Press "Enter" to skip to content

Para Petani Protes,Adanya Pembuatan Ringdam TI Rajuk Dikawasan Persawahan

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Pembuatan Sefti atau Talud Pembatas yang diperuntukan kepentingan Tambang Inkonvensional (TI) timah sistem rajuk di kawasan persawahan danau nunjau menuai protes para petani

Pembuatan POK atau Talut manual Ringdam oleh Tambang inkonvensial (Ti) Rajuk jenis ponton diwilayah Danau Nujau, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Masalahnya para petani Danau Nujau sangat mengkhawatirkan akan limbah tambang timah jenis rajuk tersebut jika memasuki persawahan mereka.

“Sebelumnya, sudah dilakukan peringatan bahwa dilokasi tersebut tidak boleh ada penambangan timah jenis rajuk. Tapi peringatan tersebut terkesan tidak dihiraukan oleh para pelaku maupun pemilik Tambang timah sistem rajuk yang menggunakan ponton”

Salah satu petani MN kepada wartawan mengatakan, tadi saat dilokasi hadir dari balai pengkajian teknologi pertanian (BPTP), Kadus, BPD, Babinkamtibmas, Babinsa, kemudian nyusul Gapoktan. Masalah pembuatan pok atau Talut manual Ringdam itu yang kami pertanyakan, disitu sudah terlihat ada dua (2) kerangka yang bakal dijadikan pok atau Talut oleh mereka sementara persawahan petani danau Nujau sangat dekat,” jelas MN

“Menurut MN pembuatan Sefti atau Talut manual Ringdam itu terkesan asal-asalan. Jika Talut itu jebol, limbah penambangan TI Rajuk jenis ponton tersebut terancam mencemari sumber cadangan air persawahan, lantas siapa yang akan bertanggung jawab. Padahal, sesuai kesepakatan itu kan ada beberapa tahapan yang harus di musyawarahkan di Pemda antara pihak PT. Timah dan Pemerintah daerah. Tahu-tahunya mereka sudah bekerja membuat pok atau Talut manual Ringdam, apapun itu alasannya harus sesuai aturan jangan main kucing -kucingan seperti itu,” ujar MN.

Bagaimana kalau limbah lanjut MN, pembuatan Talut manual Ringdam dengan menggunakan ti Rajuk tersebut sampai mencemari masuk ke sawah apa mereka siap bertanggung jawab. Kami juga sudah sepakat bahwa tidak ada lagi aktifitas tambang timah rajuk disitu semenjak dari tahun 2016, tapi ternyata hari ini ada yang jalan beroperasi. Menurut dugaan saya tadi ada sekitar empat (4) ponton, tiga (3) sedang dirakit soalnya tadi sebagian agak terlindung posisi ditelukan. Dari semua perkiraan ada sekitar tujuh (7) unit mesin ti Rajuk jenis ponton tersebut ada empat yang beroperasi katanya sebagian baru ngecam atau survei,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Gantung Siswadi saat dikonfirmasi oleh wartawan mengatakan, masyarakat petani pada prinsipnya tetap akan memperjuangkan agar wilayah Persawahan terssbut tidak terganggu oleh adanya penambangan. Untuk itu air cadangan sekitar wilayah tersebut agar tetap terjaga kejernihannya sebagai sumber cadangan air persawahan,” ujar Siswadi

Siswadi yang akrab disapa Wadot mengungkapkan, Kami sudah koordinasi ke pihak PT. Timah melalui wastam wilayah lenggang untuk dapat mengambil sikap tegas berkaitan operasional Ti Rajuk tersebut walaupun, itu mungkin berada di wilayah IUP PT.Timah,
” Rapat koordinasi musyawarah antar pengurus Gapoktan, PT.Timah, Camat Gantung, Kades, BPD, dan Babinsa Desa Gantung. Berkaitan hal tersebut, telah dilakukan cek langsung ke lapangan yang sudah terlihat dampak kekeruhan walau baru uji operasional oleh penambang,” imbuh Wadot

Pengawas Tambang( wastam) PT.Timah wilayah Gantung Hendro saat ditanya wartawan menjelaskan, berkaitan hal tersebut sudah dibahas dan rencananya besok mau mengumpulkan para penambang.

“Masih banyak yang perlu diperbaiki, dan pok atau Talut pembatas itu dinilai belum maksimal masih gede potensi untuk kebocoran,”

“Terkait perencanaan pembuatan pok atau Talut manual itu, dirinya menuturkan,” Kawan-kawan penambang yang melakukan itu, jadi setelah kami tinjau itu belum maksimal dan harus di perbaiki,” kata Hendro**

Niza karyadi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *