Press "Enter" to skip to content

Aliansi Forum Keluarga, Dukung Fatwa Ulama Haramkan Game (PUBG) Dan Sejenisnya

A C E H
GARUDA-NEWS.ID

Aceh Timur -Organisasi masyarakat dan elemen lainnya yang tergabung dalam Aliansi Forum Keluarga Aceh Timur Bersaudara (FK Atim Bersaudara), tegas mendukung fatwa Ulama Aceh, terkait penggunaan game Player Unknown’s Battle Grounds(PUBG) dan sejenisnya.

Nahdian (Founder Of FK Atim Bersaudara) meminta pemuda dan pelajar Aceh atau luar Daeraah untuk menahan diri dalam mengomentari Fatwa Ulama Aceh. terkait penggunan game PUBG dan sejenisnya kata nahdian,Senin (25 juni 2019)

Tambahnya lagi mengapa saya mendukung dengan fatwanya ulama bukan tanpa ada alasan beberapa alasan yang mendasari kami Forum Keluarga Aceh Timur Bersaudara , khususnya dalam konteks game PUBG dan sejenisnya yaitu:

(1) Hasil pantauan beberapa organisasi dan elemen masyarakat sipil Aceh terkait pengguna game PUBG dan sejenisnya yang menimbulkan kegaduhan dan keributan yang sangat mengganggu di ruang publik serta melanggar etika, adat, dan nilai agama serta peradaban masyarakat Aceh;

(2) Hasil analisa beberapa organisasi masyarakat sipil Aceh terkait alasan pelarangan di beberapa negara di dunia, dan dampak negatif yang ditimbulkan serta memicu aksi radikalisme dan terorisme seperti di Selandia Baru yang merusak mental generasi muda;

(3) Respon Pemerintah Aceh baik eksekutif maupun legislatif serta pihak kepolisian yang juga memiliki keresahan yang sama dengan Masyarakat Aceh.

(4) Fatwa MPU Aceh yang mengharamkan game PUBG dan sejenisnya serta wacana MUI Pusat terkait penggunaan game PUBG dan sejenisnya.

Dan kami juga meminta dan mendesak Pemerintah segera mem Blokir Game Kekerasan. Dalam pernyataan sikapnya, FK Aceh timur Bersaudara, meminta Pemerintah Aceh untuk segera menindak lanjuti fatwa MPU dalam menangani dampak buruk pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyimpang, seperti kecanduan game yang mengandung unsur kekerasan layaknya PUBG dan sejenisnya.

“Kita minta Pemerintah Aceh surati Menkominfo RI agar memblokir game online yang mengandung unsur kekerasan, kebrutalan, sadis, pornografi, pendangkalan akidah, penghinaan simbol agama, serta pembunuhan,” tegasnya.

Selain perlunya sosialisasi fatwa itu ke masyarakat luas, FK Atim Bersaudara juga meminta dukungan para pihak, khususnya pengusaha warung kopi, café, warung internet, game station, dan lainnya untuk mematuhi fatwa haram nya PUBG.

Tak hanya itu, FK Atim Bersaudara juga menyesalkan agenda kompetisi game e-sports terkait PUBG dan sejenisnya di wilayah Provinsi Aceh.

Harusnya mereka menghormati fatwa MPU Aceh sebagai cerminan bangsa yang beradab, beradat, dan bertamaddun,” kata Nahdian.

Terakhir, kepada kalangan luar Aceh dirinya meminta agar menghormati kewenangan Aceh dan tidak melakukan politisasi serta penggiringan opini negatif (framing), terutama berkaitan dengan fatwa haram PUBG,Tugas kita menghalau generasi Aceh dari segala potensi dan pengaruh radikalisme, terorisme atau aksi anarkis lainnya, serta menumbuhkan minat teknologi informasi positif yang bermanfaat untuk masa depan generasi Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tandas Nahdian.**

Bayu

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *