Press "Enter" to skip to content

Candu Itu Bernama OS Android

Garuda-News.ID Toboali – Dalam tulisan ini, saya sesungguhnya hanya mewakili keluh kesah dari berbagai alam bawah sadar masyarakat. Yang belakangan ini waktu kesehariannya didominasi oleh platform atau OS Android, Senin 18/06.

Namun demikian, untuk membahasnya memang diperlukan berjilid-jilid halaman dengan literatur yang disadur dari berbagai sumber.

Pembaca, pertama-tama mungkin ada baiknya kita menelisik asal mula dari platform gawai pintar yang mendunia mulai 2005 yang lalu. Monggo disimak.

Sejarah OS Android

Android (an-droyd) adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005.

Android, Inc. didirikan di Palo Alto, California, pada bulan Oktober 2003 oleh Andy Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (pendiri Wildfire Communications, Inc.), Nick Sears (mantan VP T-Mobile), dan Chris White (kepala desain dan pengembangan antarmuka WebTV) untuk mengembangkan “perangkat seluler pintar yang lebih sadar akan lokasi dan preferensi penggunanya”

Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.

Efek candu Android Jaman Now

Dan dalam perkembangannya, sistem operasi android ini tanpa disadari mampu merampas dunia nyata umat manusia, mampu membuat sesorang jadi apatis, tidak menoleh sedikitpun pada sekitar, ketika tangan dan otak sudah dikendalikan oleh fitur-fitur dalam hapenya.

Bahkan dalam beberapa tayangan di youtube, jelas terlihat efek domino dari pembiaran terhadap lingkungan sekitar, yang sebenarnya dilakukan karena sudah tersihir oleh aplikasi yang tertanam dalam smartphone mereka.

Ngeri bukan? Karena bukan hanya korban terantuk tiang, nabrak pembatas, atau mendadak ngerem mendadak jika dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor, tetapi yang fatal adalah sampai memakan korban jiwa, alias menemui kematian gegara memainkan aplikasi didalam hape.

Tips Mengurangi Kecanduan

Lantas, bagaimana mengurangi kecanduan akan gadget yang belakangan ini sudah mencengkeram banyak kepala di sekeliling kita? Berikut redaksi pilihkan 5 tips yang dapat dilakukan oleh readers, demi sekedar mengurangi kecanduan akan smartphone.

1.Renungkan, berapa banyak waktu terbuang karena main gadget?

Anthony Robbins dalam bukunya Awaken the Giant Within menyebut, kalau mau mengubah suatu kebiasaan…

Kita perlu mengaitkan kebiasaan lama itu dengan kepedihan. Bayangkan kepedihan dari kebiasaan kita, maka tekad berubah akan muncul. Bingung maksudnya?

Kamu pernah minum obat? Kalau kamu mengaitkan obat dengan kepedihan (pahit, susah diminum), kamu jadi males minum obat. Tapi kalau dikaitkan dengan kenikmatan (cepet sembuh), kamu rela menelan obat berapapun banyaknya.

Itulah namanya mengaitkan kepedihan dan kenikmatan. Kita mengaitkan kebiasaan main gadget dengan kenikmatan.Santai, melihat foto-foto, berbagi di sosmed, main game online, dll. Karena mengaitkan main gadget dengan kenikmatan, candu ini jadi terasa asik.

Tapi pikirkan: berapa banyak waktu yang terbuang percuma? Waktu yang tersita untuk ngecek instagram dan main game itu, bukankah bisa digunakan untuk yang lain? Saat orang-orang menggunakan waktunya untuk nyari duit, kenapa kita sia-siakan waktu untuk nyantai?

Rasakan malunya, rasakan perasaan bodoh itu.Kaitkan candu main handphone ini dengan kepedihan. Maka, sedikit demi sedikit, kamu makin males bolak balik ngecek hape.

2.Ganti notifkasi dengan warna grayscale

Ada penjelasan psikologis di balik hal ini. Di otak kita, merah adalah warna yang paling cepat direspon.Merah terkait dengan bahaya, awas, dan cepat ditanggap. Maka, ketika si merah bulet itu muncul, kita pengen cepet -cepet membukanya. Kalau nggak dibuka, jadi penasaran.

Belum lagi tampilan layar smartphone yang makin hari makin jernih. Mata semakin betah berlama-lama di depan hape kita.

Maka, ganti tampilan handphone-mu ke grayscale (hitam-putih). Beberapa gadget seri terbaru udah bisa mengganti warnanya jadi hitam putih. Cari aja di pengaturan tampilan.

Kalau nggak ada, kamu bisa gunakan aplikasi. Nama aplikasinya CF.Lumen. Tapi ini baru bisa buat android 5.0 sih.

Buat android di bawah 5.0 kayaknya nggak bisa.

3.Hapus Akun Sosmed?

Pada 1519, seorang kapten kapal bernama Hernan Cortes menjejakkan kaki di Veracruz. Bertekad menguasai tanah itu, ia memerintahkan awak kapalnya untuk membakar kapal.

Tujuannya? Agar mereka nggak punya pilihan lain selain terus maju. Menang atau mati!

Untuk menghilangkan kebiasaan main gadget, kamu juga bisa “bakar kapal”.

Nggak… saya nggak nyuruh kamu bakar hape. Saya menyarankan hapus semua aplikasi sosmed.

Ya! FB, twitter, instagram, path, snapchat… hapus semua! Game juga. Hapus semua! Youtube juga sekalian!

Alasan kita selalu gagal menghilangkan kebiasaan adalah: kita masih menyimpan pemicunya. Tentu, saat tekad kita masih kuat, kita sanggup menahan diri.

Tapi apa yang terjadi saat tekad mulai kendur? Kamu akan berkata,”ngecek sebentar”. Yang terjadi? Kamu menghabiskan setengah jam berleha-leha di sosial media.

Tekad manusia nggak stabil. Ada kalanya tekad kita tinggi. Namun yakinlah, akan datang masa ketika tekad itu turun. Ketika kita memberi “jalan keluar” bagi tekad yang kendur, kebiasaan itu akan muncul lagi.

Jangan mau mundur di tengah jalan. Jangan kasih kesempatan! Bakar kapalnya! 🙂

4.Gak Usah Sok Sibuk Ngecek Notifikasi

Ngecek notif, adalah satu penyebab utama kecanduan gadget. Lagi asik nulis, belajar, penasaran pengen ngeliat notif. Akhirnya kita intip layar hape. Oh, dari si anu. Eh, ada notifikasi masuk! Cek sebentar ah~ Akhirnya satu jam terlewat begitu saja. Pernah mengalami?

Kalau iya, segera kamu rubah! Kalau mau liat notif, nanti aja setelah selesai ngobrol, setelah selesai main dengan anak-istri-suami. Coba deh.

5.Minta bantuan istri,suami atau teman untuk mengingatkan.

Nggak semua orang cukup kuat menahan diri. Kayak yang saya bilang, tekad bisa naik turun. Kamu mungkin tergolong kecanduan gadget parah, sehingga kalau sendirian kamu nggak sanggup. Kalau mau, kamu bisa minta bantuan seseorang, bisa istri, suami atau teman. Saat kerja/nongkrong, titipkan hapemu ke mereka. Ceritakan niatmu untuk mengurangi keseringan main handphone.

Minta bantuan dia buat menjaga hapemu selama beberapa waktu. Teman yang baik pasti mengerti.

Bagaimana pembaca? Apakah artikel ini cukup inspiratif? Silahkan dicoba.(*)

 

sumber : wiki-psicologyhore

penulis/editor: haykal

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *