Press "Enter" to skip to content

LSM PERAK Cium Aroma Korupsi Proyek BKM Wala-walaya

MAKASSAR, Garuda- News.ID — Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) menemukan beberapa indikasi korupsi yang dapat mengakibatkan kerugian negara. Hal ini diketahui setelah Tim LSM PERAK turun langsung melihat hasil kerja dan proyek pekerjaan yang masih sementara berlangsung di RW 5 dan RW 4 Kelurahan Wala-walaya Kecamatan Tallo.

Dalam investigasinya, ditemukan pekerjaan pengerukan dan pembuatan tutup selokan (plat penutup) yang sudah selesai diduga tidak sesuai bestek dan spesifikasi di wilayah RW 4.

Melanjutkan investigasinya, LSM PERAK juga menemukan pekerjaan yang masih sementara berlangsung di RW 4 meliputi RT 1, 3, 6, 7 dan 8. Adapun pekerjaannya, jalan paving blok, drainase, plat penutup, pergola, damkar dan plat dekker. Dengan volume paving blok 1292 meter, plat penutup 637 meter dan plat dekker 0,8 x 43 BH.

Pekerjaan tersebut dimulai bulan Agustus 2018 dan berakhir bulan Desember 2018, pelaksana KSM Taro Gau yang dibentuk oleh BKM Wala-walaya dengan anggaran Rp 369.778.000.

Sedangkan di RW 5 RT 4, BKM tersebut juga membangun sebuah jembatan dan dari beberapa kecurigaan LSM PERAK turut dibenarkan salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT 4 RW 4 yang akrab disapa Ocang.

“Saya Ketua RT 4 Pak dan istri saya Ketua RW 4 jadi insya Allah keterangan dari saya dan istri saya bisa dipertanggungjawabkan sebagai tokoh masyarakat yang ingin melihat daerahnya jauh lebih baik,” ungkap Ocang. Kamis, (31/8/18).

Ocang menuturkan, jika proyek drainase dan plat penutup yang baru saja selesai dikerjakan di RW 4 diduga tidak sesuai bestek, spesifikasi dan anggarannya di mark up.

“Lihatmaki sendiri Pak, plat penutup ketebalannya kita temukan didominasi hanya ketebalan 7 sampai 8 Cm padahal idealnya 12 atau 13 Cm, belum lagi drainasenya waktu ditutup tidak dikeruk dulu padahal masuk dalam bagian daripada anggaran,” tutur pria berbadan tinggi tegap tersebut.

Ocang juga prihatin jika proyek yang sementara berlangsung tersebut bernasib sama dengan yang sudah dikerjakan sebelumnya.

“Kita bisa mengacu di proyek sebelumnya Pak, anggarannya ratusan juta baru kualitasnya seperti ituji, nah sekarang proyek drainase dan plat penutup yang sementara dikerjakan lihatmaki sendiri secara kasat mata kualitasnya,” ujarnya.

Ocang juga menyampaikan, jika terjadi protes warga di RW 5 terkait pembangunan jembatan yang tidak disetujui oleh warga.

“Bagaimana tidak disetujui Pak, kalau menurut warga, jembatan yang mau dibuat terkesan asal-asalan jauh dari jembatan yang layak pakai oleh warga, warga tidak menyetujui pembesiannya, kontruksinya dan bahan-bahannya yang diduga hanya memubazzirkan anggaran dan hasilnya tidak bisa digunakan apalagi dalam tempo yang lama,” tambahnya.

Diketahui, Ketua BKM Wala-walaya, Muhammad Askar, saat ini terdaftar sebagai daftar calon sementara (DCS) Partai Perindo Dapil 2 Makassar meliputi wilayah Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Wajo, Bontoala dan Kepulauan Sangkarrang.

Sementara itu, Koordinator Divisi Investigasi dan monitoring LSM PERAK, M. Adnan, ST sangat menyayangkan adanya temuan seperti ini.

“Temuan ini pasti kami akan laporkan, biarkan Kepolisian dan Kejaksaan yang membuktikan Ketua BKM ini curang atau tidak,” tegas Adnan.

Adnan juga meminta penegak hukum segera turun memeriksa pekerjaan yang sudah selesai tersebut.

“Kami akan rampungkan data dan bahan keterangannya untuk dilakukan pelaporan secara resmi,” terangnya.
(*)

Syarifuddin

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *