Press "Enter" to skip to content

Kain Batik Hasil Karya Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang Ludes Terjual

Pangkalpinang 

Garuda-News.Id

Banyak ketrampilan yang didapatkan oleh warga binaan/narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang, yang kelaknya menjadi income bagi warga binaan itu sendiri setelah bebas kelak, antara lain ketrampilan membatik kain.

Tadi pagi Jum’at (28/12/2018), Kain batik hasil karya para warga binaan Lapas Perempuan Kelas III A Pangkalpinang berhasil terjual melalui lelang terbuka.

Digiat acara peringatan hari ibu ke-90 yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Perempuan Wirausaha  Indonesia (Perwira) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perwira Kota Pangkalpinang, berkerjasama dengan Lapas Perempuan Kelas III A Pangkalpinang.

Kain Batik bermotif daun “simpor” hasil karya warga binaan atasnama Fitria BD terjual dengan harga yang tertinggi, melalui lelang terjual dengan harga sebesar 400 ribu, langsung dimiliki oleh seorang wirausaha bumbu masakan tradisional kemas ” Veni Bumbu”.

Sementara itu, Ibu wakil gubernur Lasmi Fattah juga menawarkan kain batik motif buah “Rukam” sehaga 300 ribu karya warga binaan atasnama Mira, dan satu helai kain batik bermotif buah “Manau” hasil karya Dewi dihargai sebesar 250 ribu.

Ketua DPD Perwira Kep. Babel Ishadi berhasil memenangkan penawaran tertinggi kain batik bermotif daun “Sahang” seharga 300 ribu hasil karya warga binaan Kristin Denok motif.

Kemudian, kain batik motif “Ketuyut” karya warga binaan atasnama Surya Fitri, dihargai sebesar 200 ribu dimiliki oleh seorang wirausaha dari DPD Perwira Kep.Babel April.

Sementara itu Rosita, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Keamanan dan Ketertiban berhasil membawa pulang kain batik bermotif daun “keramuting” karya warga binaan atasnama Linda setelah berhasil menawarkan harga tertinggi sebesar 250 ribu, dan Irma Kasubsi Pembinaan Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang memenangkan penawaran lelang kain bermotif buah “Buni” hasil karya atas nama Melia.

Kain batik hasil karya dari warga binaan yang semua bermotif tumbuhan dan buahan hutan asli dari pulau Bangka, hari itu semua laku terjual.**

Sinyu Pengkal

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *