Press "Enter" to skip to content

Maras Taun Desa Tanjung Kelumpang

Belitung Timur

Garuda-News.ID

Ratusan masyarakat Dusun Tanjong Belantu Desa Tanjung Kelumpang menyaksikan Maras Taun, yang dilakukan Ritual oleh Dukun Kampong yang berlangsung dikediaman kik dukun Haryadi, dusun tj. Belantu desa tj. kelumpang kec. Simpang Pesak Beltim, pada kamis (14/9)

Budaya Maras Taun dengan istilah pedukunan yaitu ” motong taun lamak ambik taun baru,” ritual adat masyarakat desa Tj. Kelumpang gunakan tepung tawar, maksudnya tepung tawar ini untuk tawar badan jangan rajin sakit, untuk jaga rumah, untuk kendaraan dan untuk peliharaan ayam, ” jelas kik dukun Haryadi.

“Setelah selesai lakukan ritual, adanya pantangan bagi masyarakat selama 3 hari, tidak diperbolehkan bakar dan metik buah-buahan, dan tidak diperbolehkan kekebun dalam satu hari, jika melanggar menurut kik dukun Haryadi akan kena sakit, tujuan dilarang maksud saat itu bagian urang halus untuk aktivitasnya, digunakan Pendupanan sebagai alat untuk beri makan urang halus tersebut dalam satu tahun, budaya maras taun ini selalu kita dilaksanakan setiap tahun baru Islam 1 Muharam, ” ungkap Dukun Haryadi.

Kepala Desa Tanjung Kelumpang Candra Kusuma mengatakan, maras taun adalah warisan budaya leluhur sudah turun temurun dilaksanakan sebagai warisan nenek moyang dari dulu sampai saat inl, sebagai wujud tanda sukur atas anugrah yang telah diberikan oleh Ilahi kepada setiap warga yang sudah dilakukan baik di darat maupun di laut, semoga semua yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi berkah bagi semua warga dan harapannya untuk tahun yang akan datang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, ” jelas Candra

Candra mengungkapkan Desa Tanjung Kelumpang, tempat wisata yang sudah cukup dikenal adalah Pantai Punai, daerah wisata bagian selatan Belitung Timur, satu tujuan daerah wisata di Beltim, tentunya budaya dan adat istiadat seperti maras taun sangat lah perlu dikembangkan dan perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian desa Tanjung Kelumpang ini,”harap candra

“Diharapkan budaya maras taun agar supaya dapat diwariskan dan dikenal pada wisatawan yang banyak datang kedaerah wisata ini,” Tandas Candra.
Maras Taun yang dihadiri Wakil Bupati Burhanudin, Forkominda, camat simpang pesak Marwi, camat gantung Khairil, Kapolsek Dendang, koramil 414-02 manggar May. Inf. Trijoyo, perwakilan kejaksaan, TNI.AU, Basarnas, para kades dan undangan lainnya. (**)

 

Niza karyadi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *