Press "Enter" to skip to content

DZ Pernah Dipidana, Daris Lahagu: Bupati Nias Utara Dikelilingi Para Mantan Napi

Nias Utara, Garuda-News.ID Bakal Calon Legislatif dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dari Daerah Pemilihan Nias Utara 1 Dalifati Ziliwu (DZ), diumumkan sebagai mantan terpidana oleh KPU Nias Utara. Pengumuman tersebut disampaikan KPU Nias Utara dengan Nomor 672/PL.01.4-PU/03/KPU-Kab/VIII/2018 tanggal 27 Agustus 2018 lalu di laman website KPU Nias Utara.

Dikutip dari website www. Corongnias.Com komisioner KPU Nias Utara Haogolala Gea mengungkapkan bahwa Dalifati Ziliwu merupakan terpidana kasus perjudian pada tahun 2009 lalu.

“Dalifati Ziliwu itu terpidana karena sudah ditangkap dalam kasus judi. Keterlambatan pengumuman itu tidak menjadi persoalan di PKPU.” Ungkapnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Nias Utara, Memori Zendrato menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penelitian terhadap berkas Dalifati Ziliwu sebagaimana aturan yang dimuat dalam PKPU.

“Kita masih belum bisa memberikan jawaban pasti karena kita masih bekerja, selain ke pengedilan, selanjutnya kita akan meneliti apakah yang bersangkutan sudah melengkapi di daftar riwayat hidup dan mengumumkan di media massa bahwa dirinya merupakan mantan napi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Darianus Lahagu Pemuda Desa Asal kecamatan Afulu menyampaikan rasa terimakasihnya atas diberlakukannya PKPU Nomor 20 tahun 2018. Karena sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait status hukum para Bacaleg.

“Kita bersyukur ya? PKPU ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui dosa masalalu para caleg. Jadi masyarakat akan memantapkan hati sebelum menjatuhkan pilihan pada seseorang.” cetusnya.

Daris juga tidak menampik bahwa label mantan napi yang kini disandang oleh Dalifati Ziliwu berkaitan erat dengan abruradulnya sistem pemerintahan Nias Utara saat ini.

“Beliau kan Ketua Komisi B, juga mantan Ketua Tim pemenangan M. Ingati Nazara (Bupati_red). Inikan semakin jelas, bahwa Bupati Nias Utara dikelilingi oleh para mantan Napi, benar adanya. Biasnya juga kelihatan. Lihat saja kinerja Dinas Pendidikan. Itu mitra kerja Komisi B”. Papar Daris mengakhiri.(**)

(TIM)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *