Press "Enter" to skip to content

Kerusakan Lingkungan Akibat TI Rajuk, Siapa Bertanggung Jawab

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Kerusakan Lingkungan Akibat TI Rajuk, Siapa Bertanggung Jawab

Belitung Timur – Terkait dengan kesepakatan Toleransi yang diberikan ke pelaku penambangan TI. Rajuk Dialiran Sungai Manggar dan sungai Lenggang Belitung Timur, pada tanggal 7 Juni Lalu, dan penertiban dilakukan pada tanggal ( 8/6) oleh Satpol-PP bersama sejumlah anggota TNI dan anggota Polres Beltim,

” Akibat Penambangan TI Rajuk kerusakan Lingkungan cukup parah, siapa yang bertanggung jawab,”

Ketua LSM FKPLH Beltim Suro MS saat dimintai tanggapan pada Rabu(12/6) mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah pemberi ijin operasional dan pembeli/penerima/penampung timah dari hasil TI rajuk tersebut, yang secara aturan mereka lah yang memiliki ijin usaha operasi produksinya.
“Jangan cuma kasih ijin tetapi nggak mau bertanggung jawab terhadap dampak yang terjadi akibat dikeluarkan ijin tersebut, serta yang mendapatkan SDA timah juga, jangan hanya mau enaknya saja mengambil keuntungan perolehan pasir timah,” ujar Suro

Menurut Suro MS, Sesuai dengan peraturan yang berlaku setiap usaha pertambangan harus memiliki ” IJIN LINGKUNGAN,”. Ijin ini diperoleh lewat mekanisme yang cukup panjang,

” misalnya ada amdal dan juga disertai Rencana kegiatan yang harus mendapatkan persetujuan seperti RKAB,” tukasnya

Pertanyaannya TI rajuk yang diberikan toleransi/” diijinkan, ” apa sudah melalui hal-hal tersebut kah?

” Sehingga jika terjadi kerusakan lingkungan dan juga pada aliran sungai adalah hal yang sulit jika para pelaku tambang yang dimintai pertanggungjawaban tentang kerusakan tersebut,” kata Suro.**

( Niza karyadi )

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *