Press "Enter" to skip to content

Internet Buat Orang Malas Keperpustakaan

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Animo kunjungan masyarakat ke Perpustakaan di era digital ini kian menurun. Masyarakat merasa lebih mudah dan nyaman dengan sumber informasi dan mencari literasi dari dunia maya.

Data dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Beltim mencatat pada tahun 2017 lalu jumlah kunjungan ke Perpustakaan daerah dan Keliling mencapai 13.165 orang. Meski jumlah ini mengalami sedikit peningkatan dari tahun 2016 lalu yang hanya mencapai 12.987 orang, namun dengan adanya kemudahan akses jaringan serta kecanggihan gawai diprediksi ke depan kunjungan akan terus menurun,” ujar Sony

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan Kabupaten Beltim, Sony Aprianto mengatakan kondisi ini bukan hanya dialami oleh Kabupaten Beltim namun seluruh perpustakaan di Indonesia.

“Kalau kunjungan ke perpusatakaan memang rendah, namun sebaliknya minat baca masyarakat kian meningkat. Inilah salah satu efek dari kemudahan teknologi,” kata Sony seusai Peringatan HKP di Gedung Perpusatakaan Umum Daerah, Jum’at (14/9).

Diungkapkannya jika saat ini Dinas Perpustakaan berada dalam sisi yang dilematis. Satu sisi Dinasnya dituntut untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan, namun satu sisi diminta untuk mengimbangi arus teknologi.

“Kita diminta membuat website (laman), e-library (perpustakaan digital) atau e-perpustakaan dan lain-lain. Otomatis dengan adanya ini akan mengurangi kunjungan pemustaka,” jelas Sony.
Sony menambahkan 84 persen pengunjung perpusatakaan adalah pelajar. Sedangkan sisanya adalah mahasiswa dan peneliti.

“Makanya kita terus berinovasi agar kunjungan terus meningkat. Saat ini kita mempunyai sekitar 17.000 judul buku dengan eksemplar mencapai 25.000,” ungkapnya.
Dengan pelaksanaan perpustakaan digital dan laman Dinas Perpustakaan diklaim akan mempermudah akses masyarakat untuk mencari buku serta literasi yang lebih lengkap. Dijadwalkan kegiatan akan berjalan mulai 2019 mendatang.

“Tergantung Diskominfolah yang mau bantu kita. Soalnya pembuatan laman dan jaringan internetnya dari Diskominfo,” ujarnya.(**)

Nizakaryadi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *