Press "Enter" to skip to content

Pantai Air Anyir Kabupaten Bangka Diduga Merebaknya Tambang Ilegal Dibibir Laut

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Pantai Air Anyir Kabupaten Bangka Diduga Merebaknya Tambang Ilegal Dibibir Laut

Air Anyir — Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Sudah sejak lama dan terang-terangan aktifitas para penambang ilegal yang menggali secara manual bibir Pantai Anyir hingga menjadi sebuah lubang besar. Para penambang juga memakai mesin penyedot kecil (upin ipin).

Terlihat di lubang banyak sekali batu-batu besar hingga terlihat bukan seperti penambang lainnya, yang mendulang dengan sistem mengayak dan saat ini sudah banyak Warga juga kembali mencari emas di areal tersebut, “ujar salah satu penambang Y 54 tahun yang tidak mau disebutkan namanya. Minggu (28/06/2020).

“Dijelaskan kembali bahwa warga hanya memenuhi kebutuhan hidup dengan mencari TI ( Tambang Konvensional ) selain dari pada itu kami kalau tidak bertambang akan memenuhi kebutuhan keluarga dari mana , memang benar di areal pertambangan banyak yang mencari emas itupun yang didapat hanya 1 mata kalaupun dijua laku Dua Ratus empat puluh lima rupiah, “Jelasnya.

Adapun lokasi kegiatan tambang di bibir pantai Anyir ini terbilang cukup dekat dengan jalan raya kurang lebih berjarak 3 kilo dari jalan raya , areal yang di gunakan untuk melakukan aktifitas penambangan rata rata warga Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Blitung.


Pantauan awak media salah satu dari Masyarakat juga mengatakan bahwa masyarakat selain Desa Anyir kecamatan Merawang kabupaten Bangka yang akan ikut melakukan aktivitas penambangan harus meminta ijin kepada Kadus setempat yang dituakan di areal tersebut , tidak menutup kemungkinan juga Kadus Desa Air Anyir juga ikut didalam penambangan penyampaian dari salah satu warung makan di Desa Air Anyir

Para pengunjung Pantai Anyir saat ini sangat diresahkan oleh kegiatan aktivitas penambangan diareal tersebut , apalagi saat ini Masyarakat sudah beramai ramai untuk mencari emas di areal penambangan.

Mesin ponton diareal tesebut berjumlah kurang lebih 30 alat upin ipin , sehingga aktivitas pengunjung pantai untuk melepaskan rasa jenuh selama Pandemi Covid – 19 sudah tidak merasa nyaman lagi, dikarenakan bunyi mesin ponton upin ipin terdengar sangat keras.

Irfansyah

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *