Press "Enter" to skip to content

Diduga Korupsi Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pr Direktorat SDA Wil Sumatera VII Bangka Belitung Ditahan Kejari Bangka

Sungailiat 

Garuda-News.Id

Menjelang akhir tahun 2018 sebagai kado istimewa memperingati hari anti korupsi krops Adhyaksa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan dua orang pejabat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pr Direktorat SDA Wil Sumatera VII Bangka Belitung, yakni ; Ir Abdurroni,MT dan Mulyanto ST MM MT.

Kedua pejabat Kementerian PU PR Direktorat SDA Wil Sumatera VII Bangka Belitung itu ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, setelah secara maraton diperiksa pidsus Kejari Bangka.

Penahanan terhadap keduanya bersamaan dengan pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan  proyek rehab pipa Merawang tahun 2016 lalu.

Kepada Pewarta HPI Babel, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, R Jeffri Huawe melalui Kepala Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) menyampaikan, selain kedua pejabat tersebut juga menahan Ir M Riffani dan Yuda Suara alias Aloi yang sudah terlebih dahulu dititipkan ke lapas Tua Tunu.

” Mereka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 KUHP, subsidiair Pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 KUHP, diduga menyebabkan negara menderita kerugian Rp 2.950.589.335,-.” jelas Aditia, Kamis (6/12/2018).

Dijelaskan oleh Aditia secara terinci, kasus itu berawal Tahun 2016 saat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pr Direktorat SDA Wil Sumatera VII  melaksanakan kegiatan rehab pipa transmisi Kolong Merawang menggunakan dana sebesar Rp 4.761.000.000, dan ditambah dengan pekerjaan pemasangan pipa intake senilai Rp 1.200.000.000, yang dimenangi oleh perusahaan PT Rian Makmur.

Namun pengerjaan proyek tersebut malah dilakukan oleh Yuda Suara alias Aloi Direktur PT Bangka Utama, yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, dan sayangnya pelaksanaan proyek dikerjakan asal-asalan, sehingga pipa tak berfungsi dengan baik.

” Pipanya banyak mengalami kebocoran sehingga pipa transmisi tersebut airnya tidak mengalir ke water treatment pump (WTP-red),” jelas Aditia.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Bangka, Andre juga membenarkan informasi terkait  adanya penahanan tersangka pipa Merawang.

“Betul memang ada penahanan tersangka pipa Merawang. Baru saja usai sekitar jam 16.00 WIB. Perkara ini merupakan pelimpahan dari penyidik Kejati Babel” ujar Andre saat dihubungi Pewarta HPI Babel.

Ketika ditanya kenapa  penahanan tersangka justru dilakukan pihak kejari Bangka? Bukankah penyelidikan dan penyidikannya dilakukan oleh Kejati Babel? Andre katakan  jika perkara ini penuntutannya atau jaksanya ada di Kerjari Bangka sedangkan penyidik di Kejati Babel  hanya melakukan penyelidikan dan penyidikan sedangkan untuk jaksa penuntutnya di Kejari,” tutup Andre.

Diketahui sebelumnya, perkara kasus dugaan korupsi rehab Pipa Merawang tahun 2016 mulai mencuat saat pimpinan Kejati Babel dijabat oleh Happy Hadiastuty pada tahun 2017 silam.**

Sinyu Pengkal

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *