Press "Enter" to skip to content

Babinsa Kelurahan Panjang Utara Serda Ismanto Menghadiri kegiatan Sosialisasi Warga Yang Terdampak Double track PT. KAI

LAMPUNG
GARUDA-NEWS.ID

Bandar Lampung – Babinsa Kelurahan Panjang Utara Serda Ismanto menghadiri kegiatan sosialisasi warga yang terdampak double track PT. KAI Stasiun sukamenanti tarahan di Aula Kelurahan Panjang utara Jl.Yos Sudarso Kecamatan Panjang Bandar Lampung, Sabtu (15/2/2020).

Kegiatan sosialisasi di hadiri Unit aset PT. KAI Bpak Herdrawan, Ketua timsus sosialisasi Unit UPD 13 ( Bpk Hasto ), Danramil diwakili ( Pelda Dwi H K ), Lurah Panjang selatan ( Bpk M.Supriyadi S.Sos ), Bapak Merza POLSUSKA Pam Obvit PT. KAI, Babinkantibmas Kelurahan Panjang Utara ( Aiptu Agus Yulianti ), Kaling 2,Rt dan Warga sejumlah 57 org

Isi Sosialisasi yang di sampaikan oleh Tim dari PT.KAI ke pada masyarakat antara lain:

PT. KAI mendapatkan perintah dari Menteri Perhubungan untuk menambah jalur kereta Batubara menjadi 2 jalur dari Tarahan sampai ke Prabumulih.

PT. KAI akan memberikan ganti rugi bangunan 250 ribu x luas bangunan (P X L) untuk yang permanen dan 200 ribu x luas bangunan untuk yang semi permanen.

Dalam memberikan ganti-rugi melalui rekening, masyarakat hanya mengumpulkan KTP selanjutnya PT.KAI akan membuatkan rekening sehingga tidak ada hal-hal yang tidak di inginkan.

Setelah mendapatkan uang ganti rugi pihak PT.KAI memberikan waktu 14 hari dan untuk bahan bangunan yang masih bisa di pakai silahkan masyarakat menggunakannya

Untuk Akses jalan yang di gunakan masyarakat, PT.KAI tetap akan memikirkan agar tetap bisa di gunakan masyarakat, PT.KAI juga sudah mensurve apakah bisa di buat Flay over ataupun underpass.

PT.KAI tidak dapat memenuhi apa yang di inginkan masyarakat apabila lahan yang di gusur merupakan lahan PT.KAI tetapi apabila lahan yang di gusur merupakan milik masyarakat akan di ganti rugi sesuai dengan jual beli.

Masalah Sumur Bor nanti akan di cek ke lokasi sumur bor tersebut.

PT.KAI hanya memberikan ganti rugi terhadap Bangunan dan Tanam Tumbuh tidak termasuk Tanahnya karena Tanahnya merupakan milik PT.KAI.

Adapun Tanggapan Masyarakat diantaranya
Masyarakat meminta untuk di berikan akses jalan yang selama ini di gunakan masyarakat.

Masyarakat berharap bahwa rumah Masyarakat yang digusur nantinya dapat mendirikan bangunan rumah dengan uang ganti rugi yang di berikan PT.KAI.( usulan kenaikan ganti rugi )

Masalah Sumur Bor apakah di pindahkan atau bagaimana.

Masyarakat mengusulkan untuk penggusuran di lakukan setelah Lebaran Idul Fitri Th.2020/ setelah ujian nasional anak sekolah.

Untuk sementara jangan di putuskan sekarang, di harapkan TIM dari PT.KAI mau memperjuangkan kepimpinan PT.KAI, jangan sampai setelah di gusur masyarakat tinggal di emper- emperan toko.

Hasil dari pada sosialisasi tersebut yaitu masyarakat sepakat untuk di gusur dan pelaksanaannya akan di sampaikan lagi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mediasi antara PT.KAI dengan masyarakat yang terdampak Double Track PT.KAI agar tercapai kesepakatan yang tidak saling merugikan, “jelas Ismanto.**

Topan

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *