Press "Enter" to skip to content

Posts published in “EKONOMI DAN BISNIS”

Terkait adanya Keluhan Nelayan, Inilah Hasil RDP Muspida Bangka Barat

Garuda-News.ID Mentok – Suplai BBM bagi nelayan sesungguhnya merupakan nyawa. Artinya adalah, jika suplai seringkali terhambat, maka dipastikan akan mengganggu nelayan dalam upayanya mencari nafkah.

Oleh sebab itu, terkait adanya kelangkaan BBM di Kabupaten Bangka Barat, pihak DPRD Bangka Barat berinisiatif menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri oleh sejumlah unsur Muspida setempat di ruang pertemuan DPRD Bangka Barat, Jumat, 11/05.

Pada Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Nelayan Kecamatan Jebus, Rusdi, acara pertemuan dapat dikatakan komunikatif.

Sementara, pihak DPRD Bangka Barat, tadi dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Barat, Samsir Alam, dan anggota komisi III DPRD, pihak Polres Bangka Barat oleh Kabag Ops Bangka Barat, Kompol Febriandi Haloho S.IK, unsur Pemkab Bangka Barat oleh Kadis perikanan dan kelautan Kabupaten Bangka Barat, Sukraegi, serta perwakilan dari SPBU Parit tiga, Alam.

Rusdi mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini adalah nelayan, mengalami kelangkaan BBM yang disebabkan harga yang didapat para nelayan saat membeli BBM kepada pengerit dengan harga mahal. “Pengurus nelayan juga sudah meminta bantuan kepada pihak SPBU dengan membawa pengajuan BBM jenis solar dari DKP, namun sayangnya ditolak dan peruntukan BBM solar subsidi dikhususkan kepada usaha mikro kecil menengah,” kata dia, Jumat, 11/05.

Dan pihaknya, sambung Rusdi, telah berkoordinasi dengan pihak SPBU terkait ketersedian BBM untuk nelayan, namun pihak spbu menyarankan agar pihak nelayan membuatkan pengajauan ke Polsek Jebus.

Masih menurut Rusdi, “adapun kebutuhan nelayan, adalah perahu nelayan yang menggunakan bbm jenis solar 22 unit, dengan penggunaan setiap hari 17 liter solar per unit dan total penggunaan 347 liter sehari, speed boat nelayan 40 unit membutuhkan bbm setiap unit 20 liter yakni total keseluruhan penggunaan bbm jenis premium 800 liter/hari,” ungkapnya.

Uraian Rusdi ini, ditanggapi oleh Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Febriandi Haloho S.IK, dimana saat uraian, Ia menyampaikan agar pihak DKP melakukan pendataan jumlah nelayan di wilayah Kabupaten Bangka Barat guna menyelesaikan kelangkaan yang terjadi. “Sehingga kebutuhan nelayan diwilayah Kabupaten Bangka Barat dapat terpenuhi.

Febriandi menambahkan, “dalam memberikan kebijakan oleh DKP terkait pendistribusian untuk nelayan serta surat jalan pengangkutan BBM untuk nelayan agar di pertimbangkan serta diperinci untuk kejelasan penyaluran BBM agar BBM untuk nelayan dari SPDN tepat sasaran dan tidak disalahgunakan peruntukannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi III DPRD Bangka Barat, Samsir Alam mengatakan, agar pihak DKP melakukan pendataan ulang jumlah nelayan di wilayah Bangka Barat, agar mengetahui jumlah kebutuhan BBM untuk nelayan. “ Supaya pihak DKP melakukan pengajuan kebutuhan BBM subsidi ke DKP Provinsi yang diteruskan ke pihak Pertamina untuk penambahan stok BBM subsidi di SPDN milik DKP khusus nelayan, agar pihak DKP membuatkan data terperinci terkait dengan pengangkutan dan penyaluran BBM subsidi untuk nelayan Kecamatan Jebus dan Parit tiga, serta mengeluarkan surat jalan izin pengangkutan yang ditembuskan ke pihak DPRD Kabupaten Bangka Barat, Polres babar dan pihak terkait,” urai dia. (*)

 

reporter : gm/biro bangka barat

editor : dby