Press "Enter" to skip to content

Bupati Bangka Barat, Parhan Ali Kabarnya Sakit, Sejumlah Pejabat Dikonfirmasi Lebih Memilih “Diam”

Muntok

Garuda-News.Id

Kabar Bupati Bangka Barat, H. Parhan Ali sudah satu minggu lebih, bahkan diduga hampir dua bulan tidak aktif masuk kantor. Menjadi polemik, sejumlah pejabat memilih “pelit” memberikan informasi terkait kondisi kesehatan bupati Parhan Ali saat ini.

Padahal, jika alasan kesehatan benar, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat berniat membesuk sekaligus memberikan doa kesembuhan.

Tak terkecuali Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, memilih tidak memberikan komentar saat ditanya keberadaan bupati terkait dikabarkan sakit.

“Saya no coment lah kalau soal itu,” ujar Markus, kepada, awak media, Jumat 30/11/2818, di Muntok.

Lalu bagaimana dengan tugas-tugas bupati ketika selama ini berhalangan masuk kantor, apakah ada pendelegasian?

Markus lagi-lagi memilih tidak berkomentar namun mengarahkan untuk melihat aturan yang berlaku.

Terkait hal ini, mantan anggota DPRD Bangka Barat yang juga mantan anggota DPRD Babel, Brury Rusyadi, kepada media ini membenarkan terhadap postingan yang pernah ia buat.

Bunyinya diantaranya : ….sudah memasuki bulan ke dua, Bupati tidak masuk kantor, sementara UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, pasal 66 (c), apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara (sakit), maka wakilnya dapat melaksanakan tugas sebagai Plt, DPRD Kab.Bka Barat harus mempertanggungjawabkan untuk hal ini,” tulis Brury dalam postingannya.

Oleh karena itu menurut Brury, bagi kepala daerah yang berhalangan masuk selama satu minggu, wajib meminta izin kepada gubernur. Sementara lebih dari satu bulan harus kepada menteri dalam negeri.

“Lebih dari satu minggu, harus meminta izin kepada gubernur. Tapi mudah-mudahan Pak Bupati kita kondisinya sehat sehingga bisa menjalannya aktifitas pemerintahan kembali dengan lancar,” ujar tokoh masyarakat ini.

Terpisah Sekda Bangka Barat, Yunan Helmi, dalam rekaman wawancara yang diperdengarkan kepada awak media, terkesan menangkis ketidakhadiran bupati lebih dari seminggu.
“Ape gawe, dak de. Itu ade di koran, kelak ku kirim ok. Kelak ku tengah rapat ne..” tepis sekda.**

Penulis : Alif f

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *