Press "Enter" to skip to content

Insiden Tewasnya Pengunjung Di Pasir Padi Bay, DPRD Kota : Pihak Pengelola harus Bertanggung Jawab

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

RIO SETIADY ANGGOTA DPRD KOTA PANGKALPINANG

PANGKALPINANG – Nasib naas yang menimpa bocah 8 tahun warga Bangka Selatan yang tewas saat mandi di Kolam Renang Waterboom Pasir Padi Bay terjadi pada sabtu (08/06/19) lalu hingga kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Terkait hal tersebut, kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian bagi masyarakat saja tetapi menjadi perhatian serius dari DPRD Kota Pangkalpinang.

Atas kejadian ini, DPRD meminta pihak pengelola dan pengusaha Pasir Padi Bay bertanggung jawab atas hilangnya nyawa anak bernama Alif Bin Sahroni tersebut, Senin (10/06/19)

Menurut Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady mengatakan,berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2015 tentang Standar Usaha Gelanggang Renang, menetapkan batasan tentang persyaratan minimal dalam penyelenggaraan usaha.

Bahkan perusahaan atau manajemen wajib memiliki sertifikasi usaha dan pemenuhan standar usaha ini meliputi aspek produk, pelayanan serta pengelolaan.

Dari aspek produk, sarana dan prasarana keselamatan dan keamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Para pengunjung wisata kolam renang membayar retribusi untuk masuk ke lokasi wisata. Artinya mereka berhak mendapatkan layanan dan keamanan selama di lokasi wisata.

“Yang jelas harus segera dievaluasi terkait dengan mengapa sampai jatuh korban di kolam renang Pasir Padi Bay. Harus ada pertanggungjawaban yang jelas,”tegas Rio.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda itu menekan agar hal seperti itu tidak terulang kembali. Maka kejadian itu harus menjadi pelajaran. Bila perlu harus diberikan sanksi jika memang ditemukan pelanggaran dan kelalaian.

“Kami tidak ingin hal ini terulang kembali mengingat pengunjung di sana cukup banyak terlebih pada hari libur lebaran. Manajemen harus menjadikan ini sebagai sebuah pelajaran sekaligus memastikan untuk tidak terjadi kembali pada waktu yang akan datang,”tegasnya.

Katanya, karena sudah masuk ke ranah hukum di Kepolisian maka DPRD memantau dan menunggu hasil pengembangan penyelidikan perkaranya.

“Kami akan melihat perkambagannya. Yang jelas SOP keamanan di Pasir Padi Bay harus dievaluasi secara total. Kasus ini harus jelas,”ucapnya.

Dia juga meminta kepada dinas terkait yaitu Dinas Pariwisata agar melakukan pengecekan kepada semua arena bermain dan tempat wisata apakah masih ada peluang untuk terjadinya kecelakaan yang tidak dinginkan. Jangan sampai terulang kembali di tempat yang lain.

“Pemerintah Kota harus memberikan perhatian karena ini adalah masalah nyawa manusia. Jangan dianggap enteng. Semua pihak harus memberikan perhatian yang sama yaitu jangan sampai Kejadian ini terulang kembali.

DPRD juga kata Rio, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam kejadian itu. Duka harus terobati dengan terungkapnya kasus ini agar jelas.

Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu pengunjung di tempat wisata Pasir Padi Bay. Kami juga berharap ini adalah kejadian pertama dan yang terakhir dan tidak akan terulang lagi di kemudian hari.

“Maka sangat ditekankan kepada manajemen Pasir Padi Baya agar melakukan evaluasi total terhadap SOP keselamatan. Awas, jangan sampai terulang kembali,” tukasnya.**

3s

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *