Press "Enter" to skip to content

FKUB, FKDM dan FPK Bangka Barat Adakan Kegiatan Sosialisasi

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Kegiatan Sosialisasi FKUB, FKDM dan FPK Bangka Barat dengan tema “Peningkatan Kewaspadaan Dini di Era Golabalisasi” yang berlokasi di Rumah Makan Kebun Gang Sukun, Kabupaten Bangka Barat hari ini dilangsungkan, Jumat, 11/05.

Pada kesempatan tadi dihadiri antara lain Kepala Badan Kesbangpol Prov.Kep. Bangka Belitung, Drs.Tarmin,Ms.i, Kepala Kemenag Bangka Barat H. Abdul Rochim, S.Pd.I,MH, Kepala Kantor Kesbangpol Bangka Barat Sutarmo, SH, Ketua FKUB Bangka Barat, H.Bachtiar, Ketua NU Bangka Barat, Darul Qutni,S.Pd.I.

Sementara itu, dalam kesempatan tadi Kepala Badan Kesbangpol Prov.Kep. Bangka Belitung, Drs.Tarmin,Msi, menyampaikan makalah soal “Antisipasi Isu yang berkembang dimasyarakat menjelang Pemilu 2019.

Ia menegaskan bahwa perlu diketahui dengan kemajuan teknologi yang sudah luar biasa, karena pemberitaan di Jakarta bisa instant disaksikan di Bangka. “ Seperti kejadian di Mako Brimob Kepala Dua Depok yang mana kejadian Napiter yang mana gara-gara masalah nasi yang mengakibatkan Napi teroris mengamuk dan merebut senjata penjaga lapas, sehingga mengakibatkan personil Kepolisian/Brimob meninggal dunia,” terangnya,Jumat, 11/05.

Ditambahkannya, bahwa Isu yang berkembang strategis, saat ini adalah makin berkembangnya etnonasionalisme atas nama agama, berkembangnya organisasi radikalisme dan anti Pancasila, potensi konflik didaerah yang rawan dipolitisasi, penanganan tagar #2019GantiPresiden.

“Dalam menanggapi isue menjelang Pemilu sangat rentan terjadinya potensi konflik guna untuk mendapatkan keuntungan kesalah-satu Parpol/Calon untuk memenangkan dalam Pemilu. Isue yang berkembang dimasyarakat harus dapat menimbang dan menyikapi serta dilakukan cek dan croscek kebenarannya agar tidak terjadi permasalahan yang besar,” katanya.

Disaat yang sama, Kepala Kemenag Kabupaten Bangka Barat H.Abdul Rochim,S.Pd.I,MH juga turut menyampaikan makalah perihal “Kewaspadaan dini di-era Global terhadap masuknya aliran-aliran baru yang akan memecah belah agama di Kabupaten Bangka Barat”.

“Melalui berita-berita Hoax, pesan instan WA, Facebook dan lain-lain, sehingga kewaspadaan diri hari dilakukan di Kabupaten Bangka Barat. Permasalahan tersebut harus FKUB, FKDM, FPK maupun instansi terkait harus mempunyai peranan untuk dapat menetralisir serta melakukan cegah dini deteksi dini agar tidak menyebar luas.

Munculnya radikalisme muncul aliran keagamaan dengan diskusi-diskusi di surau, kalangan Mahasiswa, sekolah, kemudian diberikan Bai’at dan disebarluaskan kelangan masyarakat. Cara untuk melakukan cegah dini deteksi dini melalui kalangan sekolah agar setelah lulus nanti tidak terpengaruh kearah radikal. Selain itu, perlu dibentuk Forum Kerukunan Antara Umat Beragama dikalangan sekolah agar tidak masuk ke arah radikal,” terangnya. (*)

 

writter : Ap/biro bangka barat

edited by : dby