Press "Enter" to skip to content

Operasi Gabungan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Operasi Gabungan Pemeriksaan
Pajak Kendaraan Bermotor


Belitung Timur,- Petugas Satlantas Polres Beltim bersama Samsat, memeriksa surat STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) pengendara sepeda motor saat dilakukan operasi pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB) di pusat pasar Gantung Belitung Timur, Rabu ( 11/9 ),

Operasi tersebut bertujuan untuk menekan tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor, dalam operasi tersebut petugas menemukan sejumlah kendaraan bermotor yang menunggak pajak.

Tim gabungan terdiri dari Satlantas Polres Beltim, upt bakuda prop. Babel Beltim, TNI, Dishub Beltim, Jasa raharja dan kerjasama dengan BRI.

Kepala UPT. Bakuda Belitung Timur Prop. Babel Alexander Ikhsan, Bagi Pajak Kendaraaan yang sudah mati bisa langsung bayar pajak, banyaknya terjadi kecelakaan kendaraan sudah tidak layak dipakai dan juga tidak bayar pajak,
Kepala UPT Samsat Beltim mengatakan. bahwa UU nomor 22 tahun 2009, telah diatur bahwa bayar pajak tahunan adalah wajib.

Ia menjelaskan, membayar pajak tahunan kendaraan itu bisa mendapat pengesahan dari setiap Samsat yang ada di kabupaten/ kota.

“Tentu kapan pengendara itu tidak membayar pajak, aparat kepolisian bisa memberhentikan mereka karena melanggar peraturan berlalu lintas,” katanya.

Seizin Kapolres Beltim AKBP. Erwin Siboro, SIK, MH melalui Kasat lantas Polres Beltim Akp Dwipurwaningsih,SH,SIK Pelaksanaan operasi razia gabungan untuk mengecek dan memastikan para pengendara baik motor dan mobil selalu mematuhi aturan lalu lintas baik dari kelengkapan surat,

” kondisi kendaraan masih layak atau tidak dan kelengkapan atribut berkendara yang sudah sesuai dengan standar keamanan -berkendara, rambu-rambu lalu lintas dan tentunya untuk menilang dan mendenda bagi yang melanggar atau lalai dalam melaksanakan peraturan lalu lintas tersebut,” ujarnya

” ketika pengendara kena tilang, petugas hanya mencatat identitas, jenis pelanggaran, lokasi tilang, nomor resi tilang, dan besaran denda.

Selanjutnya, jelas Dwi petugas akan mengirim data keserver BRI, kemudian BRI akan mengirimkan SMS ke nomor ponsel pelanggar disertai nominal denda tilang yang harus dibayarkan melalui rekening di BRI.

” Apabila pelanggar tidak memiliki nomor ponsel, sebagaimana yang diketahui, pelanggar akan diberikan slip tilang berwarna biru. Lembar ini kemudian dibayarkan melalui rekening di BRI,
” Adapun bukti pembayaran kemudian bisa diserahkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita,” tukas Dwi.**

( Niza karyadi)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *