Press "Enter" to skip to content

Ketua DPC PDIP Lakukan Penganiayaan Terhadap IRT, Ariyanto Mengklarifikasi

BANGKA BARAT
GARUDA-NEWS.ID

Muntok | Setelah adanya pelaporan terhadap Ketua DPC PDIP Ariyanto oleh seorang Ibu Rumah Tangga ( IRT ) Yudha dan dibenarkan oleh Sat Reskrim Bangka Barat AKP Rais Muin, Ketua PDIP tersebut pun bersuara,Kamis (18/04/2019).

Pada pukul 10.30 ketua DPC PDIP Ariyanto mengklarifikasi kepada awak media bahwa mengenai penganiayan yang di lakukannya pada Rabu malam ( 17/04/2019 ) tersebut tidaklah benar.

Yustiana Selaku PAC PDIP yang pada saat kejadian ada di tempat mengatakan bahwa beberapa kali IRT yang menyebutkan sebagai caleq provinsi dapil Bangka Barat dan beberapa orang datang ke kantor DPC meminta data C1 Pemilu 2019.

“mereka sudah beberapa kali datang dan meminta data C1,saya diem karena fokus dengan pekerjaan saya,saya gak ngomong gak ngapa,dan saya gak ngerekap yang DPD, Saya lagi sibuk,belum ada C1” ujar Yustiana.

hingga diatas pukul 21.00 WIB IRT tersebut datang dan meminta kembali data C1 tersebut,yang membuat salah satu pekerja DPC menelpon Ariyanto untuk datang ke kantor DPC.

Ariyanto menyebutkan bahwa malam itu dirinya keliling ke TPS untuk meminta data C1, tiba -tiba di telpon untuk ke kantor DPC PDIP.

“jadi saya tengah di jalan nyari data diTPS ,tiba-tiba mereka ngebel ke supir,sesampainya saya turun dari langsung saya usir,bubar saya bilang jangan ngeri disini, mungkin berapa kali saya bilang mereka tidak bubar” ujar Ariyanto.

Soal penganiayaan yang dilakukannya, Ariyanto menyebutkan bahwa dirinya mengklaim tidak melakukan penganiayaan dan hanya memegang kepalanya dan menjeplaknya satu kali saja.

“lalu saya tangkep kepalanya,lalu menjeplaknya satu kali,lalu saya di tangkep orang pakai baju safari dibawa masuk, untuk pemukulan tidak ada bertubi-tubi,tidak ada” paparnya.

mengenai senjata tajam yang di bawa Ariyanto, Supir Ariyanto mengatakan bahwa dirinya yang membawa senjata tajam tersebut tetapi untuk memotong kayu.

“ku yang bawa parang tu,terus ku titip ke bu mery untuk di bawa masuk, kalo di ambek maksa pasti ade yang luka,tapi ni kan dak” ujar Deki Andreansyah Supir Ariyanto.

Ariyanto juga menyebutkan bahwa dirinya tidak membawa senjata tajam seperti yang di laporkan.

“tu parang sebener e untuk motong kayu tu, yang megang supirku, lah lama sebener nyuruh die motong kayu tu” pungkas Ariyanto.

Penulis : Sendi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *