Press "Enter" to skip to content

Posts published in “PARIWISATA”

Porles Bangka Barat Adakan Lomba Kicau Burung Se-bangka Belitung

Garuda-News.ID Muntok – Bertempat di depan kantor Polres Bangka Barat telah diadakan lomba kicau burung pada pukul 11.00 WIB, 24/06.

Dalam rangka dirgahayu bayangkara ke-72 tahun 2018 telah diadakan acara lomba kicau burung yang dibuka oleh Wakapolres Bangka barat Kompol Bim Rekoaji, didepan kantor Polres Bangka Barat.

Perlombaan ini diikuti oleh anggota kepolisian maupun masyarakat umum se-Bangka Belitung salah satu contohnya peserta dari Toboali, Sungailiat, dan daerah lainnya.

Adapun kategorinya lombanya sebagai berikut : kacer=promoter=Rp30. 000, love bird= kapolres=Rp50.000, murai=kapolres=Rp50.000, kenari=promoter=Rp30.000, balibu-a=waka=Rp40. 000,kacer= kapolres= Rp50.000, conin=promoter=Rp30. 000, murai=waka=Rp40. 000,love bird-a=waka=Rp40. 000, princek=sigap=Rp10. 000, kenari= sigap=Rp10. 000, balibu-a= promoter =Rp30.000, murai= promoter=Rp30.000.

Kacer-a= waka =Rp40. 000, love bird-b=waka =Rp40. 000, serindit= promoter= Rp30.000, balibu-b= Kapolres= Rp50.000, murai= sigap =Rp10.000, cap-cap=promoter=Rp30.000, conin=waka= Rp40. 000, kacer-b= waka = Rp40.000, love bird = promoter= Rp30.000.

Kolibri = promoter=Rp30. 000,s. Otong= Promoter=Rp30.000, balibu-b= waka= Rp40. 000, pleci=promoter= Rp30.000, love bird=sigap=Rp10.000, campuran=sigap=Rp10. 000, kacer=sigap=Rp10.000.(*)

Penulis : SAC

Edited : HYK

Presiden Jokowi Buka Pawai Pesta Kesenian Bali Ke-40 Tahun 2018

Garuda-News.ID Bali – Agenda terakhir kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Bali adalah menghadiri pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 tahun 2018 yang dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandi, Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Kota Denpasar, Sabtu sore, 23/06/2018.

Tiba pukul 15.10 WITA, Presiden Joko Widodo yang mengenakan baju adat Bali berwarna putih yang dipadukan dengan udeng, saput dan kamen berwarna hijau serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang mengenakan kebaya khas Bali berwarna hijau, langsung menuju panggung utama.

Dalam acara tersebut, Presiden tidak hanya melepas peserta pawai, tapi juga turut serta menjadi peserta pawai. Sementara itu, tema dari PKB ke-40 adalah Teja Dharmaning Kauripan (Api Spirit Penciptaan).

“Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, pawai Pekan Kesenian Bali ke-40 2018 saya nyatakan dimulai,” ucap Presiden seperti dikutip laman presidenrigoid.

Setelah itu Presiden memukul gong tanda dimulainya PKB ke-40 dan menyaksikan Tari Siswa Nataraja diiringi Gamelan Ketug Bumi yang dipersembahkan oleh ISI Denpasar.

Kemudian berturut-turut, peserta pawai memulai rangkaiannya. Dimulai dari Pemerintah Provinsi Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan dan Marching Band Universitas Udayana.  Selain peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bali, pawai juga diikuti oleh peserta dari luar daerah dan luar negeri.

Tampak ikut berpawai pemerintah Provinsi GuangXi China, ISBI Papua, Sanggar Basundari Jepang, Forum Sunda Kecil, Konsulat Jepang, dan Marching Band Warmadewa.  Setelah penampilan marching band, pada pukul 17.15 WITA, Presiden dan Ibu Iriana bersama Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Ibu Ni Made Ayu Putri menaiki mobil hias untuk mengikuti pawai.

Dari mobil hias tersebut, Presiden dan Ibu Iriana menyapa masyarakat yang memenuhi rute pawai.  Pukul 17.40 WITA, Presiden dan Ibu Iriana selesai mengikuti pawai dan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara pawai Pesta Kesenian Bali ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.(*)

sumber: presidenrigoid

Ondel-ondel Ikon Betawi Pencari Rezeki

Garuda-News.ID Jakarta – “Nyok kite nonton ondel-ondel..nyook..” penggalan syair lagu terkenal yang populer dilagukan oleh seniman asal Betawi, almarhum Benyamin Syueb masih menjadi mantra sakti bagi para seniman seni jalanan.

Untuk sekedar mencari sesuap nasi di tengah kejamnya persaingan Ibukota, Minggu 27/05.

“Numpang cari makan aja pak, daripada kerja malak atau parkir pak ogah, kami lebih senang dengan cara seperti ini,” ucap Noval(23 tahun) pemuda asal bojong gede pada media ini.(*)

 

LH/hyk

Ada Dering Rupiah Di Pintu Air Weir 1 

Garuda-News.ID Jakarta – Pintu Air Weir 1 di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, atau BKT (Banjir Kanal Timur) adalah salah satu pintu air yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.

Selain berfungsi sebagai distribusi air dari Kali Ciliwung, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung.

Kanal buatan dengan luas 207 kilometer persegi ini, berguna sebagai pemecah aliran arus air yang deras saat hujan selain Banjir Kanal Barat.

Dalam beberapa kesempatan, kanal dengan panjang sekitar 23,5 km ini, yang memanjang mulai dari kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur higga Pantai Marunda, Jakarta Utara, diketahui malah berfungsi sebagai surga kaki lima bagi warga urban ketika jelang maghrib di bulan puasa dan hari libur kerja. (*) Annas

 

Kang Sakim, Menjual Barang Antik Merajut Harapan

Garuda-News.ID Jakarta – Segala cara kerap dilakukan oleh manusia demi memenuhi hajat hidupnya. Dengan cara yang halal tentunya.

Siang tadi, Sabtu 26/05 tanpa sengaja redaksi bertemu dengan guratan kanvas kehidupan, yang bercerita soal pahit getirnya anak manusia dalam berjuang.

Sakim, atau biasa disapa Kang Sakim (45tahun), warga asal Desa Cibeo Baduy Wetan Kabupaten Lebak Provinsi Banten, adalah potret hidup tentang kerasnya kehidupan ibukota bagi para urban yang datang dengan skill yang minim.

Atau dengan kata lain, akhirnya memilih berdagang keliling. Ya berdagang barang antik seperti minyak urut, benda-benda pusaka, golok, bahkan benda semacam azimat bagi yang percaya, turut dijajakan dengan cara berkeliling.

“ Iya bapak gede (panggilan hormat warga baduy pada orang luar) saya keliling jualan mulai shubuh tadi, siapa saja yang tertarik pada dagangan saya, saya ceritakan khasiat dan kegunaannya,” ungkapnya pada awak media GN, Sabtu 26/05.

Ia juga menceritakan, bahwa perjalanan hari ini diakuinya cukup jauh. Mengingat sejak shubuh tadi Ia sudah berjalan dari kawasan Kampung Rambutan, hingga bertemu dengan awak media di seputaran Perumnas Klender Jakarta Timur.

Selamat berjuang Kang Sakim, Kami doakan agar senantiasa diberi kesabaran dan rezeki yang melimpah. (*)

Tampil Dalam Dies Natalis, Sanggar Sundlewood Kenalkan Sumba

Garuda-News.ID – Yogyakarta Sanggar tari  merupakan sarana, wadah, ananda untuk ber-kreatifitas dan mengenal tari-tarian adat dari berbagai daerah yang dikomplikasikan serta dimodifikasi dengan tujuan  untuk mengenal serta mempopulerkan tarian tradisional (budaya). Di Jogjakarta sendiri beragam sanggar tari pun telah lama lahir.

Kota Jogjakarta yang merupakan sebuah kota di Indonesia yang kental dengan nilai budaya dan adat – istiadatnya telah berhasil melahirkan beragam sanggar tari tradisional baik sanggar tari tradisional asli Jogja  maupun sanggar tari di luarnya.

Salah satu dari kesekian sanggar tari yang cukup dikenal di Jogjakarta dan berasal dari luar adalah Sanggar Tari Sundlewood. Sanggar tari ini berasal dari Pulau Sumba, salah satu pulau di Nusa Tenggara Timur yang juga merupakan salah satu destinasi eksotis di Indonesia.

Menyadari betapa seni tari sangatlah kental dengan nilai-nilai budaya dan adat – istiadatnya,  maka pada Jumat, 25 Mei 2018, Sanggar Sundlewood diundang oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jogjakarta  untuk berpartisipasi dalam rangka memeriahkan dies natalis PMKRI Jogja ke-71.

Adapun Sanggar Sundlewood adalah salah satu sanggar dari kesekian sanggar yang ikut serta memeriahkan dies natalis PMKRI Jogja.

Ketika ditemui di Margasiswa PMKRI St. Thomas Aquinas Cabang Jogjakarta, mantan Ketua Organisasi Sundlewood, Ayub Dinga Marawali menyampaikan komentarnya terkait keberadaan Organisasi / Sanggar Tari Sundlewood.

Kepada wartawan media Garuda-News.ID, pria yang akrab disapa Ayub itu megatakan bahwasannya Organisasi Sundlewood sudah lahir sejak tahun 2005 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan berada di bawah naungan Kampus UKDW (Universitas Kristen Duta Wicana) pada tahun 2007.

“Pembentukan Organisasi / Sanggar tari Sundlewood adalah memiliki tujuan untuk menyatukan generasi yang berasal dari Pulau Sumba – NTT. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi penyatu Sumba Raya (Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya red) yang notabene memiliki keanekaragaman budaya, adat – istiadat serta puluhan bahasa yang berbeda,” papar Ayub.

Ia percaya bahwa kelahiran sanggar tari dalam tubuh Organisasi Sundlewood mampu memperkenalkan keanekaragaman budaya yang terdapat di salah satu pulau terindah di dunia itu.
Pada tempat dan situasi yang sama, Anggun Lalo selaku penari Sanggar Sundlewood, turut menyampaikan pendapatnya. Wanita berdarah Sumba itu menuturkan bahwa ia mengenal Organisasi Sundlewood di Universitas Kristen Duta Wicana.

“Alasan saya bergabung dengan Organisasi Sundlewood adalah karena saya merasa bahwa Sundlewood di Jogja telah menjadi rumah kedua saya. Saya bisa berdinamika bersama saudara-saudara seasal dan saya merasakan situasi sama seperti di kampung halaman saya,” tukas salah satu penari Sanggar itu.

Mahasiswa Tekhnik Arsitektur itu  menambahkan, dalam pementasan tari, kami menampilkan berbagai jenis tari dari keempat kabupaten di Pulau Sumba dan malam hari ini kami memperkenalkan dua tarian yang berasal dari Sumba Barat yang salah satunya bermakna penyambutan terhadap kepulangan pria dari perang.

Ketua panitia dies natalis Perhimpunan Mahasiswa Katolik St. Thomas Aquinas Cabang Jogja, Tus Benediktus sangat mengapresiasi Sanggar Tari Sundlewood yang tampil memukau pada dies natalis PMKRI Jogja kali ini.

“Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan penari maupun pemusik Sanggar Tari Sundlewood malam ini. Sungguh energik dan luar biasa” tukas Tus.

Di akhir-akhir percakapan, Tus Benediktus juga menyampaikan terimakasih yang berlimpah kepada rekan – rekan panitia serta terlebih khusus untuk semua tamu undangan yang sempat hadir untuk memeriahkan dies natalis kali ini.


Laporan Wartawan Biro Yogyakarta : Gerry Tojong.

Kedubes Maroko Undang Ketua Umum PPWI Buka Puasa Bersama

Garuda-News.ID Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd. M.Sc, MA, bersama keluarga menghadiri undangan buka puasa bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko yang diwakili Konselor, Mr. Mostafa Nakhloui, di SHISHA Café, Kemang, Jakarta, Jumat, 24/05/2018.

Turut hadir bersama Ketum PPWI dan keluarga, Ketua DPD-PPWI Provinsi Papua, Sem Gombo, S.Kom.

Wilson bersama keluarga tiba di lokasi buka puasa bersama sekitar pukul 17.35 WIB yang langsung disambut oleh Mr. Mostafa Nakhloui, didampingi beberapa staf kedutaan Besar Maroko, antara lain Mr. Mjido dan Ms. Nadia.

Sambutan yang sangat akrab dan hangat tersebut senantiasa ditunjukkan oleh Kedubes Maroko terhadap setiap mitra kerja Kedubes, terutama kepada Ketua Umum PPWI, yang pada beberapa tahun lalu telah berhasil menerbitkan buku bertema hubungan Indonesia dengan Kerajaan Maroko. Selain undangan dari PPWI, hadir juga rekan lainnya dari RRI Nasional dan sahabat Kedubes Maroko.

Seusai menyalami semua anggota rombongan keluarga Ketum PPWI, Mr. Mostafa Nakhloui langsung mengarahkan semua undangan untuk segera menuju meja jamuan makan, karena sebentar lagi waktu berbuka tiba.

Masing-masing undanganpun bergegas mengambil makanannya sendiri-sendiri. Setelah itu, semua undangan menuju ruangan yang dipesan khusus oleh Kedutaan Besar Maroko bagi pelaksanaan acara berbuka puasa bersama ini.

Tak lama berselang, azan maghrib dan tanda berbuka puasa berkumandang. Semua hadirin dipersilahkan oleh Mr. Mostafa Nakhloui untuk membatalkan atau berbuka puasa bersama. Masing-masing menikmati hidangan pembuka berupa minuman segar dan makanan ringan dengan senang hati.

Jamuan yang dihidangkan cukup banyak. Sebagian besar menu tidak kita jumpai di rumah, termasuk di rumah makan ala Indonesia. Namun, ada juga beberapa menu khas nusantara yang disediakan, seperti soto dan nasi pecel.

Setiap undangan dipersilahkan mencoba mencicipi setiap menu makanan yang umumnya merupakan makanan Timur Tengah, seperti nasi kebuli, roti lebar, grill daging domba, dan lain-lain.

Kedubes Berakrab Ria dengan PPWI Papua

Sambil makan, Mr. Mostafa Nakhloui sepertinya sudah kenal Sem Gombo, ketua DPD PPWI Papua. Rupanya, Beliau masih ingat pernah bertemu saat Sem yang orang asli Papua ini menghadiri acara temu alumni Maroko di Hotel Borobudur Jakarta beberapa tahun lalu. “Mr. Mostafa Nakhloui tegur saya dengan sapaan ‘Saya sudah kenal Anda waktu 2 tahun lalu bertemu di Hotel Borobudur,” ujar Sem kepada awak media.

“Saya kaget dan agak heran dengan sambutan luar biasa ini, karena waktu itu benar sudah pernah bertemu namun wajah saya waktu itu berjambang. Jadi saya berpikir Mr. Mostafa Nakhloui sudah lupa. Tetapi beliau masih ingat betul katanya. Saya sangat terkesan, koq bisa yaa.. seorang Konselor Kedutaan Kerajaan Maroko ini bisa ingat, sampai begitu kaget saya. Namun, saya merasa senang sekali,” imbuh Sem Gombo.

Untuk menghilangkan rasa sungkan kami, Ketua Umum Wilson menyampaikan kepada kami semua agar mencicipi makanan yang tidak ada atau tidak pernah ketemu di rumah. “Kesempatan di sini, kalian cari makanan yang tidak ada di rumah supaya bisa merasakan enaknya seperti apa, jangan ambil makanan yang biasa ada di rumah yaa,” katanya. He..he..he… iya benar juga ya, akhirnya kami menuju ke meja tempat makanan-makanan ‘asing’ itu lalu masing-masing ambil menu yang ada di situ yang belum pernah dimakan di rumah. Ketika kami makan, ada kesan tersendiri.

Selesai buka puasa bersama, istri Ketum PPWI, Ibu Winarsih Lalengke meminta foto bersama sebagai kenangan-kenangan dengan Mr. Mostafa Nakhloui. Kami semua berfoto bersama Mr. Mostafa Nakhloui dan staf Kedubers Maroko lainnya beserta rekan undangan yang hadir.

Sebelum meninggalkan tempat berbuka puasa bersama, Wilson menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus minta permisi untuk pamitan kepada Mr. Mostafa Nakhloui dan keluarga besar Kedutaan Besar Kerajaan Maroko.

Selanjutnya acara diakhiri dengan bersalam-salaman disertai hati penuh kegembiraan. Mr. Mostafa Nakhloui mengantarkan kami sampai di pintu keluar SHISHA cafe, disertai ucapan selamat jalan dan terima kasih telah hadir dalam undangan buka puasa bersama di tempat ini. (*)

 

writter/edited : SEM/LH

 

Menggugat Industri Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Garuda-News.ID Yogyakarta – Aliansi Tanah Dading adalah sebuah aliansi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang hadir untuk menyuarakan hak-hak rakyat, Kamis 24/05.

Pada Rabu, 23 Mei 2018 bertempat di Hall STPMD “APMD”, Aliansi Tanah Dading kembali melakukan diskusi dengan Tema : Menggugat Industri Pariwisata di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Diskusi tersebut dipandu langsung oleh Ignasius Jaques Juru dengan peserta yang hadir kurang lebih sekitar 30 orang, baik individu atau perorangan maupun organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketika dikonformasi oleh wartawan media Garuda-News.ID, Igansius Jaques Juru selaku pemantik diskusi itu menuturkan bahwa pembangunan pariwisata di Labuan Bajo berpijak pada tata ekonomi politik neolib.  Akibatnya, dalam konteks ekonomi, pariwisata hanya ditopang oleh kekuatan investasi tanpa sokongan kekuatan ekonomi kolektif masyarakat.

“Dalam konteks politik, logika pembangunan yang ada telah mendepolitisasi proses kebijakan publik yang berlangsung sehingga tidak ada kontrol popular terhadap urusan-urusan pariwisata yang strategis. Pariwisata terlalu sering direduksi sebagai urusannya investor, birkorat dan para ahli,” kata Peneliti PolGov (Politics and Government), departemen politik n pemerintahan. Fisipol Universitas Gajah Mada itu.

Selain itu, lanjutnya, dari aspek institusional,  pemerintah daerah dalam hal ini pemda Kabupaten dan parlemen lokal sering terkunci pada kewenangan yang terbatas khususnya berkaitan dengan penentuan kebijakan terkait objek-objek wisata yang strategis.

“Soal-soal di atas perlu direspon dengan mendorong agenda alternatif dalam bentuk design pembangunan transformatif yang berbasis pada kekuatan ekonomi kolektif yang produktif,” tandas Ryan.

Sementara itu, pasca kegiatan berlangsung Ernes Lalong juga turut menyampaikan komentarnya terkait Aliansi Tanah Dading khusunya soal diskusi yang menyandang Tema : Menggugat Industri Pariwisata di TNK itu.

Mahasiswa semester akhir Prodi Ilmu Pemerintahan itu menjelaskan bahwa aliansi tersebut sangat serius  dalam mengkonsilidasi gagasan, khususnya bagi mahasiswa yang sedang berdomisili di DI Yogyakarta.

Ernes menuturkan, pariwisata Labuan Bajo sebagai penanda yang segara diisi oleh gagasan kita, untuk dijadikan tindakan ke depannya.

“Sebagai peserta dan sebagai orang Manggarai,  kita tidak menolak pembangunan, tetapi sifatnya yang eksploitasi itu yang di tolak,” tukasnya.

Hal yang perlu diperhatikan oleh kita sebagai citizhensip dalam pembangunan adalah,  tidak ada penyingkiran warga, tidak ada marjinalisasi.

“Dan kita sebagai intelektual yang sifatnya organik harus engaging atau terlibat dengan berbagai gerakan, untuk mengisi krisis yang ada,” tutup calon Sarja Ilmu Pemerintahan itu. (*)


Laporan wartawan: Gerry Tojong

edited : dby

Kementerian Pariwisata Luncurkan Budaya Kerja WIN Way

Garuda-News.ID Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan, yang berarti persaingan sektor pariwisata sebagai industri jasa juga banyak diperebutkan oleh negara lain. Persaingan ke depan adalah siapa yang cepat memakan yang lambat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil.

Thailand, Malaysia, dan Singapura menjadi kompetitor Indonesia dalam persaingan sektor pariwisata. Karena itulah, jika regulator masih lelet, maka daya saing negeri ini tidak akan sanggup berkompetisi di level global. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperbaiki diri dengan membangun budaya kerja untuk meninggalkan pola dan kebiasaan lama yang buruk.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya secara resmi meluncurkan budaya kerja WIN Way bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, pada Rabu (23/05). WIN Way adalah implementasi Revolusi Mental –yang dicanangkan oleh Presiden RI- di level internal Kementerian Pariwisata. WIN Way menjadi jurus atau cara untuk memenangkan kompetisi, yaitu dengan Solid, Speed, dan Smart (3S). Budaya kerja menjadi pilar pembentuk karakter.

Menpar menginginkan setiap “bukit-bukit kemenangan” haruslah dicapai dengan cara-cara WIN Way. “Misi terbesar saya memimpin adalah membentuk sebuah perusahaan yang berkarakter dan memiliki daya saing global. The  Corporate Culture menjadi pilar pembentuk karakter,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam peluncuran Budaya Kerja Kementerian Pariwisata, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Rabu (23/5).

Di hadapan seluruh pejabat mulai dari pejabat struktural eselon I, II, III, dan IV hingga pejabat fungsional maupun pejabat perbendaharaan di lingkungan Kementerian Pariwisata, Menpar mengatakan, untuk menjadi pemenang seorang pemimpin harus memiliki dua elemen dasar, yaitu Great Spirit dan Grand Strategy. Yang pertama menyangkut Heart (hati), yang kedua menyangkut Head (pikiran). Yang pertama menyangkut karakter sebagai hasil olah ruh dan olah rasa, yang kedua menyangkut kompetensi sebagai hasil dari olah rasio dan olah raga.

Great Spirit berkaitan dengan semangat tinggi yang terbentuk oleh keyakinan (belief), nilai-nilai (values), dan perilaku (behaviour) yang utama dan mulia. Sementara Grand Strategy berkaitan dengan visi, strategi, model bisnis, atau eksekusi ekselen yang terbangun dari analisis dan daya pikir yang mumpuni.

Spirit dan strategy merupakan dua elemen dasar yang saling melengkapi dan mengisi, sehingga tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain. Itu sebabnya kunci kesuksesan pemimpin ditentukan oleh kemampuannya menyeimbangkan dan mengharmonikan keduanya.

Menpar berpesan bahwa setiap pegawai di kemenpar adalah seorang agen perubahan dan harus menjadi seorang pemenang atau culture champions. Para pemimpin di Kemenpar mempunyai peran sebagai teladan dan panutan (role model), penjaga nilai-nilai WIN Way (guardian), pembimbing (coach), penerjemah nilai-nilai WIN Way (translator) serta motivator bagi anak buahnya.

“Pemimpin tidak pernah merasakan lelah, sebelum berhasil mencapai mimpinya. Hanya energi yang besar dari seorang pemimpin yang dapat menularkan semangat kerja pada seluruh pasukannya,” ujar Menpar tegas.

Dalam kesempatan ini, Menpar sekaligus meluncurkan rangkaian Calendar of Events (CoE) sebagai aktivasi budaya kerja, yang dimulai dari WIN Way Ramadhan yang sedang berjalan, kemudian dilanjutkan dengan WIN Way Champions, WIN Way Merdeka Cup hingga puncaknya di akhir tahun nanti WIN Way Summit sebagai ajang penghargaan bagi insan terbaik di Kemenpar. (*)

 

Press Rilis Biro Komunikasi Publik

photo : twitter

Lagi Puasa Tapi Baperan? Datang Aja Ke Nirwana Restaurant

–ADVERTORIAL

Garuda-News.ID Sungailiat – Dalam bulan ramadhan kali ini, beragam tawaran dari tempat berbuka puasa bersliweran di berbagai medsos, gadget kita, surat kabar ataupun Wag.

Namun dapat disebut, kadang tak sesuai dengan selera, ditambah lagi tempatnya yang kurang cozy.

Nah pembaca, bagi warga Sungailiat, Kabupaten Bangka dan sekitarnya, kini ada pilihan yang membuat kita gak baperan saat hendak berbuka puasa.

Manajemen Tanjung Pesona melalui Nirwana restaurant, melakukan program promo selama bulan ramadhan sampai dengan 14 Mei 2018.

Tertarik? silahkan pembaca mencermati cover advertorial diatas. (*)

 

writter : myf

edited : dby

Kampung Ramadhan, Gi Maen Hingga Ngumpul Kek Kawan

Garuda-News.ID Pangkalpinang – Bulan ramadhan adalah bulan berkah bagi umat islam, apalagi bagi muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Dalam hal ini maksudnya adalah, suasana dalam bulan suci ramadhan membawa berkah kehidupan bagi semuanya.

Sore ini, Minggu 20/05, awak media GN berkesempatan untuk mengabadikan suasana pasar ramadhan atau pasar kaget yang bermunculan secara alamiah di seputaran wilayah mesjid jamik kota Pangkalpinang.

Menurut keterangan salah satu pedagang musiman penganan berbuka puasa, Ibu Asih (54 tahun), dirinya sudah hampir empat kali ramadhan berjualan di sekitar medjid jamik Pangkalpinang. “ Sudah empat kali jualan disini bang, ape bai dijual e, serabi, pempek, risol, gorengan sampai kolak pisang untuk berbuka,” katanya, Minggu, 20/05.

Sementara itu, pedagang lainnya, Muslim(39 tahun) mengeluhkan soal lahan parkir yang terbilang cukup sempit bagi pihaknya saat sedang menjajakan makanan jenis lemang.” Kalau bisa, iya diatur aja dari pemkot Pangkalpinang soal lahan parkir, kan kita juga turut membantu menyediakan makanan berbuka puasa untuk warga,” ucapnya.

Bagaimana suasana pasar ramadhan tersebut? Saksikan tayangan video berikut.(*)

 

penulis : hyk/biro pangkalpinang

edited : LH

video edited : Annas

In This Place, You’ll See A Heaven

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

MEMORY
Sungailiat – Bagi warga setempat, pantai tanjung pesona yang terletak di desa rambak Kecamatan Sungailiat, mungkin terkesan biasa saja, karena mereka adalah memang warga sekitar situ yang tiap saat melihat keindahan untaian pantai tadi.

Namun bisa dibayangkan, ketika ada wisatawan dari luar daerah yang datang berkunjung kesini.

Nah pembaca sekalian, kali ini redaksi coba mengeksplore salah satu untaian indah pantai di gugusan kepulauan Bangka Belitung, Pantai Tanjung Pesona, Rabu 16/05.

Sebagai informasi, pantai ini berjarak 9 km dari kota Sungailiat kabupaten Bangka.

Pantai ini berada di tengah tempat antara Pantai Teluk Uber dan Pantai Tikus. Pantai ini mempunyai panorama laut lepas, di atas tanjung dengan susunan bebatuan besar nan eksotik.

Pantai Tanjung Pesona telah dilengkapi berbagai fasilitas wisata, dengan klasifikasi hotel berbintang empat.

 

Bagaimana, berminat? Silahkan siapkan tiket serta akomodasi anda. Jadikan anda terpesona dengan pantai tanjung pesona. (*)

writter/editor : LH

video editor : Annas

Ramadhan 1439 H Segera Tiba, Pemkab Bangka Gelar Pawai Ta’ruf Ramadhan

Garuda-News.ID Sungailiat – Sambut Bulan Ramadhan 1439 Hijriah, sebagian besar umat islam tentu menyambutnya dengan suka cita.

Begitu juga halnya dengan masyarakat sungailiat, Kabupaten Bangka, yang menyelenggarakan pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H, Selasa, 15/05.

Di acara yang bertempat di depan rumah dinas bupati Bangka, pawai ta’ruf ramadhan 1439 H dilepas oleh Plt Bupati Bangka, Rustamsyah.

Kemudian selanjutnya, saat memberikan kata sambutan, Rustamsyah menyatakan kegembiraannya, dan sangat senang serta berterima kasih pada semua pihak yang ikut serta  partisipasi atas selenggara ya kegiatan pawai taaruf dalam menyambut bulan Ramadhan 1439 H.

“Saya berharap agar kiranya kegiatan ini menjadi sarana yang baik dalam upaya mempertahan serta mengembangkan tradisi  yang masih sesusai dengan nilai islam. Kegiatan ini juga sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan, bulan yang mulia bulan yang suci yang penuh dengan rahmat ampunan Allah SWT.

Mari kita laksanakan kegiatan Pawai Taaruf menyambut  kedatangan Ramadhan 1349 H dengan tertib aman dengan penuh kegembiraan larut dalam kebersamaan sebagai persaudaraaan yang kokoh dan di berkahi,” jelasnya.

Perlu diketahui, rute pawai  ta’aruf tadi dimulai start depan rumah dinas Bupati Bangka, Gedung juang, Jalan Jendral sudirman, Depan kantor kejaksaan sungai liat, Finis jalan pemuda mes Melati pemda Bangka.(*)

 

reporter/writter : myf

editor : dby

Jelang Bulan Ramadhan, Warga Padati Pantai 

Garuda-News.ID Muntok – Adat masyarakat Pulau Bangka dalam menyambut bulan suci ramadhan, terbilang lumayan banyak.

Mulai dari Nganggung, ruwahan sampai berkunjung ke pantai. Seperti halnya awak media ini berkesempatan mengabadikan kegiatan tersebut di seputaran pantai wilayah kota Muntok, Minggu, 13/05.

Dalam gambar yang di abadikan tadi, terlihat masyarakat ramai mengunjungi pantai, salah satunya pantai Batu Rakit.

Sementara itu, warga Muntok, Aminah, dia menjelaskan bahwa setiap menjelang bulan suci ramadhan, adat istiadat nya orang bangka untuk mengunjungi pantai termasuk di muntok ini, dan Aminah sendiri berharap adat istiadat ini akan terus berjalan sampai anak cucu nanti.

“Masyarakat datang ke pantai di samping berkumpul dengan keluarga besar juga untuk mandi di laut, yang tujuannya agar tubuh kita suci dengan mandi di air laut dan dalam menjalankan ibadah puasa nanti lebih mantap karena tubuh kita mandi dengan air yang suci lagi mensucikan,” papar Aminah, Minggu, 13/05.(*)

 

 

writter by : MYF/biro sungailiat

edited : dby

Beautiful Island From Beautiful World’s

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

MEMORY
Sungailiat – Pulau bangka terkenal dengan untaian pantai yang indah bagai mutiara mutu manikam.

Dan semua orang kiranya setuju, jika kalimat beautiful island pantas disematkan pada kepulauan yang terletak di 1°20’-3°7 Lintang Selatan dan 105° – 107° Bujur Timur memanjang dari Barat Laut ke Tenggara sepanjang ± 180 km ini.

Sabtu, 12/05 ini redaksi GN berkesempatan mengabadikan keindahan salah satu pantai di Pulau Bangka, yakni pantai parai tenggiri sungailiat, Bangka.

Menurut keterangan receptionist di kantor pemasaran, Linda (25 tahun), komplek pantai parai  tenggiri ini memliki lebih kurang fasilitas 60 kamar, dengan 5 diantaranya adalah bentuk kamar VIP, atau kelas mewah. Namun demikian, biaya karcis masuknya masih tergolong relatif terjangkau, yakni 25 ribu rupiah per pengunjung.

“Kalau beroperasi sudah 26 tahun yang lalu, dan dimiliki oleh jaringan EL John, sementara fasilitas lainnya kami juga memiliki beberapa paket full holiday yang menarik untuk para pengunjung,” katanya, Sabtu, 12/05.

Selanjutnya sebagai informasi, letak pantai parai sendiri adalah lebih kurang 30 kilometer dari kota Pangkalpinang, ibukota Provinsi Bangka Belitung.

Sementara kalau berbicara soal pantainya, pantai Parai Tenggiri memiliki hamparan pasir putih yang masih bersih dan batu-batu granit yang alami. Batu-batu tersebut mempunyai ukuran yang cukup besar dan bersifat alami, sehingga makin menambah kesan eksotiknya pantai ini.

“Kawasan pantai ini selain ada fasilitas kamar atau motel tadi, juga swimming pool, musholla, restaurant dan serunya lagi ada sarana berfoto bagi insta mania, juga sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata hijau atau yang terkenal dengan sebutan Parai green resort,” tambah Linda.

Nah pembaca, apalagi yang ditunggu-tunggu? Segera ajak keluarga serta siapkan biaya serta akomodasi anda semua.**

And welcome to the beautiful island.(*)

script : LH

Photograph : KI

video editor : Annas

Tanjung Kalian, Sebuah Nama Segudang Cerita

Garuda-News.ID Muntok – Setelah sebelumnya awak media GN menyambangi Bukit Menumbing yang penuh dengan goresan sejarah, maka perjalanan kemudian diteruskan kearah Pantai Tanjung Kalian, Rabu, 09/05.

baca juga :

Wisata Menumbing, Merekatkan Sejarah Pada Generasi Selanjutnya

Dikutip dari berbagai sumber, Pantai ini terletak ±9 km dari Kota Mentok, di sini terdapat menara atau Mercusuar yang dibangun pada tahun 1862.

Dari puncaknya dapat disaksikan seluruh kawasan Pantai Mentok yang indah. Fungsi dari menara itu sendiri untuk melihat keluar masuknya kapal-kapal dari/ke Pelabuhan Mentok.

Di sini juga terdapat pula monumen peringatan 21 (duapuluh satu) perawat Australia yang gugur dalam peristiwa pemboman kapal laut Australia oleh tentara Jepang pada tanggal 16 Pebruari 1942.

Penasaran soal keindahan mercu suar Tanjung Kalian dan episode lain Kawasan Bukit Menumbing? Simak tayangan video berikut. (*)

script writter : LH

Video director : Annas

Wisata Menumbing, Merekatkan Sejarah Pada Generasi Selanjutnya

BANGKA BELITUNG
GARUDA.ID

MEMORY
Muntok – JASMERAH, atau jangan sekali-kali melupakan sejarah merupakan ungkapan terkenal tokoh dunia, Ir. Soekarno. Yang notabene merupakan founding father’s bangsa ini.

Dan harus diakui, quote tersebut benar adanya. Tanpa sejarah, kita menjadi buta akan silsilah kejayaan negeri kita sendiri.

Bertempat di kawasan Bukit Menumbing, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, rombongan SDN 39 Gabek Pangkalpinang menyelenggarakan acara perpisahan sekolah untuk adik-adik-adik kita yang baru saja lulus ujian nasional kemarin, Rabu, 09/05.

Selanjutnya, Wisata ke kawasan Bukit Menumbing menjadi pilihan tempat favorit bagi sebagian besar kalangan penikmat sejarah. Dengan ketinggian 355 meter diatas permukaan laut, tempat ini adalah surga bagi para selfie mania.

keindahan sunset dari atas bukit menumbing

Selain sarat dengan sejarah, perlu diketahui di tempat inilah kedua tokoh dunia tadi -Ir. Soekarno dan Drs Mohammad Hatta- pernah menghabiskan hari-harinya sebagai orang buangan, sebagai efek langsung dari aktifitas perlawanan terhadap bangsa kolonial penjajah.

Di kawasan Bukit Menumbing, juga ada bangunan wisma, yang mana Wisma ini memiliki satu bangunan utama dengan beberapa fasilitas umum lainnya.

Bangunan tersebut dibangun pada masa penjajahan Belanda, sekitar tahun 1928 -1933. Berdasarkan informasi yang tertulis pada kamar 102 di wisma Menumbing, inilah tempat Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. Ag. Pringgodigdo, Komodor Surya Darma dan Mr. Assa’at diasingkan sejak tanggal 22 Desember 1948 hingga 7 Juli 1949.(*)

presenter : dby

narasi : LH

video title : Anns