan terjadi, ” ujar Syahrudin

” yang telah kita kerjakan untuk pembangunan atau Pemulihan DAS tersebut, oleh karena itu kita perlu berpikir dari hulu kehilir pada saat hujan turun, hujan turun dari sebuah bukit, bukit yang sudah gundul dikarnakan apa?, ” ungkap Syahrudin
Syahrudin mengatakan, bukit yang telah gundul dikarenakan pembalakan liar dan Kawasan Das terjadi pendangkalan dikarenakan Tambang Ilegal,
Sehingga menurut Syahrudin saat curah hujan tersebut tidak lagi tertampung akhirnya Air datang lalu kesungai, dan akan mengalami sentimendensi terus menerus drgradasi pembalakan liar sehingga menimbulkan sungai menjadi dangkal, ” jelasnya

“Untuk itu, berkaitan dengan pemulihan lingkungan, kita harus tegas dari mulai hulunya, dari pembalakan liar jadi kita hentikan dan juga Tambang-tambang baik yang punya izin maupun tidak punya izin kita hentikan, ”
Dengan kita lakukan Pemulihan DAS, direklamasi dan ditanami Rehabilitasi pads bukit-bukit yang gundul, hal ini jika dilakukan suatu saat tidak ada rehabilitasi yang pasti Aliran sungai dalam hal ini DAS akan berhasil secara siknifikan, ” kata Syahrudin.

Sebagai rasa peduli lingkungan warga Desa Gantung yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, Hal yang perlu di perjelas lagi jangan hanya isu bahwa Das Sungai Lenggang tergolong kritis, to harus di selesaikan penuh kebijakan dan disikapi oleh Pemerintah Propinsi dan Pemda Beltim, dengan langkah langkah yang cepat,”

Untuk menjernihkan Aliran Sungai Lenggang kembali dan melestarikan habitatnya perlu penanganan yg serius,hal ini perlu waktu yg lama, untuk itu pihak terkait harus pertegas kan kembali ke. UU lingkungan hidup dan UU DAS ,” tegasnya.
Dan Ia mengingat ada sebuah lagu Daerah, yang di ciptakan oleh Abdul Hadi, ” judul ke pice ” sejarah itu,

Ia sampaikan Selokan Peduli akan lingkungan,” setetes air untuk kehidupan ,jangan hilangkan sejarah,”
” Doeloe PICE itu INDAH,
Sekarang PICE mati tanpa penghuni,”**

Niza karyadi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *