Press "Enter" to skip to content

Kasdim 0431/Bangka Barat Hadir dalam Rakor Analisa dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Muntok – Rapat yang diselenggarakan melalui Video Conference ini tidak lain karena masih ditemukannya pelanggarakan protokol kesehatan Corona Virus Disease (Covid-19) dalam penyelenggaraan masa kampanye Pilkada Serentak sehingga perlu diambil tindakan yang tegas mulai dari preventif, persuasif dan represif sesuai aturan hukum. Untuk itu, Kepala Staf Kodim 0431/Bangka Barat Mayor Arm K. Gurusinga turut hadir dalam Rapat Koordinasi yang membahas analisa dan evaluasi pelaksanaan kampanye pilkada serentak tahun 2020. Rakor berlangsung di OR I Setda Bangka Barat, Jum’at (16/10).

Rapat koordinasi yang di pimpin langsung oleh Sesmenko Polhukam ini tentunya masih terdapatnya pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 yang berlaku, diperlukan komitmen untuk seluruh pihak dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 wajib mematuhi segala bentuk peraturan yang telah diterapkan seperti patuh akan Protokol Kesehatan Covid-19 maupun peraturan pilkada lainnya. Tentunya harus ada soliditas semua aparat terkait dalam memantau maupun mengamankan pilkada serentak.

Tujuan diselenggarakannya Rakor Analisa dan Evaluasi ini untuk mendengarkan analisa dan evaluasi pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak tahun 2020. Terdata beberapa kasus pelanggaran, salah satunya kasus pelanggaran melalui Media Sosial, Politik uang, penyalahgunaan fasilitas pemerintah dan beberapa kasus lainnya.

“Masih banyak masyrakat yang tidak menggunakan masker, masih ada kamoanye terbuka atau keuntungan tidak patuh pada kesehatan bisa rawan terjadi di pusat keramaian, salah satunya pasar. Kampanye diluar atau dari KPU ini pemasangan iklan berupa gambar dan pemerintahan kemudian adanya kelompok kecil yang berpotensi terjadi bentrok antara pendukung, biasanya terjadi di daerah-daerah yang tidak termasuk daerah rawan konflik sosial. Ada beberapa kabupaten penerangan listrik sangat terbatas, contohnya Papua. Papua menjadi salah satu awal terjadi bentrok antara pendukung yang disampaikan oleh kampanye hitam bisa menjadi pemicu terjadi pelanggaran kesehatan secara tetap dalam jumlah peserta yang melebihi batas yang telah ditetapkan syarat yang disampaikan oleh Seputi Adwil RI,”pungkas Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsekal TNI Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han.

Pada akhir Rakor tersebut, Kasdim 0431/Bangka Barat Mayor Arm K. Gurusinga mengatakan “Penegakkan Protokol Kesehatan Covid-19 merupakan kunci dalam kampanye pada Pilkada Serentak Tahun 2020. Metode penegakkan Protokol Kesehatan harus dilakukan melalui cara preventif, persuasif, agar wilayah Kabupaten Bangka Barat bisa mencapai Pilkada yang aman, damai dan bebas dari Covid-19,”pungkasnya.

Turut hadir dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kampanye dalam Pilkada Serentak, Asisten I Setda Babar, Kasdim 0431/Babar, Kabag Ops Polres Babar, Hakim Pengadilan Negeri Babar, Kasi Intel Kejari Bangka Barat, Kasat Pol PP Babar, Ka Kesbangpol Babar, Ketua KPU Babar, Ketua Bawaslu Babar serta tamu undangan lainnya.**

Fitria Rizky

Comments are closed.