Press "Enter" to skip to content

Posts published in “HUKRIM – POLITIK”

Dewan Pers Digugat, Saksi Buktikan Kerugian Materil Kebijakan Dewan Pers

JAKARTA

Garuda-News.Id

Dalam sidang lanjutan menggugat dewan pers, penggugat menghadirkan saksi yang membeberkan bukti kebenaran, di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018)

Advokat Dolfie Rompas SH MH, kuasa Hukum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), yang eksis membela wartawab.

“Menghadirkan saksi dari penggugat, dan juga bukti penggugat,” kata Dolfie Rompas, kuasa hukum dua organisasi pers, SPRI dan PPWI yang menggugat Dewan pers, usai persidangan.

“hari ini yang memberikan kesaksian pak Saril Idam, wartawan juga pimpinan organisasi pers,..keterangan saksi, yang disampaikan saksi penggugat, ada hal yang luar biasa terungkap,” terangnya.

Rompas menjelaskan, “yang pertama adalah bahwa memang benar, akibat dari kebijakan dewan pers, maka ada kerugian materil, dipertajam oleh hakim, bahwa ada kerugian terhadap pekerja pers,” ujarnya.

“yang kedua bahwa diakui oleh saksi, memang ada surat edaran yang dibuat oleh dewan pers yang berhubungan dengan kebijakan dewan pers seperti uji kompetensi wartawan,” ungkapnya.

Lanjut Rompas, saksi menjelaskan surat edaran yang sampaikan kepada pemerintah dan instansi, yang pada intinya tidak boleh melayani wartawan yang abal-abal.

“Saksi menerangkan yang dimaksud wartawan abal-abal adalah wartawan yang tidak mengikuti uji kompetensi,” bebernya.

Seperti diketahui, Organisasi Pers SPRI dan PPWI eksis menyuarakan keluh kesah para wartawan dan para pemilik media masa yang merasa dirugikan oleh kebijakan-kebijakan Dewan Pers.**

(TYr)

Hari Anak Di Bangka Barat, Markus Berharap Segala Hak Anak Terpenuhi

Muntok

Garuda-News.Id

Bertempat di gedung Graha Aperatur Pemkab Bangka barat Telah Dilaksanakan Kegiatan Hari Anak Nasional 2018 sekaligus Launching gugus tugas serta rencana aksi daerah (RAD) menuju Kabupaten layak anak(KLA), Rabu, 24/10/2018.

Perayaan Hari Anak Nasional 2018 tingkat Kabupaten ini mengusung tema “Anak Indonesia, Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat).

Wakil Bupati Bangka Barat Markus SH, dalam sambutannya mengucapkan selamat hari anak kepada anak Indonesia terutama di Bangka Barat dan yang hadir pada acara, serta berharap segala hak anak terpenuhi.

“Semoga dengan peringatan hari anak nasional dan launching gugus tugas serta rencana aksi daerah menuju kabupaten Bangka Barat layak anak tahun 2018 menjadi komitmen bagi peningkatan dan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia dapat terus ditingkatkan, untuk menjadi anak Indonesia Cerdas, Sehat, Ceria dan berakhlak mulia,”ujar Markus.

Dalam kesempatan itu, Markus meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Pemkab Babar, Ismanto untuk melakukan kegiatan makan bersama Penjabat Daerah dengan anak sekolah SD maupun SMP.

“Pak Ismanto, Kita perlu pembentukan karakter anak, karena ini penting, karena kita ingin mensukseskan revolusi mental anak. Kita awali dengan yang kecil dulu, nanti kita lakukan makan bersama dengan anak-anak disekolah walaupun hal ini sepele tapi ini penting ” pungkasnya.

“Kita ajarkan anak-anak cuci tangan sebelum makan dan cuci piring, dengan harapan anak-anak kita jadi pribadi yang rajin, keliatan sepele tapi ini penting untuk membentuk karakter anak supaya rajin,” tamabah Markus.(*)

Penulis : Anto

TNI-POLRI Beserta Kesbangpol Dan Seluruh Perwakilan Organisasi Gelar Rapat Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid

Pangkalpinang

Garuda-News.Id

PemerintahKota Pangkalpinang bersama MUI, Polres dan Kodim 0413/ Bangka serta MKUB, KESBANGPOL, dan seluruh Perwakilan organisasi mengelar Rapat Koordinasi terkait pembakaran bendera berkalimat tauhid yang terjadi di Garut Jawa Barat, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam dan berlangsung di Ruang Rapat Walikota Pangkalpinang. Rabu (24/10/2018) siang.

Akibat dari pembakaran bendara tauhid di Garut Jawa Barat yang ramai tersebar di media elektronik, media cetak serta media online. berdampak dan dirasakan oleh masyarakat Kota Pangkalpinang.

Dalam hal ini terlihat dengan akan di dilaksanakannya kegiatan Aksi Damai oleh Masyarakat Babel yang rencananya akan diadakan di Taman Alun Alun Kota Pangkalpinang pada hari Jumat (26/10/2918) nanti dan mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak baik Pemerintahan Tokoh Agama dan TNI/ POLRI serta Organisasi yang Terkait.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam dalam hal ini mengatakan kepada awak media, “Adapapun tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mengantisipasi jangan sampai dampak dari kejadian ini akan berdampak yang buruk untuk ibu kota pangkalpinang khususnya bagi masyarakat Pangkalpinang, kita menginginkan bahwa Kota Pangkalpinang tetap terjaga kondusifitasnya keamanan dan ketertibannya walaupun terjadi aksi damai.” Jelasnya

Dalam kesempatan ini kita semua sudah mengambil sikap dalam upaya menyikapi perkembangan, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya jelang pemilu 2019

Lebih lanjut ia katakan ” Dalam hal ini MUI Kota Pangkalpinang MKUB Kota Pangkalpinang beserta pihak Polresta Pangkalpinang , Kodim 0413/ Bangka ini telah mengambil sikap diantaranya.”
Menghimbau kepada seluruh eleman masyarakat agar tetap menjaga keutuhan ketentraman dan ketertiban di Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung dan tidak berbuat hal hal yang merugikan Persatuan dan Kesatuan umat.
Mengajak seluruh umat beragama khususnya di Kota Pangkalpinang agar tetap bersikap tenang dan tidak mudah terpancing oleh provokasi dan pemberitaan Hoax yang dapat memecah belah persatuan umat khususnya jelang pelaksanaan pemilu 2019.
Menghimbau kepada seluruh element masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama agar tetap kondusifnya situasi Kamtibmas di Kota Pangkalpinang.
Terkait peristiwa yang terjadi di Garut Jawa Barat apabila terjadi pelanggaran hukum maka sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan penegakan hukum .
“Ia juga Katakan yang akan hadir pada aksi damai nanti kurang lebih 2000 (Dua Ribu) orang, dan memang harus benar-benar dilakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak kita kehendaki ” tegasnya

Kapolres kota Pangkalpinang AKBP Iman Budiono septana S.IP menyampaikan, “Tolong kerjasamanya untuk menjaga keamanan kota Pangkalpinang agar selalu kondusif saat Aksi Damai nanti.” pintanya.

Dandim 0413/Bangka Letkol Arm Riski Budianto pada saat usai Rapat Koordinasi menambahkan “Kami dari pihak TNI akan menempatkan anggota ditiap titik-titik yang dianggap rawan untuk menjaga agar tetap kondusif.” Tegasnya.

Hal ini dilakukan tidak lain ialah untuk menjaga keamanan Kondusifitas di Kota Pangkalpinang agar tetap terjaga dan giat aksi berjalan damai.**

(Wenki)

Wakil Ketua DPRD Babel Akan Tuntut Rakyat Pos Dan Lapor Ke Dewan Pers

PANGKALPINANG 

Garuda-News.Id

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Deddy Yulianto menjadi berang dengan pemberitaan di media cetak Rakyat Pos tanggal 24 Oktober 2018 yang menerbitkan berita SPDN milik wakil ketua DPRD Babel beramasalah.

Setelah mengetahui pemberitaan ini, Deddy sebagai pemilik SPDN menanggapi serius berita yang tanpa ada wawancara dengan dirinya tersebut.

Deddy mengatakan, bahwa tidak benar SPDN miliknya di segel karena sampai hari ini masih melakukan pendistribusian BBM solar ke nelayan

“Sistem penjualan kita menggunakan kartu kendali dan rekomendasi pembelian BBM dari PPN serta menunjukkan surat kapal dan surat berlayar, yang disegel bukan punya kita, SPDN Kita hingga sampai hari ini tetap beroperasi,” tegas Deddy melalui rilis berita yang disampaikan ke media.

Deddy menjelaskan, maksud dirinya menyebut silent kemarin kepada salah satu media karena tidak ingin ikut campur dengan SPDN milik orang lain, karena takut salah persepsi yang disegel karena menurut informasi dari media cetak yang di nelayan bukan di jelitik.

Deddy tidak membantah kalau ada oknum harian lepas bagian nozel yang bekerja di SPDN miliknya mengeluarkan solar tanpa membawa surat kapal di luar jam kerja operasional.

SPDN pada waktu itu kata Deddy sudah tutup jam 18.00 WIB dan masalah ini sudah di tangani oleh Polair di luar SPDN miliknya.

Dengan peristiwa ini, ia berharap menjadi pembelajaran bagi nelayan, untuk itu nelayan jika membawa BBM pakai mobil harus juga membawa surat kapalnya, karena kadang kala kapal nelayan berlabuh jauh dari jelitik yaitu kadang di air kantung kadang dipelabuhan lama dan kadang juga di nelayan.

Mengenai pemberitaan di media cetak Rakyat Pos, ia menilai telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik selaku pimpinan DPRD.

Dengan demikian, Deddy menyatakan tidak terima atas pemberitaan tersebut, bahkan Rakyat Pos tidak pernah menelpon untuk melakukan konfirmasi terkait persoalan ini.

Ia menambahkan, pemberitaan Rakyat Pos baik cetak maupun online yang tidak berimbang tanpa ada konfirmasi seperti ini bukan pertama kalinya.

“Silakan tanya langsung ke Polres Bangka yang di segel SPDN di jelitik atau di nelayan? ,SPDN kita nomor 29.332.17,” tegas Deddy.

Deddy menegaskan, kalau dirinya tidak mempermaslahkan media untuk memberitakan apa yang terjadi,  namun mesti seimbang dan profesional dan bertanya terlebih dulu kepada sumber yang resmi, bukan main copy paste.

“Tanya langsung pada sumbernya, jangan hanya mengambil berita dan info dari orang lain yang tidak paham duduk persolannya.

Mengenai pemberitaan Rakyat Pos ini, Deddy akan melakukan upaya hukum terkait pemberitaan yang tidak benar tersebut, untuk itu, Deddy meminta rakyat pos segera mengklarifikasi berita ini.

“SPDN siapa yang menjual ke nelayan dan SPDN siapa yang menjual diluar nelayan  seperti menggunakan mobil dan sebagainya, penjualan SPDN kita di jelitik menggunakan kartu kendali, transaksi perhari, rek Koran tiap penyetoran perhari langsung ke bank, apa lagi SPDN kita bersebelahan dengan kantor PPN,” ujarnya.

Selain itu, Deddy juga tidak menampik jika masih ada nelayan yang belum Terakomodir dikarenakan surat kapalnya mati dan belum ada rekomendasi pembelian BBM dari PPN.

“Kami hanya penyalur admintrasi seperti rekomendasi dari DKP dan rekom pembelun BBM dari PPN, kami akan melakukan upaya hukum terhadap pemberitaan di media cetak Rakyat Pos dan online atas tuduhan fitnah, pencemaran nama baik dan kami juga akan melaporkan ke kode etik dewan pers, serta UU ITE,” ungkapnya.**

Penulis : Wenki

Kapolsek Simpang Teritip Antisipasi Penyalahgunaan BBM

Simpang Teritip

Garuda-News.Id

Kapolsek Simpang Teritip Ipda Astrian Tomi S.H,M.H menertibkan antrian panjang di SPBU Simpang Ibul Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka, Rabu, 24/10/2018.

Sebagai salah satu wujud kepedulian terkait kelangkahan BBM yang terjadi di wilayah Bangka Barat, Kapolsek Simpang Teritib langsung terjun kelapangan demi mencari tahu sendiri isu yang beredar beberapa waktu lalu terkait kelangkahan BBM.

“ Antrian panjang yang terjadi di SPBU Simpang Ibul bukan hal yang lumrah, memang sudah menjadi rutinitas setiap harinya , bukan dikarekan isu yang beredar beberapa waktu yang lalu terkait kelangkaan BBM di beberapa tempat “ Ujar Kapolsek Simpang Teritip

Kapolsek Simpang Teritip Kapolsek Simpang Teritip Ipda Astrian Tomi S.H, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menciptakan keadaan keamanan, Himbauan kepada masyarakat untuk tertib pada saat pengantrian BBM dan Antisipasi penyalahgunaan BBM.**

Penulis : sendi

Pemukulan Seorang Pria Terhadap Wanita Pemandu Lagu hebat dong??

JAWA TENGAH

Garuda-News.Id

Seorang perempuan pemandu lagu Noviana (36), menjadi korban aksi pemukulan oleh seorang pria di Desa Jrakahpayung Kec. Tulis. Keb. Batang, Jawa tengah, pada Selasa (16/10/2018). 

Pelaku pemukulan adalah Rasmardi, warga Desa Bekatan Kec. Kandangan Kab. Batang yang bekerja sebagai tukang ojek.

Peristiwa ini berawal, saat pelaku mengajak korban untuk diminta menemannya berkaroke. Usai bernyanyi pelaku memberi upah berupa kalung emas.

Namun saat korban ingin  menggadaikan kalung emas tersebut, pemilik karoke mengatakan bahwa kalung emas yang di maksud ternyata palsu.

Keesokan hari korban pun menelpon mengatakan bahwa emas yang diberi ternyata palsu.

Tak berselang lama pelaku akhirnya datang ke tempat karoke, tanpa alasan jelas pelaku langsung menonjoki muka korban, hingga akhirnya korban lari ketakutan ke dapur, bukan hanya sampai disitu saja pelaku malah masih melayangkan pukulan hingga mengenai muka korban sampai akhirnya bergulat.

Mendengar adanya keributan, warga pun datang memisahkan aksi perkelaian. setelah keluar, pelaku malah sempat memamerkan uang dalam plastik segepok saat kejadian.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami memar di pipi kiri sampai akhirnya korban melakukan visum dan melaporkan kejadian ke Polsek Tulis dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan  : No. STPL/45/X/2018/JTG/RES BTG/SEK TLS.

Mendengar peristiwa ini Zainuddin selaku orang tua korban menyayangkan kejadian ini terjadi, ” kami pihak keluarga berharap agar pihak kepolisian segera mengambil langkah menindak lanjuti aksi main pukul tersangka terhadap anak perempuannya, Tutupnya.**

Penulis : Habibur rahman

Editor : Sapta

Usut Tuntas Kasus Ilegal Loging, Diduga Ada Cukong Besar Dibalik Itu

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Berkaitan dengan kasus penangkapan balok kayu pada jum’at (19/10) lalu, yang berasal dari kawasan Gunong Duren di kecamatan Dendang Beltim, oleh tim Gakkum LHK Palembang.

Ketua LSM Komplimas dan juga pemerhati Kawasan Hutan, Oscar Zanzibar, mengatakan Indikasi tersangka pelaku penebangan dan penampung/depot pengumpulnya, jangan tebang pilih, ada dugaan cukong besar dibalik praktek penebangan illeggal Loging tersebut,” ujarnya

“Ya……!, jangan ada toleransi lagi praktek-praktek illeggal logging semacam itu .sudah terlalu banyak praktek pembiaran terhadap penebangan liar dikawasan Hutan tersebut,”

Menurut Oscar, Penangkapan kayu olahan berupa balok kayu yang di duga hasil praktek dari Pembalakan atau perambahan pada kawasan hutan Negara dari team Gakkum LHK Palembang di- Kabupaten Belitung Timur, sepatutnya mendapat apresiasi,

“mengingat banyaknya praktek- praktek illegal seperti illegal farming, illegal mining secra masif pada kawasan hutan sudah sangat mengkwatirkan,” ungkap Oscar

” adanya penindakan sebagaimana tersebut kiranya dapat menguak secara Terang benderang praktek illegal itu, baik dari tngkat pelaku penebangan, penampung hingga pembeli/pemodalnya,, sebagaimana ketentuan UU no 18, tentang pencegahan dan kerusakan hutan,” kata Oscar.**

Niza karyadi

Diduga Koruosi Dana Kampung Dua ASN Dinas Pemberdayaan Sorsel Di Tahan Jekasaan

SORONG

Garuda-News.Id

Dua Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Kampung Kabupaten Sorong Selatan HT dan JS telah ditahan, dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara Lembaga Pemasyarakatan Sorong oleh Kejaksaan Negeri Sorong pada, Selasa, 23 Oktober 2018.

Keduanya ditahan lantaran terlibat kasus dugaan pungutan liar Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2016 silam,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Ahmad Muhdhor, S.H katanya, Selasa (23/10).

Lebih lanjut Ahmad Muhdhor menjelaskan, Berkas Acara Pemeriksaan tersangka beserta barang bukti uang sebesar 145 juta rupiah dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Sorong Selatan.

Selanjutnya kami akan melimpahkannya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Manokwari.
Atas perbuatannya, kedua ASN ini kami kenakan pasal 12 dan pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kami menggunakan pasal ini karena sifat alternatif.

Saat diminta untuk menjelaskan kronologis dugaan pungutan liar, Ahmad Muhdhor menjelaskan, salah satu tersangka yang menjabat sebagai Kepala Seksi di Dinas Pemberdayaan Kampung Kabupaten Sorong Selatan berjanji membantu membuatkan Laporan Pertanggung Jawaban Dana Desa.

Karena keterbatasan Sumber Daya Manusia makanya, tersangka membantu kepala-kepala Kampung membuat Laporan Pertanggung Jawaban dengan memungut uang.
Besaran pungutan yang diduga diminta oleh tersangka untuk setiap kampung Rp 3 juta hingga 6 juta rupiah, sehingga total pungutan liar Rp 360 juta. Akan tetapi yang diamankan penyidik 145 juta rupiah.

Dua ASN yang masih aktif berdinas ini langsung ditahan untuk 20 hari kedepan,” ujar Ahmad Muhdhor.
Sementara itu, penasihat hukum tersangka, Yance Salambauw, S.H saat dimintai tanggapannya terkait penahanan kliennya menyampaikan, uang yang diklaim merupakan hasil pungli sebenarnya merupakan sesuatu yang diberikan secara sukarela oleh masyarakat, dan dikaitkan dengan biaya-biaya yang sudah lebih dulu diberikan.

Terkait dengan dokumen, berkas administrasi dana desa semua Kepala Kampung tidak dapat membuat laporan pertanggung jawabannya.
Nah, klien kami membantu mereka membuat laporan pertanggung jawaban. Tidak heran jika masyarakat kemudian menyediakan mereka uang makan, minum, transportasi serta biaya tak terduga lainnya.

Ketika dana desa yang bersumber dari APBN dan APBD cair, para kepala kampung menyadari bahwa tanpa bantuan tersangka untuk mengerjakan berkas pencairan, dana desa tidak bakalan cair,” kata Yance Salambauw.

Yance menambahkan, jika berkas pencairan tersebut tidak dilaporkan ke Pemerintah Pusat, otomatis dana desa tidak akan cair. Makanya, ada biaya-biaya tambahan tadi.
Disamping itu, klien kami tidak serta merta menerima secara langsung uang yang diklaim pungli itu.

Semua yang menerima adalah bendahara. Semua dokomen yang mengatur adalah bendahara.
Kalau disinggung sudah ada pendampingan, Yance menegaskan prosedur itu yang tidak dilakukan mengingat kondisi yang terjadi di Sorsel.

Dalam kasus ini, lanjut Yance, pihaknya melihat tidak adanya pendampingan. Begitu juga kami tidak bisa menjustifikasi bendahara terlibat dalam kasus ini. Semuanya merupakan kewenangan penyidik untuk melanjutkan atau tidak proses penyidikan.

Klien kami juga tidak bisa dijustifikasi sebagai tersangka pungutan liar. Yang pasti dalam kasus pungli ini ada peran bendahara,” kata Yance Salambauw.**

Penulis : Deo

Diduga Salah Obat, Wartawan Pasien Puskesmas Singatrunan Makin Parah keadaannya

Banyuwangi 

Garuda-News.Id

Sungguh miris nasib yang di alami oleh Hartono warga Kelurahan Lateng, Setelah minum obat dari Puskesmas Singatrunan yang seharusnya membaik kesehatannya malah bertambah buruk.

Awalnya ia merasa gak enak badan, pusing, meriang dan sesak.
lantas kluarga membawa ke puskesmas untuk memeriksakannya.

Susi Selaku istri dari hartono menceritakan “Pada awalnya cuma pusing mas, meriang dan juga sesak lantas di bawalah ke puskesmas untuk periksa, setelah pulang dari periksa dan membawa obat yang di beri dari puskesmas bukannya membaik kok malah bertambah parah”.Terangya

“Panasnya tambah tinggi, wajahnya bentol bentol dan merasa kesakitan” Jelasnya dengan nada sedih dan raut wajah bingung.

Windri adik korban juga ikut menambahkan “Saya bawa kembali ke Puskesmas mas untuk mengetahui lebih lanjut terkait penyakitnya. yang seharusnya pihak dokter memberi penjelasan, hanya mengatakan untuk membawanya ke rumah sakit (Singkat)” jelas windri.

Saat media ini mengkonfirmasi kepada kepala puskesmas di kantornya Senin(22/10/2018) siang  terkait apa yang telah menimpa pada saudara Hartono, Kepala Puskesmas terkesan Tertutup dan Merasa tidak ada kesalahan

“Saya belum bisa memberi penjelasan pasti silahkan di tanyakan dulu pada pak idrus selaku keluarga pasien”.

“Atau nanti bisa di tanyakan kepada Dokter yang memeriksa secara langsung.dan silahkan di tunggu bila Berkenan”. Ungkapnya singkat.

Hingga berita ini di publikasikan, belum ada tanggapan pasti dari kepala puskesmas singatrunan maupun pihak Dokter yang memeriksanya.
Dan keadaan saudara Hartono sendiri masih berada di RSUD Blambangan masih menjalani perawatan intensif dan pemeriksaan.

(Daff)

BPBD Beltim Kekurangan Armada Damkar

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur mengaku kekurangan armada mobil pemadam kebakaran (Damkar). Dari empat armada yang dimiliki, hanya dua yang bisa beroperasi optimal, satu mengalami kerusakan pada pompa penyedot, satu rusak parah alias tidak bisa dipergunakan.

Kendala keterbatasan sarana prasarana itu diungkapkan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Beltim, Surya Mulyana. Diakuinya pelayanan saat kebakaran jadi terhambat akibat kurangnya sarana tersebut.

“Kalau yang siapnya hanya dua, yang satu dalam kondisi tidak bisa menghisap tapi bisa menyemprot. Kalau yang paling besar tidak bisa dipergunakan sama sekali, rusak parah,” ungkap Surya kepada wartawan pada Selasa (23/10).

Lantaran kondisi tersebut, BPBD kesulitan untuk memaksimalkan proses pemadaman api. Tak jarang hal itu membuat personil yang bertugas jadi bulan-bulanan omelan dan kritikan pedas masyarakat saat proses pemadaman rumah warga yang terbakar.

“Otomatis pelayanan kita terganggu. Kasihan anak buah kita di lapangan yang sudah berupaya membantu namun karena kurang sarana, sudah biasa kalau ada warga yang complain,” ujar Surya.

Mantan Kepala Subbagian Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah itu sudah berupaya untuk menanggulangi keterbatasan sarana dengan mengajukan perbaikan pompa di salah satu unit damkar yang rusak. Namun anggaran itu baru bisa terlaksana pada 2019 mendatang.

“Kalau tahun 2018 ini gak ada anggaran. Baru tahun 2019 nanti, itu pun hanya penggantian spare part pompa. Kalau untuk mobilnya keinginan adanya mobil tangki untuk supply air saja,” kata Surya.

Meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada, BPBD Kabupaten Beltim tetap mampu bekerja dengan maksimal. Dengan kekompakan tim yang solid, dan bantuan dari rekan-rekan baik di instansi pemerintah ataupun swasta.

“Kelebihan kita di situ, dengan tim yang kompak dan solid biar pun kita punya keterbatasan sarana tapi setiap ada kebakaran, Alhamdulillah bisa kita atasi,” tukasnya,**

Niza karyadi

Kejari Beltim Terima SPDP Illegal Loging

Belitung Timur

GarudaNews.Id

Kejari Beltim menerima SPDP illegal loging dari penyidik Gakkum”
Kejaksaan Negeri Belitung Timur telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan( SPDP) dari penyidik Gakkum LHK Palembang pada hari senin tanggal 22 Oktober 2018.
Hal ini disampaikan Kasi Pidum Kejari Beltim Riki Apriansyah, SH, MH melalui WhasApp, Kemaren.

” Riki mengatakan, Spdp tersebut diketahui An Tersangka Sumiyadi dan Tersangka Jepri yang diduga melanggar Pasal 88 ayat (1) huruf a jo Pasal 16 Undang Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 kuhp,” kata Riki

Kasi Pidum Riki Apriyansyah, SH, MH mengapresiasi kawan-kawan penyidik dari gakkum LHK Palembang yang telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pengangkutan Illegal Loging,” Tukas Riki

Saat ini menurut Riki, penyidik dari gakkum lhk sedang menyelesaikan berkas penyidikan terhadap para tersangka yang diberikan waktu oleh undang undang paling lama 90 hari berdasarkan Pasal 39 huruf a Undang Undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” ungkap RikiL Lanjutnya Ia menambahkan kita tunggu saja hasil penyidikannya.**

Niza karyadi

 

Anak Yatim-Piatu Dibacok Oknum Siswa SMK Prestek Cikande

Serang, Banten 

Garuda-News.Id

Genta Alfiza Putra Aditya Nur atau nama panggilan Adit (15), anak yatim-piatu yang tinggal bersama neneknya di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten harus menjalani operasi bedah dan rawat inap di Rumah Sakit Rangkas akibat terkena bacokan clurit di pinggang bagian atas, 16 Oktober 2018 lalu. Kejadian naas pembacokan terhadap siswa kelas IX di SMPN 2 Jawilan itu, terjadi pada hari Selasa, 16 Oktober 2018, sekira pukul 13.00 wib, di Jl. Gabus Pamarayan Km 1, Kampung Padasuka, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, sekitar 1 kilometer dari sekolahnya.

Oknum pelaku pembacokan diduga bernama Frangky alias Aceng (17), siswa kelas 1 di SMK Swasta Prestasi Berteknologi (Prestek), yang beralamat di Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Sang jagal ini tinggal bersama orang-tuanya, Toni (51) di Kampung Tanjakan, RT 01 RW 01, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande.

Menurut keterangan paman Adit, Nursopyan, pelaku dan korban tidak saling kenal. “Mereka baru bertemu saat kejadian,” kata Nursopyan yang akrab dipanggil Obot itu.

Sebenarnya dalam peristiwa ini, lanjut Obot, keponakannya yang diasuh dan diangkat sebagai anaknya sejak kecil tersebut merupakan target salah sasaran dari si pelaku dan gerombolannya yang pada waktu itu sedang merencakan tawuran dengan anak-anak siswa dari SMK lainnya di sekitar tempat kejadian perkara. “Anak saya itu korban salah sasaran dari anak-anak yang sedang mencari lawan mereka dari sekolah lain, yang sebelumnya tawuran,” imbuh Obot, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PPWI Banten

Kejadian pembacokan itu, tutur Obot yang mendampingi Adit saat dijumpai awak media di rumahnya, bermula pada saat Adit pulang sekolah. Ia bersama dua rekannya bermaksud ke kampung Cigoong, untuk bermain ke rumah teman mereka, yang jaraknya sekitar 1 km dari sekolahnya, SMPN 2 Jawilan.

Menjelang tiba di rumah kawannya itu, mereka melihat serombongan anak-anak yang sedang bawa senjata tajam, bersepeda motor, sekitar 100 orang. Melihat gerombolan itu, Adit dan kawan-kawan langsung balik kanan kembali ke arah sekolahnya. Naas, sekitar 10 orang dari rombongan itu mengejar mereka. Ketika gerombolan itu mendekat, langsung menuju ke Adit. Salah seorang di antara mereka, yakni Aceng, membentaknya bertanya, “Anak mana luh?” sambil mengayunkan clurit ke pinggang Adit.

Ujung clurit tepat menancap di bagian pinggang Adit, agak ke atas ke arah punggung. Darah langsung mengucur deras dari luka dalam hampir 10 centimeter. Sambil menahan sakit yang luar biasa, Adit berlari sekencang-kencangnya ke arah sekolahnya. Untungnya, seorang rekan Adit sedang lewat, dan menolongnya membonceng sepeda motor, menuju ke sekolah untuk bersembunyi.

Setelah keadaan aman, kawan-kawannya berinisiatif membawa Adit dengan membonceng sepeda motor ke Puskesmas Pamarayan, Serang. Tapi, nasib apes lagi menimpa Adit, ia harus menunggu selama lebih dari 1 jam, tidak ada satupun petugas puskesmas yang menolongnya.

Akhirnya, kawan-kawan Adit memutuskan untuk membawa Adit yang sudah pucat-pasi hampir kehabisan darah, ke Rumah Sakit Kartini yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanan bermotor dari Pamarayan. Adit dibonceng motor (lagi) oleh kawan-kawannya, karena puskesmas menolak memberikan bantuan peminjaman ambulance yang saat itu sedang parkir, tidak sedang terpakai, di halaman puskesmas.

Perjuangan hidup Adit cukup menegangkan, di perjalanan kendaraan motor yang ditumpangi kehabisan bensin. Akhirnya harus iuran dana di antara kawan-kawannya untuk membeli bensin. Setelah berjalan beberapa saat, kembali musibah datang, ban belakang sepeda motor mereka bocor. Apes!

Namun, akhirnya pertolongan datang. Seorang bapak-bapak lewat dan menawarkan bantuan membawa Adit ke Rumah Sakit Kartini. Setiba di sana, dokter jaga langsung melakukan pemeriksaan luka bacok di pinggang Adit. Dari pemeriksaan singkat itu, petugas menyampaikan bahwa Adit harus dirujuk ke RSUD Rangkas dengan alasan, proses penanganan Adit harus dilakukan dokter bedah, yang saat itu belum tersedia di Rumah Sakit Kartini.

Dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menitan, Adit berhasil dibawa oleh pamannya, Nursopyan, ke RSUD Rangkas. Nursopyan datang ke Rumah Sakit Kartini seketika menerima khabar anaknya dibacok orang dan dibawa kawan-kawan sekolahnya ke rumah sakit itu.

Setelah melalui serangkaian operasi oleh dokter ahli bedah dan dirawat selama 5 hari, Adit akhirnya terpaksa dibawa pulang oleh orang tuanya untuk rawat jalan. Alasan utama, karena kedua orangtuanya sibuk mengurus pekerjaan dan anak-anak lainnya, termasuk nenek Adit yang sudah tua di rumah, sementara lokasi Rumah Sakit Rangkas cukup jauh dari rumah kediaman mereka, sehingga amat merepotkan untuk menjaga Adit di rumah sakit.

Saat ini, kondisi Adit, si anak yatim di Jawilan itu masih sangat lemah. Dia kesulitan menarik nafas agak dalam karena terasa sakit di bagian dada kanan, yang terkena bacokan. Informasi dari dokter yang menangani, serangan bacokan itu hampir saja melukai paru-paru kanan Adit. “Kata dokter yang melakukan operasinya, sedikit lagi, tidak sampai satu senti lagi, ujung clurit mengenai paru-parunya Adit,” tutur Nursopyan dengan nada sedih mengakhiri penjelasannya, Senin, 22/10/2018.**

(HWL/Red)

Lagi, Putung Rokok Penyebab Kebakaran

Muntok

Garuda-News.Id

Pukul 18.15 Wib bertempat di Kampung Mentok Asin Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat telah terjadi kebakaran lahan kosong seluas kurang lebih 3 (tiga) hektar, Senin, 22/10/2018.

Berawal dari Laporan Warga , Api yang menjalar hutan seluas 3 hektar tersebut bisa dipadamkan, Anggota piket Polsek Muntok langsung mendatangi lokasi kebakaran tersebut dengan membawa alat pemadam kebakaran yang dimiliki Polsek Muntok, dan piket menghubungi pemadam kebakaran milik pemda (BNPB dan Satpo PP Kab. Bangka Barat)

Berawal dari laporan Warga telah terjadi kebakaran hutan seluas 3 hektar, sehingga pada pukul 18.45 Wib, Anggota Piket Polsek Muntok dan tim pemadaman yang membawa alat pemadam kebakaran tiba dan langsung memadamkan api yang membakar lahan kosong seluas kurang lebih 3 (tiga) hekta tersebut, dan pukul 20.00 Wib api berhasil dipadamkan.

Kapolsek Muntok Iptu Christo, N.Y.T. Nender, menjelaskan Penyebab kebakaran lahan kosong ini akibat percikan api dari puntung rokok yang dibuang sembarangan kemudian di tiup angin sehingga menjadi kobaran api yg membakar semak belukar lahan kosong ini.

“Tidak ada korban jiwa maupun Materi yang diakibatkan oleh kebakaran tersebut atas kejadian kebakaran ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan di musim kemarau ini” ujar kapolsek mentok. (*)

Penulis : Sendy

Pemadam kebakaran Kesulitan Jinakkan Api di Mega Karaoke KTV

Pangkalpinang 

Garuda-News.Id

Ruangan Hall Mega Karaoke KTV yang beralamat dijalan K. H. Abdurahman Sidiq tepatnya di depan kantor Bangka Pos Kota Pangkalpinang mengalami kebakaran senin (22/10/2018) malam

Terlihat dilokasi terjadinya kebakaran’ sebanyak empat kendaraan pemadam kebakaran dinas kota Pangkalpinang sedangkan melakukan pemadaman.

Pantauan awak media garuda-news.id “Tim dinas Pemadam kebakaran agak kesulitan melakukan pemadaman dikarenakan titik api berada di lantai lima (5) serta tidak ada akses lain di gedung tersebut .

Menurut keterangan saksi Arya pegawai teknisi hotel puncak yang bersebelahan dengan TKP kebakaran mengatakan, ” Kejadian ini terjadi sekitar pukul 20:30 Wib’ kebetulan
semua pegawai di Mega Karaoke pada hari senin libur memang semuanya memang libur.” Ungkap Arman


Lebih lanjut ia katakan, ”Pada saat terjadinya kebakaran saya bersama manejer Mega Karaoke Fredy langsung menuju titik api dan terlihat api sudah membakar ruangan Hall mega karaoke yang berada di lantai 5.”

Sampai berita ini diturunkan api belum bisa di padamkan dan petugas pemadam kebakaran masih berusaha untuk menjinakkan api dan sudah 7 unit mobil damkar untuk memadamkan api.”

(Wenki)

Gakkum LHK Palembang Bersama Polhut UPTD KPHP Gunong Duren Amankan Kayu Ilegal

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Seksi wilayah Palembang Dishut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UPTD KPHP Gunong Duren Beltim didampingi oleh anggota Polres Belitung Timur, Subdenpom TNI dan Kodim 0414 Belitung telah mengamankan satu unit truck yang muatan kayu balok yang diduga Ilegal diangkut tanpa dokumen disaat sedang melintas di jalan Sudirman Dendang pada jumat (19/10 ) dini hari

“Kayu yang diamankan oleh Tim Gakkum LHK itu adalah hasil dari pembalakan liar dari dalam kawasan hutan produksi (HP) Gunong Duren, Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur,

“Sebelum Barang Bukti (BB) dititipkan ke Mapolres Belitung Timur, Barang Bukti diamankan Dikantor UPTD KPHP Gunong Duren Belitung Timur: 1 unit truk Mitsubishi BN 4122 Al, Kayu berupa Balok dengan ukuran Panjang 14 meter x 20 cm sebanyak 3 batang, balok ukuran 7 x 20 sebanyak 7 batang dan balok ukuran 3 x 20 sebanyak 15 batang,”

Kepala UPTD KPHP Gunong Duren Belitung Timur Nurdiansyah yang akrab disapa Anca, saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada (22/10) mengatakan saya belum ada kewenangan untuk menyampaikan stetmen yang berkaitan dengan penangkapan kayu balok tersebut, itu kewenangan tim Gakkum LHK Palembang, ” silahkan konfirmasi kepada Tim Gakkum, itu masih ada mereka diruang kerja, ” ujar Anca

Salah satu tim Gakkum LHK, saat mau di konfimasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa kami tidak bisa lakukan stetmen, karna yang punya hak untuk stetmen itu adalah pimpinan kami,” ditanya, dimana pimpinannya, ” Ia katakan di Palembang. **

Niza Karyadi

Calo pembuatan SIM, Kasatlantas Akan Bertindak Tegas

Muntok

Garuda-News.ID

mewujudkanpelayanan bersih dari percaloan guna terciptanya pelayanan prima adalah satu program quick wins yang saat ini tengah dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kepolisian di Nusantara, Senin, 22/10/2018.

Kasat Lantas AKP John Piter Tampubolon, Dalam hal ini menjelaskan Satpas Polres Bangka Barat memasang beberapa spanduk himbauan untuk tidak melalui calo pembuatan SIM, serta menempatkan pengawasan internal di Propam untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti jika ada personil Polres Bangka Barat yang bertindak atau terlibat sebagai calo.

Selain Sat Lantas, Polres Bangka Barat sebagai penanggung jawab kegiatan juga untuk mewujudkan pelayanan bersih dari percaloan di Polres Bangka Barat.

Ia juga menghimbau agar jangan mau berurusan dengan calo dalam pengurusan dan jika ada yang menawarkan, jangan segan-segan untuk langsung melapor pada Provost yang telah ditempatkan di ruang pelayanan Satpas Polres Bangka Barat.**

Penulis :Sendy 

Illegal Minning Sudah Menggurita Di Babel, Suruh Masyarakat Alasan Cari Makan

PANGKALPINANG

Garuda-News.Id

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Deddy Yulianto menyebut kasus penambangan ilegal (illegal minning) saat ini sudah menggurita di Babel.Tak bisa lewat perusahaan, para pelaku tak sedikit memanfaat masyarakat sebagai tameng dengan alasan sekedar cari makan.

Parahnya, usai menguras kekayaan alam, para pelaku termasuk para cukong kemudian meninggalkan kawasan dalam keadaan rusak berat.

Dedy tak menampik jika sedikit pengusaha yang jujur dalam berbisnis pertimahan dan banyak pengusaha yang curang dalam bisnis kekayaan alam Babel tersebut.

“Yang jujur, produksinya sesuai dengan hasil kerja tambang mereka sendiri. Sedangkan yang ingin instans berlomba-lomba mencari pasir timah dengan segala cara, baik itu menjarah IUP (Izin Usaha Penambangan) atau dengan cara menyuruh masyarakat dengan alasan mencari makan, dan ada juga yang lewat koodinasi untuk membacking di daerah-daerah terlarang seperti hutan lindung, aliran sungai, laut dan sebagainya. Sementara pejabat berwenang pura-pura pejam mata, jelas-jelas sudah melakukan illegal minning. Itulah kondisi riil selama ini,” ungkap Deddy Yulianto, melalui rilisnya, Minggu, 21/10/2018).

Sebagai wakil rakyat di DPRD Babel, kata Deddy, pihaknya sudah bersuara lantang terkait permasalahan ini dalam fungsi pengawasan namun eksekusinya di tangan eksekutif. “Akankah Babel dibiarkan seperti ini terus? Para pengusaha berlomba-lomba mengeksploitasi sumberdaya alam Babel dengan membabi buta,” tegas Dedy dengan lantang.

“Illegal minning sudah menggurita di Babel, tak hanya dalam IUP perusahaan, kawasan hutan lindung, belakang sekolah, aliran sungai pun dihajar. Nggak bisa lewat perusahaan, mereka memanfaatkan masyarakat sekitar untuk melakukan penambangan. Itu kondisi riil di lapangan. Setelah itu, setelah habis dieksploitasi di tinggal begitu saja. Perusahaan-perusahaan yang menampung timah tidak bertanggungjawab akan reklamasi lahan tersebut, pejabat terkait hanya diam seribu bahasa karena mungkin sudah mendapatkan upeti dari para pengusaha-pengusaha yang telah tersistem dan terorganisir,” tukasnya lagi.

Untuk itu menurut Deddy, sudah saatnya Gubernur membenahi corat marut pertambangan di Babel dan mengembalikan pertambangan sesuai dengan Undang-undang.

“Kita butuh pemimpin dan pengusaha yang berdedikasi untuk Babel. Aparat juga kami minta tegas untuk membantu menertibkan. Bekerjalah di IUP masing-masing, jangan mengatasnamakan rakyat untuk menjarah IUP orang lain,” pungkasnya.

Terpisah, sumber di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Barat, kepada media ini beberapa waktu lalu menyebutkan, persoalan pertambangan termasuk kehutanan saat ini sudah masuk ranah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Untuk kedua ranah ini, mereka (KPK,red), kalau dulu bekerja fokus hanya sebatas verifikasi administrasi, tapi sekarang verifikasi lapangan. KPK akan melakukan cek langsung ke lapangan. Makanya kita tidak berani bermain-main dengan proses perizinan termasuk AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Karena itu, informasinya banyak pejabat yang menyebut kalau bisa pindah banyak saat ini yang minta dimutasikan dari ESDM dan Kehutanan,” ujar sumber yang biasa mengurus perizinan di bidang lingkungan hidup tersebut.**

Penulis : Rudy