Press "Enter" to skip to content

Kejari Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Gelar Lomba Pidato

Pangkalpinang

Garuda-News.Id

KejaksaanNegeri Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gelar lomba pidato tingkat Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Pangkalpinang, berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Pangkalpinang. Rabu (5/12/2018)

Perlombaan ini di ikuti 12 peserta tingkat guru dan 17 peserta tingkat pelajar, kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Ari Prioagung.

Dihadiri oleh Sekda pangkalpinang, ketua DPRD pangkalpinang, Ahmad Sobari, kepada dinas PUPR, suparlan serta kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, Dr. Hj. Eti Fahriaty, M.Pd. dan para undangan.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan lomba pidato, Kajari menerangkan bahwa kegiatan lomba yang dilakukan adalah dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember.

“Kegiatan yang di gelar hari ini merupakan salah satu program Kejari Pangkalpinang sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap korupsi,” jelasnya

Lanjutnya Ia menambahkan, pencegahan lebih penting dari pada penindakan terhadap para pelaku korupsi. Karena jika telah terjadi tindakkan korupsi masyarakat tidak bisa merasakan pembangunan.

Selain itu katanya, melakukan penindakan terhadap para pelaku korupsi dan menghukum para pelaku negara membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Pencegahan korupsi sejak dini di lingkungan sekolah sangat penting, agar anak-anak bisa tahu dampak dari korupsi, karena korupsi ini dapat merugikan diri sendiri, orang tua, masyarakat, dan negara. Untuk itu pencegahan ini sangat penting, agar pembangunan di daerah kita dapat dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap dengan diadakannya lomba pidato ini, para guru dapat menularkan kepada anak-anak didiknya di lingkungan sekolah dan bagi peserta siswa dapat menularkan kepada teman-temannya tentang apa itu korupsi dan dampak dari perbuatan korupsi itu.

“Saya berharap dengan lomba ini bisa ditularkan kepada murid dan teman-teman lain di lingkungan sekolah mau dimasyarakat. Mari kita budayakan pencegahan korupsi sejak dini, karena anak-anak ini adalah calon penerus bangsa serta calon pemimpin dimasa akan datang,” pungkasnya.**

(Wenki)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *