Press "Enter" to skip to content

Posts published in “HUKRIM – POLITIK”

Hari Kedua Unjuk Rasa Perusahaan Pertambangan Minyak PT Medco Oleh Emak Emak

ACEH TIMUR
GARUDA-NEWS.ID

Hari Kedua Unjuk Rasa Perusahaan Pertambangan Minyak PT Medco Oleh Emak -Emak

Indra Makmur | Pertama unjuk rasa, tidak membuahkan hasil, warga indra makmu kembali unjuk rasa perusahaan pertambangan minyak PT Medco, CPP Blok A di Aceh Timur itu.

Pada Ramadhan ke 11 ini, tepatnya pada Kamis (16/5/2019) warga lingkar tambang kembali berorasi menuntut PT. Medco untuk segera mungkin menyelesaikan permasalahan polusi yang diduga telah mengusik udara segar diseputaran perusahaan.

Di hari kedua unjuk rasa, terlihat sejumlah kaum ibu – ibu dengan membawa anak – anaknya hadir ke perusahaan tersebut.

Mereka menyesalkan kinerja PT. Medco yang belum menanggulangi permasalahan pencemaran udara disekitar perusahaan.

Menurut kaum ibu, kehadiran mereka dalam orasi di hari kedua ini adalah untuk menyampak secara langsung akan dampak pencemaran udara, yang diduga berasal dari limbah PT. Medco E&P Malaka.

“Kami ikut demo ini karena Medco telah meganggu dan merampas kenyamanan dengan bau menyegat dari perusahaan itu,” papar Erni (28) salah satu pendemo.

Dalam orasinya, kaum ibu memaparkan, bahwa mereka tidak meminta uang, melainkan meminta PT. Medco menanggulangi bau busuk yang telah mencemarkan udara.

“Bau busuk ini harus dijamin hilang,” teriak ibu – ibu.

Menurut kaum ibu, sebelum kehadiran PT Medco di Indra Makmu warga tidak pernah merasakan bau menyegat ini.

“Akibat dari pencemaran udara ini, anak – anak kami menderita demam, mual , sesak dan muntah,” kata Erni.

Kalo begini terus, Lanjutnya, berati kehadiran Medco ini menjadi mala petaka untuk masyarakat lingkar tambang.

Aksi yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB itu, juga tidak mendapatkan kejelasan, pihak perusaan diduga engan menemui massa.

Hingga berita ini tayang, awak media belum dapat mengkonfirmasi pihak perusahaan terkait unjuk rasa Emak -Emak.**

Penulis : Jamadon

Diduga Epilepsi, Korban Tak Bernyawa Ditemukan Di Kali Cao Desa Dehegila Kecamatan Morotai

MALUKU UTARA
GARUDA-NEWS.ID

MOROTAI – Radi Larat (19) warga Desa Pandanga Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Rabu (15/5/2019), ditemukan tewas di kali Cao Desa Dehegila kecamatan Morsel.

Berdasarkan data dilapangan, korban ditemukan tak bernyawa dalam posisi tak berbaju dan hanya menggunakan celana panjang serta mengapung diatas air.

Menurut saksi Wahyudin Larat yang juga kakak korban bersama istri dan anaknya korban ditemukan sekitar pukul 11:00 WIT saat hendak pergi ke Kali Cao dengan tujuan mencuci pakaian.

Saat tiba di Kali Cao ,istri dari saksi (Wahyudin) menyelusuri kali dikarenakan korban tidak muncul maka saksi beberapa kali berteriak memanggil korban, hanya saja, tidak ada jawaban dari korban.

“Tidak ada jawaban, saya langsung balik ke tempat semula dimana istrinya mencuci sambil menunggu korban kembali,”terangnya

Lebih lanjut dikatakannya, sekitar pukul: 13:00 WIT, terdapat dua orang anak perempuan yang berasal dari Desa Dehegila Kec. Morsel, bertemu dengan saksi dan memberitahukan bahwa mereka menemukan mayat seorang laki laki.

“Saya beserta keluarga langsung menelusuri kali Cio seperti informasi yang didapatkan dari warga Dehegila tersebut. Sesampainya di lokasi ditemukan Radi yang tak lain adiknya sendiri sudah tak bernyawa lagi,”tuturnya

Atas penemuan tersebut melalui informasi dari masyarakat petugas aparat TNI/Polri Satpol PP, langsung turun ke lokasi kejadian.

Selanjutnya Polres Pulau Morotai langsung mengevakuasi korban ke RSUD Morotai untuk mengetahui penyebab kematian.

Diketahui dari keluarga, kematian korban diduga mengidap Penyakit (mati mati ayam atau Epilepsi sejak dari masih kecil.**

Penulis : Oje

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Ungkap Kasus Penganiayaan

JAKARTA
GARUDA-NEWS.ID

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Ungkap Kasus Penganiayaan

Jakarta | Giat ungkap Kasus Penganiayaan oleh Unit Reskrim Sektor Sunda Kelapa sebagai berikut : LP No : 104/10/K/IV/ 2019/Sek Saka Tanggal 28 April 2019. Penganiayaan sebagaimana di maksud dalam Pasal 351 KUHP.

Tempat Kejadian Perkara (TKP), Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Pada hari Sabtu 27 April 2019 sekitar pukul 22.30 WIB. dan dilaporkan Minggu (28/4) yang lalu, pukul 00.30 WIB..

Korban Sdr Ilyas Kurniawan, Laki-laki, 24 tahun, Islam, Pelajar/Mahasiswa, Alamat Bojong Minggir, Rt 011/006, Kelurahan Bojong Minggi, Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Dijelaskan Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Armayni, S.H, M.H, Rabu (15/05/2019), di Jakarta.

Armayni menjelaskan kronologi hingga pelaku tertangkap, Saksi-saksi, yaitu Egi Yohanah, Perempuan, 20 tahun, Islam, Pelajar/Mahasiswi, Alamat Bojong Minggir Rt 011/006, Kelurahan Bojong Minggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten. Pekalongan Jawa Tengah ataun domisili Muara Angke Jakarta Utara. Korban tersangka Sdr Sukrisno Bin Rasmi tertangkap pada tanggal 13 Mei 2019 yang lalu, pukul 22.00 WIB.

Kejadian pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019 sekira pukul 22.30 WIB, ketika korban sedang minum kopi di warung dihampiri oleh pelaku, tanpa basa-basi langsung memukul korban dengan menggunakan helm dan kayu, mengakibatkan korban mengalami luka robek dan berdarah pada bagian kepala.

Kejadian tersebut diduga karena sekitar bulan Maret lalu, korban pernah di tegur oleh seorang perempuan (keluarga tersangka) karena menggunakan air milik orang lain yang ada didepan kontrakan adik korban, untuk membersihkan motornya,

namun saat itu korban tidak menanggapi, sampai akhirnya saat kejadian setelah korban berkunjung ke kontrakan adiknya untuk memberikan uang, terjadilah penganiayaan terhadap korban oleh tersangka.

Atas kejadian tersebut selanjutnya korban melapor ke Polsek Kawasan Sunda Kelapa guna pengusutan lebih lanjut.

Setelah melakukan perbuatanya kurang lebih 17 hari tersangka sempat melarikan diri ke Tanggerang, Serang dan Semarang.

Akhirnya pelaku (Tersangka Sukrisno Bin Rasmi) berhasil di tangkap oleh Pers Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda pada hari Senin 13 Mei 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. ketika kembali ke Jakarta, tepatnya di Pinggir Jalan Depan Rumah Makan Palasari Penjaringan Jakarta Utara.

“Barang Bukti yang berhasil diamankan yaitu: satu Buah Helm warna hitam putih merk BXP dalam kondisi pecah milik pelaku, satu potong baju kaos warna putih merk Dendevin bernoda darah milik korban,” jelas Kapolsek.** (dade)

Warga Lingkar Tambang Demo Medco Terkait Bau Limbah

A C E H
GARUDA-NEWS.ID

Warga Lingkar Tambang Demo Medco Terkait Bau Limbah

Aceh Timur | Bau menyengat yang ditimbulkan dari limbah yang diduga milik PT Medco E&P Malaka Blok A mengundang kemarahan warga lingkar tambang, sehingga warga melakuakn aksi protes di depan perusaan itu. Rabu, 15 Mei 2019 pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Bau menyengat itu muncul sejak Febuari, akiabtnya sejumlah warga mengalami mual, muntah, sesak dan batuk.

Warga menilai perusahan Minyak dan Gas (Migas) tersebut yang teletak di Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur telah merampas kenyamanan dan kesehatan warga lingkar tambang akibat tercemarnya polusi udara yang mengancam kesehatan warga.

Akhirnya, Warga lingkar tambang yang terdiri dari Desa Alue Ie Mirah, SKM, JRU, Jamboe Lubok, Blang Nisam dan Bandar Baru melakukan aksi demo sebagai bentuk protes di Depat Get 1 atau gerbang masuk ke CPP Blok A.

Warga menuntut agar Medco bertanggungjawab menghilangkan limbah bau busuk menyengkat.

“Kalau memang perusahaan tidak mau mengabulkan tuntutan warga, lebih baik ditutup saja,” ungkap Demotran.

Massa yang terdiri dari masyarakat lingkar tambang tersebut mendesak pihak perusahaan agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Selama beberapa bulan ini, perwakilan warga sebenarnya sudah pernah menyampaikan tuntutannya, baik itu secara lisan maupun melalui media. Menurut pendemo sampai saat ini pihak perusaahan belum menangapi secara serius.

Tuntutan warga sederhana, atasi bau limbah dan jangan merampas kenyamanan warga

Korlap aksi, Darwin, menegaskan, bagaimana caranya PT Medco segera mengatasi bau busuk ini.


“Medco jangan hanya mau untungnya saja. Tapi mau menghormati hak hak warga,” kata Darwin.

Menurutnya pemerintah harus ikut turun tangan, termasuk lingkungan hidup.

“Bapak Bupati dan Dinas Lingkungan Hidup juga perlu memperhatikan masalah ini. Memberikan penekanan masalah ini kepada perusaan, jangan terkesan selama ini pemerintah tidak peduli rakyatnya.” tandasnya.

Amantan media ini, massa menghadang mobil dan para pekerja yang hendak masuk ke dalam perusahaan, aksi protes juga di tulis di atas kertas karton ” Medco E&P Malaka jangan bikin Rakyat lingkar tambang tambang sensara karena ulah PT Migas. Kami sudah cukup sensara dimasa DOM” tulis pendemo.

Selain itu juga ditulis ” Medco E&P Malaka Blok A jangan bunuh warga lingkar tambang secara perlahan dengan limbah mu”.

Sampai berita ini dikirim, massa masih konsentrasi di lokasi dan menunggu hasil pertemuan sejumlah perwakilan dengan pihak perusahaan.**

Penulis : Jamadon
Editor : Chintya

Pelaku Pengelapan Uang Akhirnya Mendekam Di Polres Pangkalpinang

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Pelaku Pengelapan Uang Akhirnya Mendekam Di Polres Pangkalpinang

Pangkalpinang | RO als Edo (30) warga Bukit Ketok Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka harus menanggung perbuatannya hingga mendekam di jeruji besi Mako Polres Pangkalpinang, Rabu (15/05/19).

Diketahui sebelumnya, RO als Edo merupakan oknum wartawan disalah satu media online di Provinsi Bangka Belitung, diamankan atas perbuatan penggelapan uang lelang mobil senilai Rp 57.000.000.

Tidak tanggung tanggung, penggelapan yang dilakukan pelaku Edo dengan dua orang korban sekaligus yakni korban Yayan Herawan Rp 37 juta dan korban Reza Erdiansyah Rp 27 juta.

Atas kejadian tersebut, pelaku Edo langsung dilaporkan oleh salah satu korban yakni Yayan Herawan ke Polres Pangkalpinang pada Rabu (08/05/19).

Menurut Yayan Herawan, uang Rp 30 Juta tersebut merupakan uang Dp Lelang Mobil yang dititipkan kepada Edo pada Tanggal 19 April 2019 lalu. Akan tetapi setelah lelang selesai pada tanggal 25 April 2019, saudara Randhu ketika diminta mengenai uang Dp, hanya mengembalikan Rp 10 Juta dan berjanji dalam waktu dekat akan dikembalikan utuh.

“Namun bukan utuh yang didapat malah buntu yang diterima, karena saudara Edo menghilang alias minggat dari Bangka serta tak bisa dihubungi.”tutur Yayan.

Selain Yayan, pihak yang dirugikan juga di alami oleh Reza Erdiansyah (35) warga Pangkalpinang. Mirisnya lagi pelaku pun tidak pandang bulu, Reza yang merupakan seniornya di media pun dihajar olehnya dengan total kerugian Rp 27 Juta.

Sementara itu, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdono Septana saat dikonfrimasi membenarkan adanya kejadian tersebut dengan LP B 156 /SPKT/RES POLRES PKP.

“Benar kejadian itu, kita sudah terima laporan dari korban yang merupakan Anggota Polri dan rekan media. Kasusnya sudah kita terimah dan masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.”Pungkas Kapolres.

Diketahui juga, tersangka Edo dalam hal ini pada hari Selasa (13/05/19) menyerahkan diri dan langsung dilakukan pemeriksaan di Polres Pangkalpinang kurang lebih lima jam dan akhirnya tersangka Edo resmi ditahan di sel Polres Pangkalpinang.**

3s

BNNP BANGKA BELITUNG, SUKSES AMANKAN 6 KG SABU DAN RIBUAN BUTIR EKSTASI

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

BNNP BANGKA BELITUNG, SUKSES AMANKAN 6 KG SABU DAN RIBUAN BUTIR EKSTASI

(MEI 2019) Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka Belitung berhasil menggagalkan peredaran gelap sabu yang masuk ke wilayahnya. Sebanyak 6 kg sabu, 4.787 butir ekstasi dan 31 butir happy five berhasil diamankan. Dari pengungkapan kasus tersebut tim BNNP Bangka Belitung mengamankan tiga orang pria berinisial HK (36), AV (23) dan AD (20).

Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya informasi penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Selat Panjang, tembilahan, jambi, palembang kemudian menuju Bangka Belitung. Tim BNNP Bangka Belitung berhasil mengidentifikasi empat orang kurir yang menggunakan dua mobil dari arah Tembilahan menuju kota Palembang. Bersama Polda Bangka Belitung, Bea Cukai Pangkalpinang, dan KSOP Cab. Muntok, tim gabungan melakukan pergerakan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui hanya ada satu mobil yang akan menyebrang ke wilayah Bangka Belitung. Pengejaran dilakukan. Senin, 13 Mei 2019 pukul 00.30 tim gabungan mengamankan tiga orang tersangka diatas sebuah kapal saat hendak bersandar di Pelabuhan Muntok Bangka Barat. Penggeledahan dilakukan hingga akhirnya petugas menemukan satu tas besar didalam sebuah mobil yang dikendarai ketiga tersangka. Didalamnya berisi 6 kg sabu, 1.758 butir tablet ekstasi biru, 3029 butir tablet ekstasi hijau dan 31 butir happy five.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka mengaku telah tiga kali menyelundupkan sabu ke Bangka Belitung. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor BNNP Bangka Belitung guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.**

Humas BNN

Mencoblos Atas Nama Orang Lain, Warga Rokan Hilir Lolos Dari Ancaman Penjara

R I A U
GARUDA-NEWS.ID

Mencoblos Atas Nama Orang Lain, Warga Rokan Hilir Lolos Dari Ancaman Penjara

*SIARAN PERS*
Kabupaten Rokan Hilir | Kemaren, senin tgl 13 Mei 2019 Pukul 20.00 Wib bertempat di Polres Rokan Hilir telah melaksanakan SG2 (Pembahasan Kedua) terkait dengan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh DARMAWATI SITORUS yang pada tanggal 17 April 2019 membawa C.6 (Undangan Pemilih) orang lain a.n MAYSARAH datang dan melakukan pencoblosan di TPS 07 Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.

Perbuatan ini diduga melanggar Pasal 533 UU No. 7 Tahun 2017 yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan/atau memberikan suaranya lebih dari 1 (satu) kali di 1 (satu) TPS atau lebih dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 18.000.000 (delapan belas juta rupiah).

Dugaan pelanggaran tersebut merupakan laporan warga masyarakat yang dilaporkan ke Panwaslu Kecamatan Rimba Melintang. Warga pelapor merupakan saksi dari partai politik Nasdem a.n Siti Patimah yang pada saat itu menjadi saksi partai di TPS 07 Kepenghuluan Lenggadai Hulu dan perkara tersebut diambil alih oleh Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir terkait dengan adanya dugaan tindak pidana pemilu.

Dalam rapat pembahasan kedua di Sentra Gakkumdu dihadiri oleh unsur Bawaslu yaitu Ketua Bawaslu Rokan Hilir Syahyuri, S.HI. dan Koordinator Sentra Gakkumdu Bimantara Prima Adi Cipta, S.H. dari unsur Kejaksaan hadir Maruli Tua Sitanggang, S.H. dan Rizki Fadillah, S.H, sedangkan dari unsur Kepolisian hadir Maringan P. Silalahi, S.H. dan Anta Arif Siregar.

Dalam ketwrangannya, Anggota Bawaslu Rokan Hilir Bimantara yang juga selaku Kordinator Sentra Gakkumdu menjelaskan, “sebelum pembahasan kedua ini Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengambil keterangan ahli hukum pidana. Dan kami menyimpulkan bahwa perkara ini tidak dapat ditindaklanjuti ke proses tahapan penyidikan dikarenakan pertama, bahwa unsur meansrea (niat jahat) dari Terlapor tidak terpenuhi. Kedua, bahwa terhadap pasal yang disangkakan kepada Terlapor masih kekurangan unsur tindak pidananya,

Dimana seharusnya Terlapor memberikan suaranya lebih dari 1 (satu) kali di 1 (satu) TPS atau lebih. Padahal faktanya bahwa Terlapor hanya memberikan (mencoblos) di TPS 07 Kepenghuluan Lenggadai Hulu saja tidak lebih dari 1 (satu) TPS. Karena dalam unsur pasal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. sehingga meskipun Terlapor mengaku dirinya sebagai orang lain yaitu a.n MAYSARAH datang ke TPS akan tetapi Terlapor hanya memberikan (melakukan pencoblosan) di TPS itu saja dan hanya 1 (satu) kali dan tidak pula Terlapor mencoblos di tempat TPS yang lain,” ujarnya.

“Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, Kejaksaan Negeri Rokan Hilir dan Kepolisian Resort Rokan Hilir menyimpulkan perkara ini tidak dapat ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya dan proses perkara ini selesai dan ditutup,” kata Bima, menutup keterangan.**

(Anhar Rosal)

Hotel Red Doort Di Jalan Kepu Timur Raya, Diduga Tidak Memiliki Izin

JAKARTA
GARUDA-NEWS.ID

Hotel Red Doort Di Jalan Kepu Timur Raya, Diduga Tidak Memiliki Izin

JAKARTA – Warga di sekitar jalan Kepu Timur Raya Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat ramai-ramai menolak keberadaan kost-kostan yang berubah menjadi hotel.

Pasalnya, selain diduga tidak mengantongi Izin dari Dinas terkait, warga merasa dibohongi oleh pengelola Hotel yang masuk kedalam manajemen Red Doort tersebut.

“Awalnya kost-kostan, ko tiba- tiba berubah menjadi hotel?” Ujar salah seorang warga sekitar, Senin (13/5/2018).

Terpisah, Camat Kemayoran Jakarta Pusat, Asep Muryaman saat dikonfirmasi mengaku tidak pernah menandatangani surat apapun terkait keberadaan hotel tersebut.

“Red Doort yang berlokasi di wilayah di Kepu Timur Raya, Kelurahan Kemayoran, Jakarta Pusat tidak ada izin. Sejauh ini belum pernah ada permohonan apapun dari pemilik kepada pihak kecamatan,” kata Asep Muryaman saat di temui awak media di Kelurahaan Utan Panjang.

Berdasarkan laporan dari Lurah Kemayoran, kata Asep, mereka sudah menerima laporan dari RT dan RW tentang penolakan warga tersebut. Dan pihak kelurahan sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Pariwisata.

“Nanti biar Dinas Pariwisata mengecek langsung ke lokasi ke Red Doort. Kalau ternyata nanti memang tidak ada izin , pemiliki hotel tersebut akan dikenakan sanksi, bisa di tutup beroperasinya atau di segel nanti oleh pihak Dinas Pariwisata,” kata Asep.

menurut Asep, yang bisa mengeluarkan izin hanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atas rekomendasi dari dinas terkait termasuk pihak kelurahan dan kecamatan.

Ia mengaku baru tahu adanya Red Doort yang berlokasi di wilayah Kepu Timur Raya.

” Sebenarnya Red Doort sudah banyak seperti Airi yang sistemnya Hotel-Hotel secara online yang juga bisa penginapan harian, bulanan, mingguan dan harga lebih murah dari pada Hotel beneran,” ujarnya.

Namun bukti di PTSP tidak ada, dan di Kantor Kecamatan belum pernah ada permohonan dari pihak Red Doort,” ungkap Asep.

Asep, mengatakan sudah melakukan rapat soal temuan itu, agar bisa ditindak lanjuti ke Dinas terkait.

“Dan tadi juga sudah di rapatin oleh Tim PTSP dan Lurah siap membuatkan surat ke instansi terkait dan tinggal di kawal pihak Kelurahan,” tandas Asep.**

(Dade)

Baliho Paslon Presiden Dan Wakil Presiden Wilayah Pangkalpinang Di Lakukan Penertiban

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Baliho Paslon Presiden Dan Wakil Presiden Wilayah Pangkalpinang Di Lakukan Penertiban

Pangkalpinang | Menindaklanjuti rapat yang telah dilakukan sebelumnya di Kantor Walikota Pangkalpinang pada (10/05/19) terkait beredarnya baliho Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Tim Pemantau dan Pengawas Pilpres 2019 terdiri dari Satuan Pol PP Kota Pangkalpinang, Dishub Kota Pangkalpinang dan TNI maupun Polri melakukan penertiban Baliho di beberapa titik wilayah di Kota Pangkalpinang, Senin (13/05/19).

Walikota Pangkalpinang H Maulan Aklil (Molen) mengatakan, penertiban dilakukan setelah mempertimbangkan dampak dampak yang akan terjadi dari hadirnya Baleho yang sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dari kedua belah pihak paslon 01 maupun paslon 02 yanh selanjutnya dilakukan penertiban dibeberapa titik diantaranya Kacang Pedang, Tua Tunu, Pertigaan Kampak, dan Perempatan Gabek.

“Baliho ucapan selamat baik dari kubu Paslon 01 dan Paslon 02 diduga akan menimbulkan konflik dari kedua belah pihak kubu pendukung Paslon.” ujar Molen.

kemudian dilakukan penurunan baliho yang sebelumnya sudah terpasang di beberapa titik wilayah di Kota Pangkalpinang.**

3s

Mayat Perempuan Ditemukan Di Pantai Alew Kecamatan Koba

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Mayat Perempuan Ditemukan Di Pantai Alew Kecamatan Koba

Koba | Seorang mayat wanita tanpa identitas ditemukan di Pantai Alew Kelurahan Padang Mulia Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, Senin (13/05/19).

Menurut keterangan saksi Herman warga koba mengatakan, saat hendak mau pergi mencari ikan di Pantai Alew Kelurahan Padang Baru terlihat seorang wanita dipinggir pantai.

“Saat didekati posisi wanita tersebut tengkurap diatas pasir menggunakan celana katun warna crem coklat, baju hitam hijau tangan panjang dan leher posisi di selendang warna pink.”Jelas Herman.

Lanjut herman, saya menemui Reza yang saat itu lagi nongkrong tidak jauh dari pantai untuk menunggu mayat tersebut.

“Saya langsung mendatangi Polres Bangka Tengah atas penemuan mayat tersebut.”Ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan identifikasi oleh tim Polres Bangka Tengah beserta Personil Polsek Koba kemudian mayat tersebut dibawa ke RSU Kabupaten Bangka Tengah untuk dilakukan Visum serta mengetahui penyebab kematian.**

Penulis : S3

Bawaslu Menutup Mata Tentang Money Politic Di Pulau Morotai

MALUKU UTARA
GARUDA-NEWS.ID

Bawaslu Menutup Mata Tentang Money Politic Di Pulau Morotai

Morotai | Aliansi peduli rakyat Pulau morotai merasa kecewa dengan adanya penanganan kasus pelanggaran pemilu (politik uang) yang saat ini di tangani oleh bawaslu morotai berakhir pada penghentian status laporan kasus politik uang yang terjadi di desa hino pada tanggal 16 april 2019 kemarin.

Seharusnya bawaslu lebih jelih dalam penanganan serta pengembangan kasus politik uang tersebut pasalnya kasus ini terjadi secara murni di lapangan atas dasar keterangan si penerimah bahwa pada tanggal 16 dia di datangi seorang yg bernama yonan labaka untuk mengajak si pemilih memberikan dukungan terhadap salah satu caleg partai PDIP Dapil III no urut 1 dengan memberikan uang sebesar Rp. 50.000 dan iming iming lainnya,

jika di lihat dari persoalan ini ada itikad baik, dari masyarakat apalagi yang menerima turut serta menjadi saksi di Bawaslu dalam laporan kasus politik uang diberapa hari kemarin sebagai bentuk mewujudkan pemilu tampa politik uang, akan tetapi kasus ini berakhir dengan penghentian status laporan dengan dalil belum memenuhi unsur pelangggaran pemilu.

Padahal berdasarkan kesaksian si penerima yang kami kantongi bahwa yang bersangkutan si pemberi mengeluarkan narasi mengajak/mempengaruhi untuk memilih caleg Partai PDIP no urut 01 dengan memberikan uang Rp. 50.000 dan iming iming lainnya. Tentunya ini sudah menjadi salah satu bukti yg dapat mendukung dalam proses kasus ini,

Akan tetapi yang di keluarkan oleh bawaslu bahwa kasus ini belum memenuhi unsur pelanggaran pemilu dan juga ada peryataan dari salah satu anggota bawaslu bahwa “cuma uang Rp.. 50.000 saja konk kase pidana orang itu”. Untuk itu kami Aliansi peduli Rakyat menilai bahwa bawaslu jangan melihat nilai nominalnya, tetapi proses dari kasus politik uang (subtansinya).

Karena jika di lihat nominalnya maka hukum hanyalah sebuah teks tertulis yg tidak bisa melahirkan sebuah keadilan pemilu dan mencedrai demokrasi. Harapan kami bawaslu sudah seharusnya mampu menampal bocornya demokrasi.ketua Ferlix bandari.

Di kesempatan lain pihak Bawaslu pulau Morotai Ketika media ini mengkonfirmasi via Whats app terkait dengan Laporan Money Politik di Desa hino tersebut, Pihak Bawaslu (Ibu Sheny) tidak menjawab sampai berita ini diturunkan.**

(oje)

KSSB Berulah Lagi,Akibatnya TNI Gugur Saat Patroli

JAYAPURA
GARUDA-NEWS.ID

KSSB Berulah Lagi,Akibatnya TNI Gugur Saat Patroli

Papua | Satuan TNI yqng sedang melaksanakan tugas pengamanan pembangunan jembatan Trans Papua di Kab. Nduga, Papua siang ini pada 13/05/2019 sekitar pukul 11.15 WIT mendapatkan serangan dari pihak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Kejadiannya berawal ketika 12 orang prajurit sedang melaksanakan patroli rutin untuk memastikan pembangunan Trans Papua berjalan aman dan lancar.

Namun pada saat Tim Patroli TNI berada di sekitar Lapangan Terbang ( Lapter ) Distrik Mugi Kabupaten Nduga, secara mendadak mendapatkan serangan dari arah ketinggian oleh pihak KKSB yang berhasil diidentifikasi dari kelompok Pimpinan Egianus Kogoya.

Mendapatkan serangan tersebut, pasukan TNI merusaha mencari perlindungan dan membalas tembakan. Sementara itu sisa pasukan TNI yang berada di Pos Mugi dipipmpin oleh Letda Inf Fajar segera bergerak untuk memberikan bantuan dan melakukan pengejaran.

Situasi akhirnya berhasil dikuasai, KKSB yang diperkirakan berkekuatan sekitar 20 orang bersenjata campuran berhasil di pukul mundur dan mereka melarikan diri ke arah hutan. Pasukan TNI melanjutkan pengejaran ke arah pelarian KKSB namun hanya ditemukan beberapa bercak darah yang menunjukkan bahwa diantara mereka ada yang tertembak.

Hingga laporan ini diterima sekitar pukul 16.00 WIT masih terdengar suara tembakan namun belum didapatkan laporan lebih lanjut.

Sementara itu saat dilaksanakan pengeceken, satu orang anggota TNI A.n Pratu Kasnum mengalami luka tembak dibagian punggung, pada saat proses evakuasi menggunakan Pesawat Helly Bell ke Timika korban dinyatakan gugur pada pukul 13.00 saat dalam perjalanan menuju ke RS. Chiritas Timika, dan rencana besok akan di terbangkan ke rumah duka di Aceh Selatan.**

PENDAM XVII/CENDERAWASIH
Editor : Chintya

Kapolres Lampung Timur Himbau Pada Masyarakat Agar Segera Melapor Bila Ada Gangguan Kamtibmas Dijalan Raya

LAMPUNG
GARUDA-NEWS.ID

Kapolres Lampung Timur Himbau Pada Masyarakat Agar Segera Melapor Bila Ada Gangguan Kamtibmas Dijalan Raya

Lampung l | Kapolres Lampung Timur AKBP Taupan Dirgantoro. Sik, berikan himbauan kepada Masyarakat khususnya pengguna jalan di Lintas Timur Pantai Sumatera, menjelang Idul Fitri ini disinyalir adanya Pemalakan terhadap supir supir Truck yang melintas. agar segera melapor bila terjadi gangguan Kamtibmas ujarnya, saat dikonfirmasi Awak Media melalui Pesan Whatsaapnya. Senin, (13/05/2019).

“Terkait adanya info tersebutkami masih melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut, karena sampai saat ini belum ada korban yang melapor/ membuat pengaduan ke Polres maupun Polsek, namun demikian kita sudah menurunkan tim Polres Lamtim dan melakukan antisipasi adanya informasi pemalakan tersebut dengan meningkatkan giat Patroli pada tempat rawan dan jam tertentu,

Himbauan kepada masyarakat apabila ada gangguan di jalan sgr lapor ke Polsek/ Polres kami siap mengamankan perjalanan kepada para pengguna jalur lintas timur”tegas,”Kapolres Lampung timur.**

(Garuda Lampung 1.)

Tidak Transparan,!! Oknum Kades Tertutup Terkait Anggaran Jalan Desa

SUMATERA SELATAN
GARUDA-NEWS.ID

Muara Enim | Dana desa yang mulai bergulir di sini diduga jadi ajang para oknum kades mencari kesempatan untuk mencari keuntungan yang lebih besar, oknum kades tersebut bekerja sama dengan PPK desa serta tukang yang mengerjakan hal ini terjadi seperti di desa Batu Surau kecamatan Semende Darat Tengah kabupaten Muara Enim, Kamis ( 09/05/19 )

Di duga oknum kades Desa Batu Surau (RN) 30 tahun tidak transparan dan tertutup masalah anggaran pembangunan jalan setapak yang saat ini di kerjakan yang ada dua titik pelaksanaan, karena tidak ada papan flapon dan asal asalan.

Kami awak tim media dan rekan investigasi ke lapangan, ditemukan kejanggalan pada pembangunan jalan setapak yang seharusnya panjang 100 M dan 150 M dan lebar 120 cm dan tinggi coran 15 cm seperti biasa padahal ketebalan di tengah-tengah cuma 5 cm dan di pinggir sesuai dengan RAB 15 cm, saat kami temui pengawas dari perangkat desa dan tukang yang bekerja dan mohon jangan di sebutkan namanya menuturkan.

“Kami di perintah oleh kades untuk mengerjakan seperti ini di pinggir harus sesuai tebalnya dan di gali sedikit dan batu ada batu mangga di campur koral biar hemat materialnya, kalau adonan ya lihat sendiri pak bagaimana kalau kami hanya bekerja sesuai perintah dari bos” terangnya.

Saat di konfirmasi Kades Batu Surau mengatakan” ini benar di bangun dari dana desa anggaran 2019 dan itu memang seperti itu dan kalau mau bagus harus di kerjakan oleh pihak ke tiga atau kontraktor” jelasnya.

Diharapkan kepada pemerintah pemda ataupun pemprov, dan penegak hukum serta inspektorat kabupaten Muara Enim untuk menindak lanjuti masalah ini dan para kades tidak semena-mena menggunakan anggaran dana desa. ** (Dwi/taq)

Tim Muspika Kecamatan Damar Tertibkan TI Rajuk Ditravo Mayang Sukamandi Damar

BANGKA BELITUNG
GARUDA-NEWS.ID

Belitung Timur | Tim Muspika Kecamatan Damar melakukan insfeksi mendadak kelokasi Tambang Inkonvensional ( TI) Sistim Rajuk dikawasan sungai Manggar Travo Mayang Belakang Kandang Ayam Desa Sukamandi kecamatan Damar Beltim pada Rabu (8/5).
“Puluhan TI Rajuk tersebut tidak melakukan aktivitas karna air sungai masih surut,”

Turut hadir Tim Muspika yang terdiri Dari Camat Damar Ronny. S, Kapolsek Manggar AKP. Albert Tampubolon, Danramil Kelapa Kampit Syafrudin, kades sukamandi serta perangkat desa dan hadir juga pihak PT. Timah, Pol-PP, Babinsa dan sejumlah anggota polrres Beltim.

Dihadapan para pelaku tambang dilokasi, tim muspika kecamatan Damar memberikan waktu pada hari Jum’at besok Puluhan TI Rajuk tersebut dihimbau untuk dibongkar setelah sebelumnya dilakukan rapat bersama muspika dikantor desa Sukamandi Damar.

Sumber dilokasi mengatakan Puluhan Unit TI Rajuk yang melakukan aktifitas siang dan malam hari, dikhawatirkan merambah ke wilayah mangrove yang akan menimbulkan kerusakan begitu juga anak sungai disekitarnya.

” Dan jika Aktivitas TI Rajuk tersebut dilakukan pembiaran, kita kwatirkan kerusakan lingkungan dikawasan bibir sungai akan semakin parah,

” Memang sebagian beralasan demi perut lanjut sumber, namun sebaliknya juga jangan seenak perut juga, pikirkan juga dampaknya,” kata sumber dilapangan.

Kapolsek Manggar AKP Albert Tampubolon, dirinya mengatakan berdasarkan laporan masyarakat Tim Muspika baik dari Kepolisian, TNI, Pol PP, Camat, kades dan perangkat Desa, sudah mengecek langsung kelokasi dan sudah dirapatkan bersama instansi yang ada.

“Besok akan kita pasang spanduk untuk dilarang menambang, dilokasi ini yang dapat tembus ke sungai”, kata AKP Albert Tampubolon.

“Tadi dihimbau untuk dibongkar kata Kapolsek Manggar lagi, besok pemasangan spanduk, Jum’at kita tinjau lagi.

Terkait pihak PT. Timah yang hadir Kapolsek Manggar AKP Albert Tampubolon menyampaikankan pihaknya akan mengecek apakah lokasi yang ditambang ini masuk dalam IUP PT. Timah atau tidak”, jelas Albert.**

Penulis : Niza Karyadi

Peredaran Gelap Narkotika Jenis Sabu di Gagalkan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat

JAKARTA
GARUDA-NEWS.ID

Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali mengagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu Jaringan Internasional,  petugas kepolisian kali ini berhasil mengamankan 3 orang pelaku satu diantaranya adalah seorang WNA asal China.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz, Sik mengatakan, dari penangkapan ini pihaknya berhasil mengamankan 19 buah kantong yang diduga narkotika jenis Sabu.

“Kami amankan 19 buah kantong narkotika jenis sabu berawal dari informasi Bea dan Cukai yang mencurigai adanya paket pengiriman jenis narkotika yang berasal dari Amerika,” kata Erick, Rabu (08/05/2019).

Erick menjelaskan, berawal dari adanya informasi pengiriman paket narkotika  tersebut,

kemudian dibawah pimpinan Kanit dua Narkoba AKP Maulana Mukarom melakukan Control Delivery dan petugas berhasil Mengamankan seorang WNA asal China yang hendak mengambil paketan di sebuah Kantor Pos Daan Mogot Jakarta Barat Pada Kamis (02/05)  lalu.

Agar tidak tercium oleh petugas, pelaku memasukkan narkoba jenis sabu dalam bungkus kemasan kopi.

Dalam kasus tersebut, petugas juga mengamankan dua orang pelaku yang diduga kuat sebagai kurir barang haram tersebut ditempat berbeda.

“Modus pelaku ini memasukkan sabu ke dalam kemasan kopi. Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan intensif guna melakukan proses pengembangan lebih Lanjut,” ujarnya.** (Dade)

Masyarakat Keluhkan PT Atakana

A C E H
GARUDA-NEWS.ID

Aceh Timur | Masyarakat Seumanah Jaya keluhkan PT yang semak dan tidak memperdulikan kondisi lahan masyarakat di sekitar PT tersebut.

Beberapa masyarakat yang tidak ingin disebut namanya mengatakan kepihak media (Rabu 8 mei 2019) bahwa PT itu hanya mementingkan pribadi PT tampa memikirkan keluhan masyarakat yang terkena dampak buruk dari lahan PT yang semak tersebut.

“bisa lihat sendiri lah Bagai mana semak nya PT Atakana tersebut,
dan sudah menjadi tempat persembunyian gajah di PT tersebut sangkin semaknya PT itu.

Menurut kami masyarakat, dampak dari semaknya PT tersebut mendatangkan gajah dan merusak lahan kami petani, walau begitu tidak ada pernah ada tanggapan apa pun dari pihak PT Atakana tersebut,mereka seolah tidak punya kepentingan atas PT mereka dan hanya bisa mengambil hasilnya saja.” ungkap warga.

Masih Kata masyarakat, kalo hanya mengambil hasil dari PT tampa memperdulikan kondisi lahan masyarakat di sekitar, berarti PT tersebut sudah melanggar peraturan dalam Membangun perusahaan.

Harapan kami masyarakat kepada pemerintah harus tegas dalam menyikapi hal ini. Kalo memang tidak ada tanggapan dari pihak PT ataupun Pemerintah,maka jangan salahkan masyarakat nantinya.

Dan Setelah kita konfirmasi dengan pihak Menejer PT Atakana zulfikar ib tersebut mengatakan, silahkan naikkan kemedia tidak ada masalah.**

(BAYU)