Press "Enter" to skip to content

Bupati Beltim : Wujudkan Kondusifitas Daerah, Pembangunan Lancar, Masyarakat Sejahtera

Belitung Timur

Garuda-News.Id

Bupati Beltim Yuslih Ihza mengatakan, masalah keamanan ketertiban masyarakat adalah merupakan tupoksi yang diharapkan masyarakat yang mendasar dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Adakalanya masyarakat apabila dihadapkan pada kondisi yang tidak aman, menggangu tatanan kehidupan bermasyarakat yang pada akhirnya dan ada beberapa masalah yang belum terselesaikan.

Demikian hal tersebut yang disampaikan Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza pada Rapat Kordinasi dengan Forkominda, camat dan Kades, dalam pencanangan gerakan ” Berandun Ngawal Beltim,”

Rakor Pimpinan Daerah Strategi Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dan pencanangan Gerakan Berandun Mengawal Beltim yang aman kondusif menuju pembangunan lancar sejahtera yang berlangsung diruang rapat Bupati Belitung Timur (Beltim), beberapa waktu lalu

” Menyikapi kondisi Kabupaten Beltim saat ini bahwa ada beberapa masalah yang belum terselesaikan penangananya antara lain masalah warung kopi yang tidak sesuai perizinannya, penduduk pendatang Ilegal, dan pencemaran sungai lenggang akibat aktifitas tambang Ilegal,” ujar Yuslih
Menurutnya, hal ini tentunya menimbulkan keresahan masyarakat yang berdampak pada terganggunya kondusifitas kehidupan bermasyarakat diwilayah Kabupaten Beltim,” tukasnya

“Pada hakikatnya pemerintah daerah adalah pelayan masyarakat, pemerintah daerah tidak diadakan untuk melayani diri sendiri atau tidak diadakan untuk melayani diri sendiri. Tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang mungkin setiap masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya demi mencapai tujuan bersama,”

Pemerintah daerah lanjut Yuslih, dalam penanganan permasalahan yang terjadi sebagaimana diatas, selama ini telah dilakukan mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, sampai ke tingkat Kabupaten oleh Forkopimda namun hasilnya belum maksimal bahkan belakangan masih terjadi dan berulang-ulang.

“Kondisi yang menimbulkan keresahan masyarakat tersebut disebabkan karena lemahnya kemampuan teknis tingkat koordinasi dan sinkronisasi organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan dan desa.

Untuk itu, ungkap Yuslih agar memaksimalkan peran forkopimda perlu di bentuk tim kolaborasi teknis secara berjenjang di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, serta didukung instansi vertikal,” katanya

Lebih lanjut Yuslih mengatakan, rapat koordinasi untuk bersama-sama membahas aktual yang mengancam kestabilitas nasional di beltim untuk memantapkan gerakan kebersamaan dalam antisipasi dan mengatasi persoalan tersebut.

“Gerakan Berandun ngawal Beltim yang merupakan semangat kebersamaan dalam bingkai koordinasi dan sinkronisasi OPD, Instansi Pertikal, Kecamatan, dan Desa untuk percepatan mewujudkan kondusifitas pembangunan daerah. Saya mengajak semua untuk mengikuti rapat koordinasi ini dengan serius dan bersungguh-sungguh,” tegas Yuslih.

Kita bersama untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan aktual yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, Dalam gerakan berandun mengawal beltim besar harapan saya untuk dapat memuwujudkan kondusifitas daerah hingga pembangunan lancar dan masyarakat pun sejahtera,” jelasnya.**

Niza karyadi
 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *