Press "Enter" to skip to content

Kepala BPN Beltim : Desa Harus Siapkan Patok Lahan

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Terkait masalah Program PTSL, dan
Menanggapi pertanyaan warga tersebut, Kepala BPN Beltim, Yan Septedyas menyatakan akan segera menurunkan tim ke Desa Lintang. Namun ia meminta setiap desa yang akan melaksanakan PTSL untuk menyiapkan tanda batas lahan untuk setiap tanah yang hendak diukur. Tujuannya agar memudahkan petugas dalam melakukan pengukuran.

“Jadi setelah ditetapkan lokasi prona kadang kalau kita sudah mengukur di lapangan patok itu belum terpasang. Makanya kalau bisa sebelum 2019 proyek PTSL dilaksanakan masyarakat pasang patok terlebih dahulu,” pinta Dyas.

Tahun 2019 mendatang BPN Beltim diberikan kuota 19.500 untuk pembuatan sertifikat lahan, meningkat 240 persen dari tahun 2018 ini yang hanya mencapai 8.550. Rencananya kuota sebesar itu akan dibagi untuk 23 desa di Kabupaten Beltim.

“Kalau rencana kami 23 desa, namun tadi ada permintaan dari Desa Lintang bisa kita revisi. Kita inginnya bottom up (pengusulan), dari desa mana yang ngajukan, siap dengan patok dan tidak ada permasalahan itu yang kita laksanakan,” jelas Dyas.

Dyas menegaskan pihaknya selalu menjunjung azas keadilan. Bagi pemilik tanah yang sudah pernah menerima program atau double sertifikat akan dialihkan ke pemilik lain yang belum.

“Tetaplah yang kita utamakan bagi masyarakat kurang mampu, paling berapa sih luas lahannya. Dengan adanya sertifikat mereka bisa gadai untuk usaha mereka,” kata Dyas.

Tahun 2019 mendatang, BPN juga akan memprioritaskan PTSL untuk asset lahan yang dimiliki oleh Pemerintah Desa, Pemkab, Pemprov serta instansi pemerintahan lainnya.**

Niza karyadi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *