Press "Enter" to skip to content

Gajah Liar Kembali Obrak Abrik Perkebunan Warga Dan Merusak 15 Gubuk Di Cot Girek

A C E H
GARUDA-NEWS.ID

Gajah Liar Kembali Obrak Abrik Perkebunan Warga Dan Merusak 15 Gubuk Di Cot Girek

Aceh Utara – Kawan gajah liar yang sudah masuk semenjak 17 Ramadhan lalu hingga kini masih berada di pemukiman warga tepatnya di dusun alue buluh kecamatan cot girek , dan telah merusak sejumlah tanaman warga dan juga beberapa gubuk petani di kawasan tersebut.

Pantauan media ini selasa ,(11/06/2019) dilapangan kurang lebih terdapat 15 gubuk dan berapa tanaman warga yang dirusak seperti pisang , kelapa sawit kakau dan beberapa jenis lainnya. Kadus Alue Buluh Abdul Rahman yang di jumpai media ini mengatakan bahwa puncak pengrusakan itu terjadi pada senin malam (10/06/2019) .

Dirinya menambahkan bahwa selama ini masyarakat ditempatnya hanya melakukan penghalauan gajah ketika sudah mendekati perkebunan mereka dengan alat seadanya , memang di sini sudah di bangun CRU ( Conservation Response Unit ) yang selesai dibangun pada akhir 2016 lalu tapi hingga saat ini belum ada gajah jinak yang ditempati, Ucap Abdul Raman.


“Akibat ganguan gajah ini petani merugi , karena banyak tanaman yang dirusak”.
Kawan gajah liar masuk sekitar 3 kali dalam setahun ,serta kawanan gajah ini berbencar menjadi beberapa kelompok setelah masuk ke perkebunan dengan jumlah beragam dan diperkirakan kawan gajah ini berjumlah sebanyak 32 ekor.

Sementara itu seksi wilayah satu BKSDA Provinsi Aceh Nurdin mengatakan selama ini kita sudah membentuk empat tim mitigasi Mandiri yang terdiri dari para petani yang ada di sini untuk melakukan pemantauan gajah liar dan penghalauan.


“CRU yang ada disini adalah pemindahan dari tempat sebelum nya yang berada di dusun bate uleu , dan tidak mungkin menempatkan para pawang gajah ketika memang fasilitas yang ada belum memadai seperti air dan fasilitas pendukung lainnya , maka kita akan siapkan itu semua supaya para pawang tidak jenuh untuk bekerja”.

Pada hari ini kita juga sudah mendatangkan dua gajah jinak yang rencananya untuk melepaskan GPS Collar yang ada pada gajah liar , dan setelah itu selesai maka kita akan kembali membantu para petani untuk menggiring gajah liar keluar dari perkebunan warga.**

*Laporan : Syahrul*

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *