Press "Enter" to skip to content

Posts published in “VIDEO”

Makan Ice Cream? Coba Mampir di Bolak-Balik Ice Cream

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Panas terik cuaca kepulauan kadang menyengat sampai ubun-ubun. Dan parahnya lagi, hati bisa ikutan panas.

Untuk sekedar mendinginkan tenggorokan yang berujung nyamannya suasana, ada baiknya anda mencicipi salah satu penganan khas di teriknya matahari, yakni ice cream.

Sore tadi, Rabu, 09/05, redaksi GN berkesempatan mencicipi ice cream yang bisa disebut cukup rekomended ketika hawa panas menerjang kerongkongan.

Dengan menu yang beragam, harganya-pun cukup bersahabat di kantong, dengan nominal 30 ribuan, kita sudah dapat Ice Cream batok, disajikan khusus dengan alas kelapa, toping hiasan biskuit, rasanya cukup menyejukkan leher tatkala sinar matahari begitu lebar tersenyum.

Menurut salah satu pelayan, saat redaksi berkunjung di kedai ice cream ini, kedai ini sudah ada sekitar 3 tahunan lebih. Sementara, menurutnya lagi dari segi penyajian juga tak terlalu rumit. “ Hanya butuh waktu sekitar 10 menit, dari penyiapan bahan-bahan yang sudah jadi,” kata pelayan tersebut.

Tertarik untuk mencoba? Silahkan saja berkunjung ke kedai ice cream bolak-balik, yang terletak di jalan Mayor Syafrie Rahman, Pangkalpinang. (*)

 

naskah : LH

photographer : Septa

video edited : Annas

Belum Ke Bangka Namanya, Jika Belum Makan Lempah Kuning 

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Kalau anda bepergian ke wilayah Provinsi Bangka Belitung, belum sah rasanya jika anda belum mencicipi kuliner dengan cita rasa khas, yakni lempah kuning. Redaksi GN coba mengeksplor makanan khas tersebut, Minggu, 06/05.

Perlu diketahui, lempah kuning dapat disebut demikian karena memiliki kuah yang berwarna kuning. Sementara asal kata lempah atau gangan sendiri, bisa bermakna sebagai makanan basah dengan penganan utamanya ikan.

Namun dapat diganti sesuai selera. Bisa daging ayam, daging sapi. Tapi kebanyakan ikan, jenis tenggiri, kakap,kerisi, bahkan ikan kembung.

Cara membuatnya pun cukup mudah, yakni pertama yang harus disediakan adalah ikan tenggiri ukuran sedang, bisa diganti ikan kembung, tambahkan air bersih /+ 800 mililiter, laos, kunyit, cabe, asam, bawang merah, belacan, garam, nanas dipotong dan bumbu halus.

Selanjutnya? Silakan disimak tayangan video berikut. (*)

 

script writter : LH

video editing : Annas

Majelis Taklim Se-Kota Pangkalpinang Semarak Ikuti Forsil Akbar Salimah

Garuda-News.ID Pangkalpinang-Sekitar 300-an Anggota Majelis Taklim se-Kota Pangkalpinang memadati Rumah Dinas Walikota Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Sabtu, 05/05/2018.

Mereka mengikuti Forum Silaturahim Majelis Taklim Akbar (Forsil MT) Akbar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah Kep. Bangka Belitung (PW Salimah Babel) dan Pengajian Al Hidayah Kota Pangkalpinang.

Acara tersebut merupakan serangkaian acara Silaturahim Nasional Salimah 2018  Tanggal 5-6 Mei 2018 di Hotel Puri 56 Pangkalpinang.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Pembangunan dan Politik (Kesbangpol) Suhartini, SH, MM, yang dalam kesemoatan tadi, sekaligus membuka acara tersebut. Beliau sangat mendukung kegiatan Forsil tersebut dan berharap ibu-ibu peserta bisa menjadi produktif dan kontributif.

“Saya sangat senang bisa ikut dalam acara seperti ini, semoga ibu-ibu disini bisa menjadi produktif dan kontributif sesuai dengan tema acara hari ini”, ujar Suhartini dengan semangat.

Sementara itu Ketua PW Salimah Babel yang diwakili Sekretaris PW Salimah Babel Meiristia Komariah, S.Km, M.Epid menjelaskan bahwa Kegiatan Forsil Majelis Taklim merupakan wadah untuk belajar Islam. “Forsil ini adalah program unggulan Salimah sebagai wadah bagi perempuan untuk belajar keislamanan,” jelas Tia sapaan sehari-harinya.

Ustdzah Sinta Santi, Lc dalam ceramah tarhib ramadhan menguraikan tentang pentingnya persiapan Ramadhan. “Mengapa persiapan ramadhan ini penting?karena ramadhan merupakan bulan istimewa dan bulan agung”, jelas Sinta. Oleh karena itu sebagaimana tamu agung harus dipersiapkan untuk menyambutnya.

Menurut Ustdzah yang pernah belajar di Kairo Mesir ini, dengan mengingatkan persiapan ramadhan akan menjadi tameng diri. ” Dengan kita mengingatkan untuk ramadhan ini akan menjadi tameng, perisai, penguat dan pelindung serta menjaga kesabaran kita,” jelasnya.

Selain itu, Sinta menambahkan bahwa dengan mentarhibkan ramadhan agar kita mudah mengingat tentang keutamaan ramadhan sehingga tidak sia-sia amalan kita. “Kita mentarhibkan ramadhan supaya bisa mengingat keutamaan ramadhan, agar tidak sia-sia amalan kita dan kita bisa memaksimalkan amalan di bulan ramadhan yang hanya satu kali.dalam setahun,” paparnya.

Para peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan seputar ramadhan yang ditanyakan kepada pembicara.

Diakhir acara dilakukan Launching Wakaf 200 Quran secara simbolis diberikan kepada Suyati dari majelis taklim Nurul.Barokah Kelurahan Temberan dan Gerakan Tebar 1000 mukenah pada dhuafa se-Bangka Belitung secara simbolis diberikan pada Mardiana warga Kecamatan Girimaya. (*)

naskah :Tim Humas dan Media PD Salimah Kota Pangkalpinang

edited by : deby

video edited by : annas

Ini Kesan Dan Pesan Kepala Sekolah SMAN 4 Pada Alumni

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Farewell Party aelalu mengharu-biru bagi para pesertanya.

Pun demikian dengan Kelas XII Angkatan Ke XXV SMA Negeri 4 yang baru saja melakukan pesta perpisahan.

Dan mereka akan melukiskan kenangan manis di memori kehidupan mereka dengan gurunya, sekolahnya, ruang favorit kelasnya, ibu kantin yang selalu ceria, atau mungkin dengan gebetan adik kelas yang charming.

Nah pembaca, di Minggu pagi, 06/05 ini, redaksi coba menyajikan satu video dokumentasi soal tersebut. Monggo disimak.(*)

reporter/presenter : winda/ biro pangkalpinang

video edited by : annas

script : LH

Kesya Salim, Pelantun Dag Dig Dug Ini Punya ‘Rahasia’ Di Kamarnya

Garuda-News.ID Babel – Tidak banyak yang tahu, bahwa artis penyanyi berbakat asal Bangka Belitung, Kesya Salim ternyata memiliki rahasia di dalam kamar tidurnya, Sabtu, 05/05.

Dalam wawancara eksklusif awak media GN, presenter Adelia membeberkan pada pembaca di tayangan video berikut.

Penasaran? Yuk kita tonton video-nya. (*)

Reporter : Adelia

video editing : Annas-Yoggy

creative director : M Iqbal

Nganggung, Dalam Tudung Saji Kutemukan Kebersamaan

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Nganggung adalah suatu tradisi turun temurun yang hanya bisa dijumpai di Bangka. Karena itu tradisi nganggung dapat dikatakan salah satu identitas Bangka, sesuai dengan slogan Sepintu Sedulang, yang mencerminkan sifat kegotong royongan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Nganggung atau Sepintu Sedulang merupakan warisan nenek moyang yang mencerminkan suatu kehidupan sosial masyarakat berdasarkan gotong-royong. Setiap bubung rumah melakukan kegiatan tersebut untuk dibawa ke masjid, surau atau tempat berkumpulnya warga kampung. Adapun nganggung merupakan suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam rangka memperingati hari besar agama Islam, menyambut tamu kehormatan, acara selamatan orang meninggal, acara pernikahan atau acara apapun yang melibatkan orang banyak.

Nganggung adalah membawa makanan di dalam dulang atau talam yang ditutup tudung saji ke masjid, surau, atau balai desa untuk dimakan bersama setelah pelaksanaan ritual agama. Makanan tersebut dibawa dengan cara di “anggung” (dipapah di bahu) menggunakan dulang yang ditutup dengan tudung saji pandan atau daun nipah khas Bangka yang warnanya semarak dengan motif yang khas pula. Itu sebabnya Kepulauan Bangka Belitung disebut juga “Negeri Sepintu Sedulang”.

Nah pembaca, alhamdulillah malam ini redaksi mendapat kesempatan untuk dapat melakukan liputan langsung budaya Nganggung yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Dengan mengambil lokasi di Mesjid Nurul Hidayah Kelurahan Paritlalang Pangkalpinang, redaksi mengikuti prosesi adat budaya Nganggung tersebut, dimulai dari sholat isya berjamaah, hingga kemudian dipimpin oleh seorang Ustadz mesjid tadi mulai melantunkan sholawat serta salam pada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, Senin malam, 30/04.

Setelah sekitar hampir sejam lebih para jamaah masjid mengikuti tuntunan tahlil, tahmid serta sholawat yang diakhiri dengan doa selamat. Maka para jamaah kemudian mulai membuka hidangan makanan yang sebagian ditutupi oleh tudung saji khas berwarna merah dengan motif kuning. Yang diletakkan di dalam area mesjid.

 

Untuk kemudian secara bersama-sama mulai menyantap hidangan yang didominasi oleh penganan mirip saat kita merayakan iedul fitri, ada ayam opor, rendang daging, telur balado pedas hingga buah-buahan serta kue-kue yang dapat dikatakan cukup melimpah malam tadi.

Pada acara penutup, tak lupa redaksi mengucapkan ucapan terima kasih yang tak terhingga pada pengurus mesjid Nurul Hidayah Kelurahan Paritlalang Pangkalpinang, yang sudah bersedia membantu kelancaran liputan malam ini. Akhirul kata, budaya seperti ini sangat perlu untuk dilestarikan dan diturunkan pada generasi millenial sekarang ini, sebab seperti judul diatas, dalam tudung saji kutemukan kebersamaan.(*)

 

report by : LH

editor in chief at GN.ID

video edited by : Annas

sumber sejarah : Nganggung

Kodim 0414/Belitung Sambut Letkol Inf Indra Padang

Garuda-News.ID Belitung – Acara penyambutan dilakukan oleh Kodim 0414/Belitung pada pejabat baru, Letkol Inf Indra Padang, S.sos, di Makodim 0414/Belitung, Minggu, 29/04.

Dalam acara penyambutan tadi, turut hadir Letkol Inf Eko Saptono yang akan menempuh tugas baru di Bogor, Kasdim 0414/Belitung, Mayor Ruchin serta pejabat teras lainnya.

Seperti dikutip dari porostvnewscom, giat penyambutan ini dilakukan sebelum sertijab resmi pada hari Kamis, 3 Mei depan.(*)

Berikut cuplikan video penyambutan Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Indra Padang, S.sos.

Video edited : Annas [biro bangka barat]

sumber : porostvnews

Selamat Datang Dandim 0414/ Belitung Yang Baru

Garuda-News.ID Belitung – Jabatan Dandim 0414/Belitung resmi dijabat Letkol Inf Indra Padang, S.sos, dari pejabat sebelumnya, Letkol Inf Eko Saptono, Minggu, 29/04.

Dilansir dari news video porostvnewscom, perwira lulusan akmil tahun 2000 ini, sebelumnya menjabat sebagai Kasie Ter Korem 064/Maulana Yusuf Kodam 3 Siliwang.(*)

 

porostvnews.com

video title :

[Annas]Wartawan biro bangka barat

Museum Timah Muntok, Saksi Kejayaan Timah di Bangka Barat

Garuda-News.ID Muntok – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Kutipan yang penulis ambil dari rangkuman kata, tokoh bangsa Soekarno merupakan suatu reminder bagi kita semua.

Nah pembaca, sore ini, 26/04, awak media GN biro bangka barat berhasil mengabadikan suatu gedung sejarah bernilai tinggi, yang ada di ujung barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, alias kota Muntok.

Dalam video yang diupload, awak media memperlihatkan satu bangunan sejarah yang sering disebut sebagai Museum Timah Muntok.

Dan perlu diketahui, bahwa museum timah kota Muntok ini adalah salah satu dari dua museum yang ada, satunya ada di kota Pangkalpinang.

Sebagai informasi, bangunan ini dulunya dikenal sebagai kantor pusat Banka Tin Winning Bedjriff milik Pemerintah Belanda atau disebut HOOFDBUREAU BANKATINWINNING.

Dan dibangun pada tahun 1915, terdiri dari bangunan 2 lantai. Sejak tahun 2013, bangunan ini sudah terbuka untuk umum. (*)

reporter : wartawan Annas [biro bangka barat]

penulis/editor : LH

video credit title : Annas

KJA Offshore: Membangun Industri Marikultur Modern

Garuda-News.ID Luas wilayah Indonesia yang terdiri dari 2/3 lautan menjadi peluang yang sangat besar bagi pengembangan budidaya laut atau marikultur. Potensi yang sangat besar tersebut apabila dimanfaatkan secara maksimal dapat mendorong peningkatan produksi ikan yang selama ini masih mengandalkan hasil tangkapan di alam, Kamis, 26/04

Selain itu, produk perikanan Indonesia saat ini telah banyak diminati pasar internasional, bahkan telah menjadi primadona ekspor ke sejumlah negara. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya untuk membangun industri marikultur guna memenuhi permintaan ekspor tersebut. Salah satunya dengan menginisiasi penerapan teknologi modern berupa Keramba Jaring Apung Lepas Pantai atau KJA Offshore.

Dalam rilis resmi Kementerian KKP disebutkan, KJA Offshore merupakan program strategis  KKP yang bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan laut dengan metode budidaya, utamanya ikan kakap putih (Lates calcalifer). Program yang diadopsi dari teknologi budidaya di Norwegia ini diyakini dapat menggenjot produksi ikan laut, terutama ikan kakap putih secara signifikan. Hal ini tentunya sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

Teknologi yang diadopsi ini berupa KJA berbentuk bulat  berdiameter 25,5 m, dengan keliling lingkaran 80 m yang berfungsi untuk memelihara ikan laut yang letaknya di lepas pantai/laut terbuka (> 2 km dari pantai). Pembangunan KJA Offshore ini dilakukan oleh PT. Perikanan Nusantara (Perinus) sebagai BUMN pemenang tender. KJA Offshore Pangandaran adalah yang paling cepat progress pembangunannya.

Berbeda dari KJA konvensional, KJA Offshore memiliki kedalaman jaring sampai 15 meter dan dapat ditebar lebih banyak benih, yaitu sekitar 1,2 juta per tahun untuk 8 lubang. Dengan demikian, produksi juga akan lebih tinggi, yaitu mencapai 816 ton per tahun per unit (8 lubang). Sedangkan KJA konvensional hanya dapat memproduksi 5,4 ton per tahun per unit (8 lubang).

KJA Offshore dengan tiap unit terdiri dari 8 lubang akan diisi benih kakap putih (barramudi). Kakap putih dipilih karena termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Selain itu, kakap putih dinilai bisa diolah menjadi berbagai produk dengan pasar yang lebih luas dibandingkan jenis ikan budidaya lainnya, misalnya kerapu.

Ikan kakap putih hasil budidaya KJA Offshore ini akan di panen dan diproses dalam bentuk fillet maupun frozen. Rencananya produk ini akan dijual di pasar dalam negeri maupun luar negeri seperti Eropa, Timur Tengah, dan Australia.

Untuk mengurangi dampak lingkungan, di sekitar KJA Offshore akan dikembangkan budidaya dengan mengadopsi sistem Integrated Multitropic Aquaculture, sehingga dapat mengurangi sisa pakan dan kotoran. Selain itu sistem ini juga diharapkan akan menjadi daya tarik bagi ikan-ikan di sekeliling KJA Offshore.

Pengembangan teknologi ini diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan secara langsung sekitar 200 – 240 orang pada proses pendederan. Di mana untuk memenuhi benih di satu lubang KJA Offshore diperlukan  lahan 5 hektare.

Tak hanya melibatkan tenaga kerja langsung, KJA ini juga akan menyerap tenaga kerja tidak langsung sekitar 135 – 220 orang. Pada kegiatan penyortiran ukuran ikan, pengangkutan benih, dan vaksinasi dapat melibatkan sekitar 15 – 25 tenaga kerja per 5 hektar. Dengan demikian, 8 lubang KJA akan melibatkan tenaga kerja tidak langsung sekitar 120  – 200 orang.

Nelayan sekitar juga akan diberdayakan melalui pemanfaatan ikan rucah hasil tangkapan nelayan sebagai pakan tambahan untuk KJA Offshore. Jika satu nelayan bisa menghasilkan 20 kg ikan rucah per hari, maka dengan 50 nelayan dapat dihasilkan 1 ton ikan rucah per hari.

Adapun proses pendederan dari hulu ke hilir serta proses pengamanan budidaya KJA Offshore akan melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD). KUD juga akan dilibatkan dalam pengelolaan hasil panen.

Untuk pertama kalinya, KJA Offshore di Pangandaran diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa 24 April 2018. Pangandaran merupakan satu dari tiga lokasi pertama pengembangan KJA Offshore di Indonesia selain Sabang (Aceh) dan Karimun Jawa  (Jepara).

Perlu diketahui, KJA Offshore Pangandaran dibangun di tengah laut dengan jarak sekitar  4 mil dari pantai terdekat atau 7 – 8 mil dari PPI Cikidang. Penentuan lokasi KJA Offshore ini, telah melalui kajian lingkungan dan kelayakan lokasi, serta sosialisasi dan komunikasi terhadap nelayan sekitar. Sehingga dapat dipastikan pembangunan tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan atau kerugian bagi masyarakat.

Lokasi pembangunan dipilih menjauh dari alur penangkapan ikan, alur pelayaran, dan daerah konservasi, serta masuk dalam Peta Zonasi Kawasan Perikanan di Provinsi Jawa Barat.

Saat ini sedang disusun komitmen kerja sama antara KKP, KUD nelayan yang merupakan anggota HNSI Pangandaran, Pengelola KJA, dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran terkait pengelolaan KJA lepas pantai ini. Keterlibatan masyarakat nelayan dalam  perjanjian ini diupayakan  agar semua pihak dapat diuntungkan.(*)


sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan

video title : Kementerian KKP

Kota Muntok Kota Sejarah, Namun Sepi Secara Ekonomi

Garuda-News.ID Muntok – Sebagai Kota Kabupaten, Muntok merupakan salah satu nadi penting bagi sejarah Pulau Bangka, atau Provinsi Bangka Belitung. Banyak Situs sejarah betebaran di ujung barat Kota ini.

Dahulu Muntok atau disebut juga Mentok adalah kota pelabuhan yang penting. Melalui kota inilah komoditas unggulan berupa lada putih serta biji timah yang ditambang besar-besaran di Muntok dan sekitarnya diangkut oleh kapal-kapal Pemerintah Hindia Belanda menuju Eropa.

Kemudian di masa pembentukan, Kota Muntok dibentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang ditetapkan pada tanggal 25 Februari 2003 dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Di tanggal 24 Mei 2003, Drs. H. Syaiful Rachman, MM. dilantik sebagai Penjabat Bupati Bangka Barat oleh Menteri Dalam Negeri RI, Hari Sabarno, bersama 3 tiga Penjabat Bupati lainnya bertempat di Lapangan Merdeka Pangkalpinang. Tanggal ini menandai awal penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bangka Barat.

Namun dari rangkuman berbagai sumber lain, juga disebutkan bahwa kota Muntok sendiri, berdiri pada tanggal 7 September 1734 Masehi. Kondisi ini didasarkan pada perintah Sultan Mahmud Badaruddin I kepada Wan Akup pada September tahun 1734 untuk membangun 7 (tujuh) bubung rumah di daratan sebuah tanjung yang terletak di kaki Menumbing dengan nama Muntok. Tujuh bubung rumah sekaligus ditetapkan sebagai tanggal hari jadi Kota Muntok.

Nah pembaca yang budiman, Redaksi siang ini, Minggu, 22/04, berkesempatan untuk mengabadikan suasana terkini kota Kabupaten Bangka Barat, Muntok.

Dalam back packer versi dadakan tadi, redaksi coba menyusuri suasana kota Muntok, mulai dari arah Mesjid Jami’ Kota Muntok yang tepat berada di tengah Pasar Muntok, sampai kearah jalan menuju pelabuhan Tanjung Kalian.

“Siang pak, kami mau tanya nih, kenapa suasana pasar sepi seperti ini ya pak?” tanya redaksi pada salah seorang pengunjung kopi tiam, Minggu, 22/04.

Kemudian, dijawab oleh pengunjung tersebut. “Wah kalau sepi, memang seperti inilah pak suasana hari Minggu, banyak toko yang libur, tapi kotanya akhir-akhir ini memang sepi pak” kata dia.

Selanjutnya redaksi berkeliling dengan menggunakan sepeda motor untuk mengambil gambar video tentang suasana Ibukota Kabupaten Muntok.

Dan redaksi menemukan, bahwa sangat disayangkan, betapa kota yang menyimpan banyak peninggalan seperti Mercusuar Tanjung Kelian yang dibangun tahun 1862, Wisma Ranggam atau Pesanggrahan Menumbing, yang sempat didiami oleh Bapak Bangsa, Soekarno dan Hatta, di banyak tempat, terkesan belakangan ini mandeg dan tidak tertata dengan baik.

Kota ini seharusnya dapat ditata ulang menjadi kota sejarah seperti wina, valencia, ataupun penang misalnya. Namun sayangnya, malah terkesan sepi secara ekonomi. Alias urat perekonomian, lemah berdetak.(*)

 

penulis/editor/video : LH

sumber sejarah : wikipedia

Menyambut Hari Kartini, PD Salimah Pangkalpinang Gelar Seminar 

Garuda-News.ID Sebanyak 150 peserta mengikuti Kegiatan Talkshow Kewirausahaan dalam rangka memperingat Hari Kartini 21 April 2018, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Pangkalpinang.

Peserta yang terdiri dari pengusaha perempuan dan calon pengusaha yang tidak hanya berasal dari kota Pangkalpinang saja, tetapi diikuti juga oleh peserta diluar Kota Pangkalpinang seperti Sungailiat, Dendang bangka Barat, bahkan ada peserta dari Toboali Bangka Selatan.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Ahmad Subekti yang membuka acara tersebut sekaligus Launching Komunitas Enterprenuer Perempuan Salimah Kota Pangkalpinang di akhir acara.

Ketua PD Salimah Kita Pangkalpinang Mar’ati , S.Pd dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara talkshow kewirausahaan ini merupakan kelanjutan dari acara kewirausahaan yang sdh pernah dilaksanakan sebelumnya. “Acara dari Departemen Ekonomi bekerjasama dengan Departemen Dakwah ini merupakan kelanjutan dari acara kewirausahaan sebelum nya..namun ini cakupannya lebih besar lagi”, kata Mar’ati, Sabtu, 21/04.

Untuk acara Talkshow menghadirkan tiga orang pembicara yaitu Yulita, SE, M.Si dari Departemen Ekonomi Pimpinan Wilayah Salimah Kepulauan Bangka Belitung, Elyta, ST dari Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang serta Bunga Mariatul Qibtiah dari Penyuluh Depag Non PNS.

Peserta sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab kepada para pemateri, sehingga peserta yang baru akan memulai usaha bersemangat untuk memulai usahanya sesuai minat dan kemampuannya.” Saya sangat senang bisa mengikuti acara ini dan menambah motivasi saya untuk memulai usaha yang cocok”, ujar Armika 25 tahun yang berasal dari Toboali. Lalu, bagaimana suasana kegiatan pameran tadi? Silahkan disimak tautan video berikut.(*)

Editor/video title : LH/haykal

 

 

HUT Kota Sungailiat Dimeriahkan Lomba Three Athlon

Garuda-News.ID Sungailiat – HUT Kota Sungailiat ke 252, kali ini dmeriahkan oleh ajang Three Athlon, atau tiga kegiatan seperti renang di laut, lari marathon, dan terakhir bersepeda digabung menjadi satu kegiatan, Sabtu, 21 April 2018.

Tidak tanggung-tanggung acara ini diikuti oleh 400 peserta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara atau Internasional.

Start Lomba sepeda dimulai dari pantai Tanjung Pesona, kemudian berkeliling kota sungailiat, dan kembali finish ke pantai Tanjung pesona.(*)

Jalannya para peserta lomba bersepeda, nampak disambut antusias oleh masyarakat sekitar, dilihat dari banyaknya anak-anak sekolah yang menanti para peserta sepeda dengan melambaikan tangan dan sambutan meriah dengan cara mereka.

Anggota TNI-POLRI juga turut hadir ke lapangan, guna untuk mengamankan dan mengatur jalannya lomba agar berjalan dengan aman dan lancar.

Seperti apa suasana peliputan tadi pembaca? Silahkan simak tautan berikut.(*)

penulis/video title: (KI)

 

Mission News Theme by Compete Themes.