Press "Enter" to skip to content

KPAD Advokasi Anti Terhadap Penyalah Gunaan NAPZA (Narkoba Dan Zat Adiktif Lainnya)

PANGKAL PINANG

Garuda-News.ID

Dalam kesempatan hari ini (13/09/2018) tepatnya hari Kamis KPAD provinsi kep. Babel melakukan advokasi pengawasan terhadap pecandu yg berada di yayasan D’win foundection yang di naungan Kemensos yang berada di tanjung bunga coaster anggrek air itam Pangkalpinang  yang merupakan rawat inap bagi penyalah guna narkoba dan zat adiktif. Kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 15.00 wib sampai dengan 17.20 wib Dalam kesempatan tersebut advokasi KPAD langsung sebagai Nara sumber.

Ketua KPAD Babel sekaligus Komisioner Bid. Kesehatan dan Napza Sapta Qodria Muafi,SH. dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 10 orang Residen yang diantaranya ada 4 orang anak yg masih di bawah umur yang mana di antara nya berumur 16 tahun,15 tahun,14 tahun dan diantaranya ada perempuan,dan keenam orang berkisar umur 26 sampai dengan 33 tahun,bahkan ada yang Sudah menjadi seorang ayah dan mempunyai 3 orang anak yang masih kecil.

Yang menariknya KPAD memberikan materi yang bisa mengembangkan inspirasi mereka sebagai residen di yayasan tersebut, dengan harapan setelah menjalani rehabilitasi di tempat ini tidak mengulangi perbuatannya yaitu memakai narkoba atau zat adiktif lainnya seperti Aibon, mereka tergolong pemakai narkoba jenis sabu, ekstasi dan ganja dan di tambah lagi karena banyak mengkonsumsi zat adiktif lainnya,

Keberadaan mereka kebanyakan penyerahan dari pihak kepolisian, sedikit karena di serahkan langsung dari keluarga. Dalam kegiatan tersebut KPAD langsung melakukan metode tanya jawab kepada mereka. Cita-cita mereka,tujuan Hidup mereka dan Manfaat Narkoba,dan bagaimana mengantisipasi menghadapi narkoba apabila Sudah pulang kerumahnya yang paling penting apa yang telah di perbuat waktu mengkonsumsi Napza ,dan apa yang mau diperbuat setelah keluar dari tempat rehabilitasi D’win foundection ini.

Mereka sangat senang KPAD melakukan pendekatan dengan cara seperti ini karena dengan metode ini mereka mendapatkan pondasi dengan harapan tidak berubah lagi dari hati kecil untuk mengkonsumsi barang haram tersebut.

Karena KPAD memperingati mereka walaupun di rehab 10x kalau tidak dari hati nurani,dan tidak ada keinginan dari kita tidak akan berhasil kalau tidak dari hati masing2 residen dan selalu ingat gunakan sisa kehidupan bermakna bagi orang lain,karena yang mengukir kehidupan itu adalah diri kita sendiri,agar menjadi kebanggaan keluarga bukan menjadi perbincangan orang, ujar sapta(**)

 

RIO

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *