Press "Enter" to skip to content

Kerusakan Lingkungan Sepadan Sungai Lenggang, Aparat Tutup Mata

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Aktivitas TI Rajuk Disungai Lenggang mengakibatkan sepadan sungai rusak parah dan terjadi pencemaran limbah Tailing Timah, diduga menjamurnya operasi TI Rajuk, sementara Aparat Penegak Hukum terkesan tutup mata.

Hasil imformasi yang dapat dihimpun, bahwa aktivitas TI Rajuk dari mulai Aliran sungai didusun langkang Desa Lintang kecamatan Simpang Renggiang dan dikawasan aliran sungai teluk norman desa Selinsing kecamatan Gantung Beltim,

“Tambang Inkonvensional ( TI) Rajuk yang beraktivitas dari hulu Sungai Lenggang dengan bukti Air sungai menjadi keruh, sementara

komitmen bersama yang telah ditandatangani antara Pemerintah dan masyarakat pada tahun 2017 , dan Komitmen selanjutnya pada tanggal 6 September 2018 lalu,

Intinya badan sungai,, alur sungai,, sepandan sungai rusak,, dinilai bahwa Dinas pertambangan provinsi dalam hal itu Gubernur tidak serius membenahi tata kelola usaha-usaha pertambangan. Terkesan melakukan pembiaran atas kerusakan lingkungan yg sudah terlampau masif,” ujar Oscar ketua LSM Komplimas Beltim

Oscar menjelaskan, ingat UU no 28 tentang penyelenggaraan pemerintah dan yang terpenting UU no 26 tentang tata ruang,, kenapa penyelenggara negara dan pemerintah abai dengan ketentuan itu,,, apa SUDAH sebegitu besarkah pengaruh cukong di balik semua praktek itu,” jelas Oscar

“Tetapi mereka tidak menganggap dan tidak mengindahkan Pemerintah Daerah, akibat Lemahnya Pemerintah saat ini, “

Walaupun telah dilakukan Razia penertiban beberapa kali, terakhir penertiban yang dipimpin oleh Wakil Bupati Burhanudin bersama Tim Gabungan Pemkab Beltim, diamankan 30 unit Motor dan 2 pelaku tambang TI Rajuk serta 3 unit Ponton TI Rajuk di-Police Line pada September lalu, terkesan 2 pelaku diamankan hanya sebagai tumbal dari Pemilik TI Rajuk tersebut, “

Lagi -lagi tambang TI Rajuk Illegal membuktikan bahwa terkesan kebal hukum dengan bukti masih tetap melakukan aktivitas Penambangan di kawasan sungai lenggang, ” Katanya.

” PT timah dalam hal ini, punya kontribusi besar terhadap kerusakn juga pencemaran lingkungan yang terjadi pada praktek penambangan di bantaran, alur dan Badan sungai,dalam hal ini pada aliran sungai lenggang , baik pada DAS maupun Sub DAS sungai lenggang,” ungkap Oscar.

khusus PDAM , terangnya itu persoalan pada penempatan juga tata kelola PDAM itu sendiri dalam hal ini Pemkab Beltim.**

Niza karyadi