Press "Enter" to skip to content

Bupati lantik Pengurus Forum DAS Beltim Priode 2019-2024

BELITUNG TIMUR
GARUDA-NEWS.ID

Belitung Timur | Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza melantik Pengurus Forum Das Belitung Timur, yang bertempat ruang pertemuan Satu hati bangun Negeri pada Senin (18/3),

Kepengurus Forum DAS Beltim yang terbentuk beberapa waktu lalu dengan ketua terpilih Koko Haryanto, periode 2019-2024.
Hadir dalam acara ketua forum das babel Fadillah Sobri, pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan OPD Pemkab Beltim, para camat se-Beltim dan para pengurus Forum DAS Beltim.

Bupati Yuslih dalam sambutannya mengatakan, adapun fungsi DAS adalah meregulasi tata air secara alami, oleh sebab itu, ukuran sehatnya DAS ialah ketersediaan air yang kontinyu secara kuantitas maupun kualitas.

” Air berkualitas tetap tersedia disaat musim kemarau dan tidak terjadi banjir disaat musim hujan, hal itu terjadi karena DAS yang sehat mampu menyimpan Air hujan didalam tanah untuk nantinya menjadi mata air, ” ujar Yuslih.

” Kesehatan DAS harus menjadi perhatian dan kesadaran kita bersama, yang harus dimanfaatkan sumber daya alam di DAS dengan baik, karna jika tidak kerusakan dan ketidakseimbangan air,
Tidak oktimalnya kondisi DAS disebabkan tidak adanya keterpaduan antar sektor dan antar wilayah, dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan DAS tersebut, ” kata Yuslih

Untuk itu ungkap Bupati Yuslih adanya Forum ini sangat penting yang nantinya akan melibatkan pihak-pihak terkait untuk saling berkordinasi, sinkronisasi dan integrasi dalam pengelolaan DAS di Kabupaten Belitung Timur.

Bupati berharap, para pengurus Forum DAS yang baru dilantik, segera menyiapkan langkah-langkah strategis dalam upaya pengelolaan DAS, antara lain : antisipasi banjir dan erosi tanah dilahan kritis bekas tambang dan DAS, Pengawasan dalam pemanfaatan sumber daya hutan, lahan dan air DAS, serta pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan fungsi hutan, tanah dan kondisi tata air DAS, ” terang Yuslih

“Dengan pengelolaan DAS terpadu, diharapkan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi, kelembagaan dan hukum serta melakukan kajian terhadap permasalahan yang ada, agar permanfaatan dan konservasi sumberdaya alam secara efektif dan efisien, ” kata Yuslih.**

( @.Bung_Kar)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *