Press "Enter" to skip to content

Gerakan Urang Melayu Babel Tolak Islam Nusantara di Babel

PANGKALPINANG

Garuda-News Id

G postserakan Urang Melayu Bangka Belitung menegaskan penolakan terhadap ideologi Islam Nusantara di Bangka Belitung. Sebagaimana dikatakan Rijal Ahmad selaku koordinator GUM Babel di Tins Plaza, Rabu (3/10) kemarin. Pihaknya juga menolak diadakan kegiatan kirab satu negeri yang diselenggarakan GP Ansor serta kedatangan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil. Dalam gerakan itu, hadir juga sesepuh, Habib Quraish, FPI, FJB, LMP serta eks HTI Babel.

“Dalam menyikapi penyelenggaraan kirab oleh GP Ansor dan kedatangan Ketum GP Ansor ke Babel. Kami menyatakan sikap menolak secara tegas pelaksanaan kirab satu negeri di Babel. Diduga membawa idiologi Islam Nusantara,”tegas Rijal.

Ditambahkannya, Islam Nusantara merupakan ideologi yang bertentangan dengan ajaran Islam dan merupakan agenda penjajah untuk memecah belah Islam dan kaum muslimin. Untuk penolakan kehadiran Ketum GP Ansor pihaknya menilai selama ini Yaqut telah banyak melontarkan pernyataan dan sikap yang menyakiti ulama, dan telah ditolak di sejumlah tempat.

“Kegiatan itu dapat menimbulkan berbagai penafsiran, politisasi dan memicu polemik dapat merusak kondisi kondusif dan kerukunan di tengah masyarakat,”jelasnya.

Mereka meminta pihak berwenang tidak mengeluarkan rekomendasi atau izin penyelenggaraan kirab satu negeri itu dan kalau pun sudah dikeluarkan diminta mempertimbangkan Kamtibmas agar dapat dibatalkan.

“Kami tidak bertanggung jawab atas akibat yang mungkin timbul. Kita menyerukan kaum muslimin di Babel bersikap tenang, damai dan menghindari sikap melawan hukum,”tukasnya.

Ditegaskannya lagi, Gerakan ini tidak mewakili ormas manapun, kehadiran mereka karena terpanggil untuk menyelamatkan Islam dan kamu muslimin di Babel. Mereka akan melakukan aksi damai jika masih berupaya untuk menggelar kirab tersebut.

“Kita akan kerahkan massa melakukan aksi damai. Kerangka damai sebagaimana poin terakhir menyeru kepada kaum muslimin, tetap akan melakukan penolakan dan mengerahkan masa sebanyaknya,”tutupnya.

Sementara, Habib Quraish mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan Kapolda Babel. Hal ini dilakukan agar ada komunikasi dua arah, juga direncanakan akan ada pertemuan dengan pihak GP Ansor di Mapolda Babel, Kamis (4/10).

“Kirab mereka dari bandara ke Bhay Park, jika Yaqut tidak hadir tindakan kita sesuai agenda, rencana semula berorasi hadir di bandara dan mengikuti jejak sampai Bhay Park. Kita ceritakan ke Kapolda luka lama yang dibuat Masmuni belum sembuh,”katanya.

Yang jelas, para sesepuh serta Gerakan ini tetap pada spirit untuk menjaga Babel dalam kondisi terbaik. Agar tidak ada hal atau kejadian yang tidak diinginkan. Pihaknya juga berharap dapat mencegah terjadinya hal yang destruktif.**

Redaksi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *