Press "Enter" to skip to content

PASI INTEL KODIM 0431/BANGKA BARAT WAKILI DANDIM 0431/BANGKA BARAT HADIRI KEGIATAN PERAYAAN PESTA ADAT REBO KASAN

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

PASI INTEL KODIM 0431/BANGKA BARAT WAKILI DANDIM 0431/BANGKA BARAT HADIRI KEGIATAN PERAYAAN PESTA ADAT REBO KASAN

Simpang Teritip – Perwira Seksi Intelijen Letnan satu Arm Benny H. Simorangkir wakili Dandim 0431/Bangka Barat Letnan Kolonel Inf Agung Wahyu Perkasa, S.Sos dalam kegiatan Perayaan Pesta Adat Rebo Kasan di Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Rabu (23/10/2019).

“ REBO KASAN ” dikenal dengan perayaan pesta adat Tolak Bala / Tolak Kesialan ini disimbolkan dengan ‘ ketupat lepas ‘ dan ‘air wafa’ yang dilaksanakan secara turun temurun oleh penduduk desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip. Merupakan agenda tahunan setiap tanggal 24 safar (hijriyah).

Perayaan Rebo Kasan adalah salah satu ritual masyarakat Melayu pesisir pantai di Kabupaten Bangka Barat yang akulturasi dari nilai-nilai religius, mitos, dan legenda nenek moyang. Inti dari kegiatan Rebo Kasan adalah Ritual Tolak Bala (musibah) sekaligus harapan para nelayan agar hasil tangkapannya melimpah. Masyarakat percaya bahwa pada hari Rabu di akhir bulan Shafar, Tuhan menurunkan bencana sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebanyak 32.000 bencana baik besar maupun kecil. Sehingga pada hari itu, manusia dianjurkan untuk melakukan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pencabutan ketupat lepas, sebagai tanda sudah dicabutnya bencana yang akan menimpa masyarakat.

Prosesi ritual ini diawali dengan pencelupan air wafa’ (air minum yang sudah diberi doa) oleh tokoh masyarakat sebagai simbol untuk menghalau bencana yang akan datang. Setelah itu doa tolak bala dikumandangkan, yang dilanjutkan dengan inti ritual yakni pencabutan ketupat lepas yang dibuat oleh orang tertentu. Ketupat yang digunakan terbuat dari anyaman daun kelapa yang menyisakan dua ujung daun untuk dicabut sampai lepas, sehingga dua helai daun kelapa kembali seperti sebelum dianyam. Bentuk ketupat ini berbeda dengan ketupat biasa. Bila ketupat biasa berbentuk bulat, ketupat lepas berbentuk panjang. Acara ritual diakhiri dengan makan bersama di dalam masjid dari dulang (seperti nampan atau baki) yang dibawa oleh masing-masing warga. Dulang itu berisi: ketupat lengkap dengan lauk pauknya, lepet, dan buah-buahan.

“Kegiatan ini juga dalam rangka adat istiadat masyarakat Bangka yang merupakan kegiatan turun temurun dari nenek moyang yang kemudian diwariskan kepada anak cucunya untuk dilaksanakan. Ada nilai-nilai kemanusiaan, ada nilai silaturahim yang sangat kental untuk kita teladani,” ungkap Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

“Kebudayaan bisa memperkuat pariwisata. Begitu juga sebaliknya dengan dunia wisata tanpa budaya, tambah Lettu Arm Benny H. Simorangkir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M., Pasi Intel Kodim 0431/Bangka Barat Lettu Arm Benny H. Simorangkir wakili Dandim 0431/Bangka Barat Letnan Kolonel Inf Agung Wahyu Perkasa, S.Sos., Anggota DPRD Prov. Babel, anggota DPRD Bangka Barat, Camat Simpang Teritip, serta warga di Kecamatan Simpang Teritip. **

GS

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *